Jakarta, Pusbang Literasi Digital – Pusat Pengembangan Literasi Digital BPSDM Komdigi bersama Pusat Kerja Sama Internasional Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi), dan International Telecommunication Union (ITU) menggelar kegiatan "Tunas Indonesia Cakap Digital" dalam rangka Peringatan Bersama Hari Anak Nasional dan Girls in ICT Day 2026 di Garuda Spark Innovation Hub (Ganara Art) FX Sudirman, Jakarta, Selasa (21/7). Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan organisasi internasional dalam memperkuat literasi digital serta mewujudkan ruang digital yang aman, inklusif, dan ramah anak.

"Kemajuan digital harus berjalan beriringan dengan pelindungan anak. Karena itu, membangun ruang digital yang aman bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia pendidikan, industri, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang cakap, aman, dan bertanggung jawab di ruang digital," ujar Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital RI.
Kegiatan ini diikuti 300 peserta yang terdiri atas siswa-siswi, kepala sekolah, dan guru dari berbagai sekolah di Jakarta. Penyelenggaraan kegiatan didukung oleh Google, YouTube, Canva, Meta, TikTok, Betadine, Blibli.com, Nutrifood, dan Indonesia Child Online Protection (ID-COP), serta melibatkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Relawan TIK, ICT Watch, dan Klinik Digital sebagai bagian dari kolaborasi multipihak dalam memperkuat ekosistem pelindungan anak di ruang digital.

Penyelenggaraan Tunas Indonesia Cakap Digital dilatarbelakangi oleh meningkatnya pemanfaatan internet di kalangan anak Indonesia yang perlu diimbangi dengan penguatan literasi digital. Berdasarkan Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), penetrasi internet nasional telah mencapai lebih dari 80 persen, sementara mayoritas anak usia lima tahun ke atas telah mengakses internet. Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), juga menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang menuntut kemampuan berpikir kritis, etika digital, serta kesadaran akan keamanan siber sejak dini.

“Tema Tunas Indonesia Cakap Digital menegaskan bahwa membangun generasi digital Indonesia merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami menitipkan upaya ini kepada para guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan agar bersama-sama membimbing anak-anak Indonesia menjadi warga digital yang cakap, aman, dan bertanggung jawab”, ujar Boni Pudjianto, Kepala Badan Pengembangan SDM Komdigi dalam sambutannya.
Kolaborasi antara Komdigi dengan ITU telah terjalin secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi digital dan pemberdayaan perempuan di Indonesia.
“Kerja sama Komdigi dan International Telecommunication Union (ITU) merupakan komitmen yang telah terjalin sejak lama. Melalui kolaborasi ini, kami terus memperkuat literasi digital, memperluas akses pengetahuan, serta mendorong pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan teknologi digital," tambah Boni.

Senada dengan hal tersebut, Kishore Babu Yerraballa, Head of ITU Area Office Jakarta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membekali generasi muda, khususnya perempuan, dengan kecakapan digital untuk menghadapi perkembangan teknologi.
"Melalui Girls in ICT Day, ITU mendorong semakin banyak anak perempuan dan perempuan muda untuk memiliki akses yang setara terhadap keterampilan digital serta peluang berkarier di bidang teknologi. Kolaborasi bersama Komdigi menjadi langkah penting untuk membangun generasi yang tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga berperan dalam membentuk masa depan digital Indonesia," ujar Kishore.
Momentum Hari Anak Nasional dan Girls in ICT Day 2026 ini dimanfaatkan Komdigi untuk memperkuat implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Regulasi tersebut menjadi pijakan dalam membangun ekosistem digital yang lebih aman melalui penguatan tata kelola platform digital, pelindungan data pribadi anak, serta peningkatan literasi digital bagi keluarga dan satuan pendidikan.

Rangkaian kegiatan meliputi “Talkshow Tunas Indonesia Cakap Digital” untuk siswi SMP bersama Canva, Blibli, dan Content Creator Friends of Google, “Dongeng Tunas Digital” untuk siswa sekolah dasar bersama Aio Dongeng, workshop “Learn & Explore with AI” bersama Search & Gemini Partnership Google Indonesia, serta “Workshop Digital Parenting” bagi guru dan orang tua yang difasilitasi oleh Meta dan TikTok. Peserta juga mengikuti berbagai aktivitas edukatif melalui booth interaktif yang memperkenalkan praktik bermedia digital yang aman, kreatif, dan bertanggung jawab.

