Medan, 2 Juli 2026 – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, media sosial tidak lagi sekadar menjadi etalase publikasi kegiatan atau kegiatan seremonial pemerintah. Lebih dari itu, media sosial kini berkembang menjadi sumber informasi strategis yang mampu menggambarkan kebutuhan, aspirasi, hingga persepsi masyarakat terhadap berbagai kebijakan publik.
Pesan tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam Forum Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang mengusung tema "Digital Insights, Better Governance". Forum ini digelar pada 1–2 Juli 2026 di Hotel Aryaduta Medan sebagai bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 yang mengangkat tema besar "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat". Forum strategis ini dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika dari berbagai pemerintah kota di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan transformasi digital.
Melalui forum tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital RI melalui Balai Besar Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BBLSDM Komdigi) Medan memperkenalkan berbagai program pengembangan kompetensi digital bagi aparatur pemerintah. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah Pelatihan Social Media Analyst, sebuah program yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengelola media sosial secara profesional dan berbasis analisis data.

Kepala BBLSDM Komdigi Medan sekaligus pemateri modul Social Media Analyst, Dr. Christiany Juditha, S.Sos., M.A., menegaskan bahwa paradigma pengelolaan media sosial pemerintah perlu berubah. "Di balik setiap percakapan masyarakat terdapat data yang sangat berharga. Jika dianalisis dengan baik, data tersebut dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat (evidence-based policy)," ungkapnya. Kompetensi ini dinilai krusial agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mampu menghadirkan komunikasi publik yang lebih adaptif, partisipatif, dan tepat sasaran.
Dalam kesempatan tersebut, Juditha juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Medan. Berdasarkan koordinasi dengan Kepala Dinas Kominfo Kota Medan, Arrahmaan Pane, pemanfaatan media sosial di Kota Medan kini tidak hanya diarahkan sebagai sarana penyebarluasan informasi, tetapi juga mulai dikembangkan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat dan menjaga kepercayaan publik di ruang digital.
Selain sesi diskusi panel, Booth BBLSDM Komdigi Medan juga mendapat perhatian besar dari para peserta. Kehadiran booth ini menyediakan berbagai layanan konsultasi mengenai program pengembangan kompetensi digital, penyelesaian modul Microskill, serta informasi pendaftaran pelatihan berbasis transformasi digital yang menjadi daya tarik tersendiri bagi kepala dinas dan perwakilan pemerintah daerah.

Keikutsertaan BBLSDM Komdigi Medan dalam Forum Komdigi APEKSI XVIII yang juga turut menghasilkan 10 rekomendasi strategis ini menjadi wujud nyata komitmen balai dalam memperkuat kapasitas ASN. Melalui tata kelola media sosial yang lebih strategis, pemerintah daerah diharapkan mampu mewujudkan ekosistem komunikasi publik yang modern, inklusif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan masyarakat di seluruh Indonesia. (RDSK)
Label
apeksi