Gambar: Perserta Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Literasi Digital (01/07/2026)

Jakarta, Literasi Digital — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) menyelenggarakan Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Literasi Digital di Kantor DNIKS, Jakarta, pada Rabu (1/7/2026). Kegiatan bertema "Melindungi Diri dengan Fitur Keamanan Digital" ini difokuskan untuk kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan anak-anak.

Ketua Tim Literasi Digital Pendidikan dan Disabilitas Komdigi, Diah Aliefya, menegaskan bahwa ilmu digital harus inklusif dan menyasar seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

"Transformasi digital hadir untuk semua dan no one left behind. Ilmu tidak hanya untuk yang hadir di sini, akan tetapi diharapkan juga disebar karena ilmu digital ada untuk semua," ujar Diah dalam pemaparannya.

Senada dengan Diah, Ketua DNIKS RA Loretta Kartikasari juga berharap para peserta dapat membagikan pengetahuan yang didapat dari pelatihan ini kepada lingkungan sekitar mereka.

Dalam sesi inti, Pandu Digital Komdigi, Cut Meutia Karolina, memaparkan tiga topik utama keamanan digital: mengenali jenis penipuan digital, memahami fitur keamanan digital, dan cara menggunakannya. Sesi ini juga mengulas implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Tunas yang dirancang untuk melindungi generasi muda di ruang siber.

Sebelum masuk ke materi teknis, Cut Meutia sempat berinteraksi dan mendengarkan pengalaman para peserta terkait kejahatan siber. Beberapa peserta mengaku pernah menjadi korban modus penipuan (scam) kerabat kecelakaan, kehilangan akun media sosial, hingga penipuan oleh oknum yang mengaku sebagai aparat.

Menanggapi keluhan tersebut, Cut Meutia membagikan sejumlah langkah preventif untuk mengamankan akun pribadi.

"Gunakan kata sandi (password) yang berbeda di setiap akun, hindari penggunaan Wi-Fi umum, dan abaikan telepon atau pesan WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal," jelasnya.

Pelatihan yang diakhiri dengan sesi tanya jawab ini juga menyoroti keamanan transaksi dalam game (in-game purchase) oleh anak-anak. Menutup acara, Cut Meutia mengingatkan para orang tua untuk tetap waspada terhadap potensi malware tersembunyi di dalam aplikasi gim dan menekankan pentingnya pengawasan ketat saat anak menggunakan gawai.

Komdigi terus berkomitmen untuk memperluas program literasi digital yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Upaya kolaboratif bersama berbagai pemangku kepentingan tingkat daerah maupun nasional akan terus ditingkatkan guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang cakap, aman, beretika, dan berbudaya di ruang digital.

Adapun informasi lebih lanjut mengenai Program Literasi Digital dan Keterampilan Digital Dasar dapat diakses melalui Instagram @literasidigitalkomdigi dan @literasidigital.info, TikTok @literasidigitalkomdigi, dan kanal YouTube Literasi Digital Komdigi.

Narahubung

Diah Aliefya

Tim Literasi Digital Pendidikan dan Disabilitas

Pusat Pengembangan Literasi Digital BPSDM Komdigi

Kementerian Komunikasi dan Digital


Label
keamanan digital, transformasi digital, literasidigital, cybersecurity, keamanansiber, pptunas, pelajar digital, internet sehat, cyberawareness, digital safety, edukasi digital, talenta digital, disabilitas, dniks, jakarta