Medan, 1 Oktober 2026 – Pesatnya perkembangan teknologi transaksi finansial digital seperti fitur paylater, dompet digital, hingga pinjaman online membawa kemudahan besar sekaligus tantangan baru bagi generasi muda. Merespons fenomena tersebut, Balai Besar Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BBLSDM Komdigi) Medan menggelar program talk show interaktif Sumut Go Digital Episode 6 dengan tajuk “Digital Youth: Klik Sekarang, Bayar Nanti – Anak Muda Cerdas Kelola Keuangan Digital”. Dipandu oleh pembawa acara Nasywa Sabitha, diskusi ini menghadirkan Manajer Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Paramita Yulia Nasution, serta perwakilan Gen-Z pengguna aktif media sosial dan e-commerce, Deby Lonia Oviensky.
Dalam kesempatan tersebut, Paramita Yulia Nasution menegaskan bahwa fitur paylater dan fasilitas pembiayaan digital dasarnya merupakan bentuk pinjaman yang wajib dilunasi tepat waktu, bukan fasilitas dana tambahan. Penggunaan utang yang tidak terkontrol serta keterlambatan pembayaran tidak hanya memicu denda yang terus menumpuk, tetapi juga berpotensi merusak rekam jejak kredit seseorang pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Rekam jejak keuangan yang buruk ini pada akhirnya dapat menyulitkan masa depan anak muda, baik ketika hendak mengajukan pembiayaan produktif di kemudian hari maupun saat melampirkan berkas persyaratan melamar pekerjaan.

Guna menghindarkan generasi muda dari bahaya utang konsumtif dan kejahatan pinjaman daring ilegal, OJK memberikan panduan prinsip dasar sebelum bertransaksi digital. Pertama, anak muda diimbau untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar tidak terjebak dalam belanja impulsif. Kedua, calon pengguna wajib memperhitungkan kemampuan bayar dan memastikan bahwa porsi cicilan tidak mengganggu kebutuhan utama. Ketiga, penting untuk membaca syarat dan ketentuan secara teliti, termasuk tingkat bunga, biaya admin, tenor, hingga besaran denda. Keempat, masyarakat harus memastikan legalitas penyelenggara layanan keuangan melalui kanal resmi OJK. Kelima, aspek keamanan data pribadi harus selalu dijaga ketat dengan tidak pernah membagikan kode OTP, PIN, maupun kata sandi kepada pihak mana pun.
Menanggapi paparan tersebut, perwakilan Gen-Z, Deby Lonia Oviensky, membagikan pengalamannya sebagai pengguna aktif transaksi digital. Menurutnya, fasilitas paylater sebenarnya memberikan dampak yang sangat positif apabila dimanfaatkan secara bijak dan produktif, salah satunya untuk mendukung permodalan dan pengembangan usaha kecil yang ia jalani. Meski demikian, ia mengakui tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah menahan diri dari godaan promo terbatas, flash sale, dan tayangan live shopping. Untuk mengatasi kebiasaan belanja spontan akibat rasa takut ketinggalan tren (FOMO), Deby menerapkan langkah praktis berupa pemberian jeda waktu atau penundaan keputusan transaksi hingga keesokan harinya, serta pemisahan alokasi dompet keuangan digital sesuai peruntukannya.
Sejalan dengan hal tersebut, OJK Sumut turut membagikan tiga kebiasaan finansial sederhana yang patut diterapkan oleh generasi muda agar kondisi keuangan tetap sehat di tengah derasnya arus digitalisasi. Langkah awal yang mendasar adalah menerapkan prinsip menyisihkan penghasilan untuk tabungan atau investasi di awal waktu, bukan menyisakan sisa pengeluaran. Langkah ini kemudian diperkuat dengan disiplin dalam memilah prioritas antara kebutuhan mendesak dan keinginan sesaat. Sebagai penutup, pengelolaan keuangan dapat dimaksimalkan dengan mencatat arus kas secara teratur serta mengalokasikan anggaran keuangan ke dalam pos-pos terpisah agar pengeluaran harian tetap terkontrol dengan baik.

Melalui penyelenggaraan program Sumut Go Digital secara berkelanjutan, BBLSDM Komdigi Medan berkomitmen untuk memperkuat literasi digital dan finansial di wilayah Sumatera Utara. Harapannya, generasi muda tidak hanya mampu beradaptasi dengan cepat dengan kemajuan teknologi transaksi digital, tetapi juga tumbuh menjadi masyarakat digital yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan pribadi mereka. (RDSK)