Pada sesi talkshow Tunas Indonesia Cakap Digital bersama Canva, Blibli, dan Content Creator Friends of Google, Stefanie Herlie, Country Manager - Indonesia, Canva menjelaskan signifikansi pembekalan kreativitas dan keterampilan digital dan membangun kepercayaan diri bagi masa depan generasi muda,
“Membantu generasi muda Indonesia berkembang dimulai dengan memberikan mereka kepercayaan diri dan sarana untuk mewujudkan ide-ide mereka. Melalui kolaborasi kami yang berkelanjutan dengan Komdigi, kami ingin membantu membekali generasi muda dengan kreativitas dan keterampilan digital yang mereka butuhkan untuk masa depan," ujar Stefanie.
"Canva Pendidikan, platform gratis all-in-one untuk sekolah, memudahkan guru dalam membuat materi pembelajaran yang menarik, sehingga mereka dapat lebih fokus mendampingi proses belajar siswa. Para siswa pun dapat dengan mudah berkolaborasi dan mengembangkan ide bersama secara real-time. Tujuan kami adalah mempermudah setiap guru dan siswa untuk mengembangkan potensi kreatif mereka sekaligus membangun keterampilan yang akan bermanfaat, baik di dalam maupun di luar ruang kelas,” lanjut Stefanie.

Dalam kesempatan yang sama, Meta menegaskan pentingnya keterlibatan orang tua, pendidik, dan komunitas dalam membangun ruang digital yang aman bagi anak.
"Kami tidak hanya ingin bicara tentang keamanan digital; kami ingin hadir langsung di tengah anak-anak Indonesia. Hari ini, bersama siswi-siswi SMP, orang tua, dan guru, kami memperkenalkan Dialog Digital Interaktif: pengalaman interaktif yang lahir dari kebutuhan nyata keluarga Indonesia. Di Hari Anak Nasional ini, kami mengajak seluruh komunitas untuk bersama-sama membentuk kebiasaan digital yang lebih sehat dimulai dari anak-anak kita sendiri." jelas Berni Moestafa, Kepala Kebijakan Publik, Indonesia dan Filipina, Meta.
Sementara itu, Blibli menekankan bahwa kecakapan digital tidak hanya soal kemampuan menggunakan internet atau AI, tetapi juga kebiasaan berinteraksi secara bijak di ruang digital.
"Menjadi generasi yang cakap digital berarti mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, berpikir sebelum bertindak, serta menghargai orang lain di ruang digital. Melalui inisiatif JEDA 10 Detik, Blibli mengajak masyarakat menerapkan empat langkah sederhana: Jangan Reaktif, Evaluasi situasi, Double Check informasi, dan Ambil keputusan dengan tenang. Kebiasaan ini membantu anak-anak berpikir lebih kritis, menghargai privasi, serta menghindari hoaks, cyberbullying, dan dampak negatif lainnya," ujar Nazrya Octora, Head of Public Relations Blibli.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan Deklarasi Sekolah Cakap Digital dan peluncuran Buku Saku Panduan untuk Orang Tua mengenai PP TUNAS dan Pengasuhan Digital dalam berbagai bahasa daerah sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pelindungan anak di ruang digital.

Dalam upaya meningkatkan literasi digital sejak dini, rangkaian kegiatan ICT Girls menghadirkan workshop edukatif "Learn and Explore with AI" bekerja sama dengan Google yang diikuti ratusan siswi SMP. Selain dibekali pemahaman dasar kecerdasan buatan (AI) dan pemanfaatan AI generatif secara etis di sesi workshop, para peserta juga dapat mengunjungi booth interaktif Google Gemini Guided Learning dan YouTube EduKreator untuk mencoba langsung pembuatan konten edukatif dan pembelajaran seru bersama kreator edukasi. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas belajar dan kreativitas siswi, sekaligus menanamkan kebiasaan berpikir kritis serta kesadaran menjaga kerahasiaan data pribadi di dunia digital.
Melalui penyelenggaraan "Tunas Indonesia Cakap Digital", Komdigi memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional 2026 untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan masyarakat dalam membangun ekosistem digital yang aman sehingga anak Indonesia mampu memanfaatkan teknologi secara cakap, aman, kreatif, dan bertanggung jawab.
Adapun informasi lebih lanjut mengenai Program Literasi Digital dan Digital Talent Scholarship dapat diakses melalui Instagram @literasidigitalkomdigi, @literasidigital.info, kanal YouTube Literasi Digital Komdigi, dan website digitalent.komdigi.go.id.
Narahubung
Teguh Surya
Ketua Tim Literasi Digital Masyarakat Umum
Pusat Pengembangan Literasi Digital
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital
Kementerian Komunikasi dan Digital RI
Label
pelatihan, pp tunas, komdigi, keamanan digital, pelatihan digital, pelatihan digital, jakarta, menteri komdigi, ganara, garuda spark, cakap digital, hari anak nasional, smp, sma