Literasi Digital, Kabupaten Tangerang — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mempercepat langkah pelindungan anak di ruang digital dengan membekali 1.000 guru di Kabupaten Tangerang terkait Implementasi PP TUNAS dan Parental Control. Hal ini dilakukan guna membekali para pendidik sebagai benteng digital dan garda terdepan dalam mendampingi siswa dari risiko yang ada di ruang digital.
“Bapak/Ibu guru memegang peranan yang sangat penting dalam pelindungan anak di ruang digital, karena strategi pelindungan anak harus dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir. Jadi, selain kita (Kemkomdigi) membuat regulasinya (PP TUNAS), tapi juga kita melakukan edukasi, melakukan pelatihan literasi digital kepada bapak/ibu guru agar bisa menjadi benteng pelindungan anak di ruang digital," ucap Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital BPSDM Komdigi, Rizki Ameliah, saat memberikan keynote speech pada Pelatihan Implementasi PP Tunas dan Parental Control untuk Guru dan Tenaga Didik di Kabupaten Tangerang, Selasa (06/10/2026).

Pelindungan anak di ruang digital ini, lanjut Rizki Ameliah, tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Bapak/ibu guru memegang peran vital untuk membantu siswa memahami penggunaan teknologi secara aman dan mengenali risiko di ruang digital.
“Oleh karena itu sangat penting melakukan akselerasi implementasi PP TUNAS ini kepada bapak/ibu guru di Kabupaten Tangerang ini hari ini,” terangnya.
Hal tersebut didukung data bahwa di Kabupaten Tangerang penggunaan internetnya sangat masif, di mana penetrasi akses internet Provinsi Banten telah mencapai 89,10 persen dengan sekitar 3 juta pengguna internet dari total 3,3 juta jiwa populasi Kabupaten Tangerang.
“Pelatihan ini nantinya akan membedah secara teknis regulasi PP TUNAS yang mengatur Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) seperti platform media sosial yang dipakai sehari-hari seperti Instagram, TikTok, hingga layanan permainan daring, untuk menjamin keamanan ruang digital bagi anak,” pungkas Rizki Ameliah.

Sependapat dengan langkah Komdigi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Supriyadi, menyoroti ancaman nyata kecanduan gawai yang telah berdampak buruk pada perilaku dan kelangsungan pendidikan anak di wilayahnya. Ia menceritakan adanya kasus anak di lingkungan sekitar yang mengalami perubahan perilaku ekstrem, menjadi temperamental, hingga menolak sekolah akibat ketergantungan gawai.
"Di satu sisi kehadiran teknologi sangat bermanfaat untuk pembelajaran dan ekonomi, namun jika tidak ada porsi dan pengawasan yang bijak dari orang tua dan guru, dampaknya sangat berbahaya," ujar Supriyadi saat membuka acara secara resmi.
Ia mengapresiasi penuh kolaborasi Kementerian Komdigi dan Sinarmas Land yang telah memfasilitasi dan mendukung kegiatan ini untuk membantu memperkuat kapasitas pendidik daerah.
Sementara itu, Senior Vice President Corporate Affairs Sinarmas Land, Panji Himawan, menegaskan bahwa perlindungan anak merupakan investasi penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Mengusung komitmen Building for a Better Future, Sinarmas Land meyakini pembangunan kawasan kota mandiri harus sejalan dengan pembangunan kualitas manusianya.
"Tujuan kita bukan menjauhkan anak dari teknologi, tetapi memastikan mereka tumbuh sebagai generasi yang mampu memanfaatkan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, sekolah, dan orang tua," tegas Panji.
Pelatihan Implementasi PP Tunas dan Parental Control untuk Guru dan Tenaga Didik di Kabupaten Tangerang dipandu oleh Pandu Literasi Digital Yusuf Unggul Budiman. Para peserta dibekali praktik langsung penggunaan fitur parental control serta pemahaman aturan pembatasan waktu layar (screen time) berdasarkan usia anak.
Pengetahuan dari pelatihan ini diharapkan dapat disebarluaskan secara berantai (cascading) dari para guru yang hadir kepada sekitar 13.000 guru dan 3 juta masyarakat di Kabupaten Tangerang.

Pelatihan yang bersifat hybrid ini diikuti oleh 1.000 peserta, terdiri dari 250 peserta luring dan 750 peserta daring. Pelatihan yang merupakan hasil kolaborasi Kemkomdigi bersama Sinarmas Land dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang ini bertujuan membekali para pendidik sebagai garda terdepan dalam mendampingi siswa dari risiko digital, mulai dari kecanduan gawai, paparan konten negatif, hingga kejahatan siber.
Pelatihan implementasi PP Tunas dan parental control untuk guru dan tenaga didik di Kabupaten Tanggerang, adalah salah satu rangkaian kegiatan Literasi Digital Pendidikan dan Disabilitas oleh Pusat Pengembangan Literasi Digital Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi. Informasi terkait program Literasi Digital dan Keterampilan Digital Dasar dapat diakses melalui Instagram @literasidigital.info dan @literasidigitalkomdigi, serta Facebook Fanpage, TikTok, dan YouTube Literasi Digital Komdigi. (lry)
Narahubung
Diah Aliefya
Tim Literasi Digital Pendidikan dan Disabilitas
Pusat Pengembangan Literasi Digital BPSDM Komdigi
Kementerian Komunikasi dan Digital
Label
pelatihan, pp tunas, komdigi, keamanan digital, pelatihan digital, pelatihan digital, tanggerang, cakap digital, guru, pelatihan guru, pengajar