Pusbang Lidig, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Dewan Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) mendorong pemerataan akses literasi digital melalui penyelenggaraan pelatihan bagi Teman Tuli lewat Fasilitasi Literasi Digital Pendidikan dan Disabilitas dengan tema Optimalisasi Mesin Pencari dan Kecerdasaan Artifisial di Kantor Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial di Jakarta (11/06/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas Teman Tuli dalam memanfaatkan teknologi digital secara cakap, aman, dan produktif di tengah percepatan transformasi digital nasional.
Melalui Kegiatan ini, peserta mendapatkan pelatihan mengenai pemanfaatan mesin pencari dan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung aktivitas sehari-hari, pengembangan keterampilan digital, serta peningkatan akses terhadap informasi.
Ketua Tim Literasi Digital Pendidikan dan Disabilitas, Diah Aliefya, menegaskan bahwa literasi digital harus dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
"Literasi digital harus dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi, kita dapat membuka lebih banyak peluang dalam komunikasi, pendidikan, dan pekerjaan. Kemajuan teknologi harus dirasakan oleh semua orang, termasuk teman-teman Tuli. Tidak boleh ada yang tertinggal dalam transformasi digital," jelas Diah.
Kegiatan ini dirancang menggunakan pendekatan yang ramah disabilitas dengan mengedepankan komunikasi menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) serta materi pembelajaran berbasis visual. Selain penyampaian konsep dasar literasi digital, peserta juga memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung penggunaan mesin pencari dan teknologi kecerdasan artifisial dalam berbagai kebutuhan sehari-hari.
Transformasi digital yang inklusif memerlukan partisipasi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Akses yang setara terhadap teknologi dan informasi tidak hanya membuka peluang untuk belajar dan berkomunikasi, tetapi juga memperluas kesempatan berkarya, meningkatkan kemandirian, serta memperkuat partisipasi dalam ekonomi digital yang terus berkembang.
Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), Rachmita Maun Harahap, menekankan bahwa literasi digital merupakan bagian dari hak setiap warga negara yang harus dapat diakses secara setara.
.jpg)
"Literasi digital merupakan bagian dari hak setiap warga negara. Karena itu, transformasi digital harus berjalan secara inklusif agar seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dapat mengakses informasi, pengetahuan, dan berbagai peluang yang tersedia di ruang digital," ungkap Rachmita dalam Keynote Speech-nya.
Menurutnya, mesin pencari dan kecerdasan artifisial dapat menjadi sarana untuk mempersempit kesenjangan akses informasi yang masih dihadapi sebagian penyandang disabilitas.
"Kita tidak hanya membutuhkan equality, tetapi juga equity. Setiap kelompok masyarakat memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga pendekatan yang inklusif dan aksesibel menjadi kunci agar manfaat teknologi benar-benar dapat dirasakan oleh semua," tambahnya.
Seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai aspek kehidupan, penguatan kecakapan digital menjadi keterampilan yang semakin penting. Kemampuan mencari informasi secara efektif, memahami keamanan digital, serta memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bijak dapat membantu masyarakat beradaptasi dengan perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat.
Selain membahas optimalisasi penggunaan mesin pencari, pelatihan juga mengenalkan pemanfaatan kecerdasan artifisial secara bertanggung jawab. Materi yang diberikan mencakup pengenalan teknik prompting, verifikasi hasil keluaran AI, serta pemahaman mengenai aspek etika dan keamanan dalam penggunaan teknologi digital.
Peserta pun mendapatkan pengenalan Perlindungan Data Pribadi dan risiko digital oleh Pandu Literasi Digital Disabilitas, Winda Puji Utami. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu peserta meningkatkan kesadaran akan risiko dan manfaat dari dunia digital. Selain itu, peserta pun juga diberikan pembelajaran berbasis praktik, di mana peserta didorong untuk menghasilkan konten visual lewat pemanfaatan AI yang kemudian dibagikan ke sosial media masing-masing. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu peserta menerapkan keterampilan yang diperoleh secara langsung dalam kehidupan sehari-hari sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam memanfaatkan teknologi digital.

Ketua Bidang Peningkatan Skill dan Pengembangan Profesi DNIKS, R.A. Loretta Kartikasari, berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang belajar yang inklusif sekaligus memperkuat jejaring antar peserta.
"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menciptakan ruang belajar yang ramah, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi penyandang disabilitas. Kami berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman, membangun jejaring, dan memperluas interaksi dalam komunitas," tutur Loretta.
Melalui berbagai program literasi digital yang inklusif, Komdigi terus berupaya memastikan bahwa manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah untuk membangun ruang digital yang aman, inklusif, dan memberdayakan, sehingga tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam memanfaatkan peluang di era digital.
Fasilitasi Literasi Digital Pendidikan dan Disabilitas, Pelatihan TIK dan Literasi Digital 2026: Optimalisasi Mesin Pencari dan Kecerdasaan Artifisial merupakan salah satu kegiatan Tim Literasi Digital Pendidikan dan Disabilitas oleh Pusat Pengembangan Literasi Digital BPSDM Komdigi. Adapun informasi terkait keterampilan digital dasar dan literasi digital dapat diakses melalui Instagram @literasidigital.info dan @literasidigitalkomdigi, serta Facebook Fanpage, TikTok, dan YouTube Literasi Digital Komdigi.
Narahubung
Diah Aliefya
Tim Literasi Digital Pendidikan dan Disabilitas
Pusat Pengembangan Literasi Digital BPSDM Komdigi
Kementerian Komunikasi dan Digital
Label
keamanan digital, transformasi digital, cybersecurity, keamanansiber, pptunas, pelajar digital, internet sehat, cyberawareness, digital safety, edukasi digital, talenta digital, disabilitas, dniks literasidigital, jakarta