Medan, 24 Juli 2026 – Dalam upaya memperkuat literasi dan keamanan digital masyarakat, Balai Besar Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BBLSDM Komdigi) Medan berkolaborasi dengan TVRI Sumatera Utara menyelenggarakan program talkshow edukatif perdana bertajuk "Sumut Go Digital: Awas Jebakan Siber – Kenali, Hindari, Atasi Penipuan Online." Acara yang ditayangkan secara langsung pada Kamis (23/7/2026) ini menghadirkan wawasan praktis bagi warga Sumatera Utara untuk membentengi diri dari maraknya ancaman kejahatan siber (cybercrime).
Acara ini dipandu oleh Nasywa Sabitah dan menghadirkan Kepala Bagian Umum BBLSDM Komdigi Medan, Yusrizal, S.Kom., M.Eng, sebagai narasumber utama. Turut hadir Prini Zunita Siregar, perwakilan pengguna digital yang membagikan pengalaman pribadinya saat menghadapi modus penipuan daring, memberikan perspektif nyata mengenai bahaya yang mengintai masyarakat.

Tren Modus Kejahatan Siber dan Bahaya Social Engineering
Yusrizal menjelaskan bahwa penipuan digital atau digital scam kini semakin canggih, tidak sekadar mengandalkan celah teknologi, tetapi masif mengeksploitasi aspek psikologis korban melalui manipulasi psikologis (social engineering).
"Pelaku kejahatan sering mengeksploitasi rasa takut atau rasa senang korban, seperti kabar rekening diblokir atau informasi memenangkan undian, guna memancing reaksi cepat tanpa verifikasi. Kondisi panik atau antusias yang berlebihan inilah yang membuat korban cenderung bertindak impulsif," terang Yusrizal.
Lebih lanjut, pelaku kejahatan sering kali memanfaatkan data-data yang secara tidak sadar diunggah oleh pengguna ke media sosial, seperti tanggal lahir, alamat, atau nomor telepon. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak membatasi informasi personal yang dibagikan ke ruang publik.
Langkah Mitigasi dan Tiga Benteng Pertahanan Perangkat
Dalam mengatasi bahaya aplikasi jahat (seperti file .APK atau NDK berkedok resi kurir maupun undangan palsu) serta penyalahgunaan akun, Yusrizal mendemonstrasikan secara langsung langkah-langkah konkret dalam mengamankan perangkat genggam (ponsel).
Terdapat tiga langkah sederhana yang direkomendasikan BBLSDM Komdigi Medan untuk melindungi perangkat:
- Batasi Akses Instalasi: Mematikan atau menolak opsi menginstal aplikasi dari sumber yang tidak dikenal (Unknown Sources) agar sistem otomatis menolak aplikasi berbahaya.
- Aktifkan Google Play Protect: Memastikan fitur perlindungan ini aktif untuk memindai aplikasi atau malware jahat secara berkala.
- Gunakan Verifikasi Dua Langkah (2-Step Verification): Sangat dianjurkan diaplikasikan pada platform obrolan seperti WhatsApp guna mencegah pembajakan akun dan pencurian One-Time Password (OTP).
Respons Cepat Saat Terjerat Penipuan
Talkshow ini juga membekali pemirsa dengan "Manajemen Krisis." Jika terlanjur menjadi korban, masyarakat didorong untuk bergerak cepat dalam "Golden Hours" atau di bawah kurun waktu satu jam pertama. Langkah utama yang harus dilakukan adalah mengamankan akses keuangan dengan memblokir akun perbankan melalui call center resmi, segera mengubah kredensial kata sandi (password), serta melaporkan kejadian kepada pihak berwenang.
Pemerintah melalui Kementerian Komdigi telah menyediakan fasilitas pelaporan yang dapat diakses publik kapan saja:
- Cekrekening.id: Digunakan untuk memverifikasi serta melaporkan rekening yang terindikasi digunakan untuk kejahatan siber.
- Aduannomor.id: Digunakan untuk melaporkan nomor seluler yang terindikasi melakukan aksi scam atau penipuan.
- Aduankonten.id: Digunakan untuk melaporkan konten, situs web, atau akun negatif yang bermasalah.
Di akhir acara, Yusrizal kembali mengingatkan bahwa kejahatan siber tidak hanya dipicu oleh canggihnya teknologi, tetapi sangat bergantung pada tingkat literasi digital penggunanya. "Jangan mudah panik, tidak mudah percaya, selalu verifikasi informasi, dan jangan pernah mengeklik tautan yang mencurigakan," pesannya.
Melalui program edukasi publik ini, BBLSDM Komdigi Medan terus berkomitmen kuat mewujudkan masyarakat yang adaptif terhadap kemajuan teknologi digital sekaligus memiliki imunitas tinggi terhadap segala bentuk ancaman siber (RDSK).
