Gambar: bblsdm komdigi medan x tvri

Medan, 20 Agustus 2026 — Balai Besar Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BBLSDM Komdigi) Medan mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara efektif, etis, dan bertanggung jawab.

Pesan tersebut disampaikan dalam program Sumut Go Digital Episode 3 bertema “Digital for Government: Upgrade Kompetensi, Upgrade Pelayanan—ASN Adaptif di Era Digital”. Program ini membahas perubahan lingkungan kerja pemerintahan, peluang pemanfaatan AI, pentingnya penguatan literasi digital, serta pengembangan kompetensi melalui pembelajaran berkelanjutan.

Talkshow tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Tengku Maulana, S.T., M.Kom., selaku Kepala Bidang Aptika Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara; Darliandra, instruktur pemanfaatan AI di pemerintahan; serta Meilinia Diakonia Ginting, S.Kom., tim program Microskill.

20260826113335-blobid0.jpg

Transformasi Digital Ubah Cara Kerja ASN

Dalam dialog, Tengku Maulana menjelaskan bahwa transformasi digital telah mengubah pola kerja pemerintahan. Pekerjaan yang sebelumnya mengandalkan dokumen fisik mulai beralih ke dokumen digital, tanda tangan elektronik, serta sistem disposisi yang dapat dilakukan secara lebih fleksibel.

Menurutnya, teknologi digital dan AI dapat membantu ASN dalam mencari data, menyusun konsep surat, memperoleh rekomendasi, dan mempercepat penyelesaian pekerjaan. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mendukung pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, responsif, dan terukur.

Namun, ia menegaskan bahwa AI tetap merupakan alat bantu. Setiap keluaran yang dihasilkan AI harus diperiksa, disesuaikan, dan diverifikasi oleh pengguna agar relevan dengan konteks organisasi serta dapat dipertanggungjawabkan.

“AI diciptakan untuk membantu pekerjaan manusia. Karena itu, pengguna tetap harus memiliki literasi, melakukan verifikasi, dan bertanggung jawab terhadap hasil yang digunakan,” demikian pesan yang disampaikan dalam dialog tersebut.

AI Harus Digunakan secara Etis

Instruktur pemanfaatan AI di pemerintahan, Darliandra, menjelaskan bahwa AI dapat digunakan untuk mendukung berbagai pekerjaan ASN, mulai dari penyusunan dan peringkasan tulisan, riset, analisis informasi, pengolahan data, transkripsi rapat, manajemen tugas, hingga pembuatan konten kreatif.

Ia juga memperkenalkan konsep prompt engineering, yaitu teknik menyusun instruksi secara jelas dan terstruktur agar AI dapat menghasilkan keluaran yang lebih relevan. Beberapa prinsip yang dapat diterapkan antara lain memberikan instruksi secara spesifik, membagi pekerjaan ke dalam beberapa tahapan, serta melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap hasil yang diberikan AI.

Darliandra menekankan bahwa ASN perlu memperhatikan beberapa aspek sebelum menggunakan AI, yaitu: Validitas dan ketepatan informasi, Perlindungan data pribadi dan keamanan informasi, Etika serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, Transparansi dalam penggunaan teknologi serta Akuntabilitas terhadap hasil akhir pekerjaan.

AI tidak dapat menggantikan peran manusia dalam melakukan analisis, mengambil keputusan, dan mempertanggungjawabkan kebijakan. Oleh karena itu, ASN tetap perlu menggunakan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, penilaian profesional, serta pemahaman terhadap konteks pekerjaan.

Microskill Dukung Pembelajaran Berkelanjutan

Sejalan dengan kebutuhan ASN untuk terus beradaptasi, Meilinia Diakonia Ginting juga memperkenalkan program Microskill pada platform Digitalent Komdigi sebagai salah satu alternatif pembelajaran digital.

Microskill merupakan pembelajaran dengan durasi singkat, fleksibel, dan disesuaikan dengan kebutuhan keterampilan saat ini. Program tersebut dapat diakses secara daring sehingga memungkinkan masyarakat, termasuk ASN, untuk belajar kapan saja dan di mana saja sesuai dengan kebutuhan serta ketersediaan waktu.

Materi Microskill mencakup berbagai bidang keterampilan digital, seperti kecerdasan buatan, data dan visualisasi data, pemrograman, serta keterampilan digital lainnya. Program ini dapat diakses melalui situs maupun aplikasi Digitalent setelah peserta melakukan pendaftaran.

Microskill tidak hanya ditujukan bagi ASN, tetapi juga terbuka bagi mahasiswa, pelajar, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat umum yang ingin meningkatkan kompetensi digitalnya (RDSK).

20260826113335-blobid1.jpg


Label