Medan, 6 Juni 2026 – Kepala Balai Besar Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BBLSDM Komdigi) Medan, Dr. Christiany Juditha, hadir sebagai narasumber dalam seminar bertajuk "Navigating Digital Future: Siap Kerja di Era Digital melalui Skill, Portofolio, dan Pengalaman Industri" yang diselenggarakan PK IMM FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Sabtu (6/6).

Seminar yang dihadiri mahasiswa dan peserta dari berbagai program studi itu bertujuan memberikan wawasan mengenai kesiapan menghadapi dunia kerja pada era digital yang terus berkembang. Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Christiany Juditha dan Dio Sadip dari PT. BME Indosat, yang berbagi pengetahuan serta pengalaman terkait perkembangan industri digital saat ini.
Dalam pemaparannya, Christiany Juditha menjelaskan bahwa transformasi digital dan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), telah membawa perubahan signifikan terhadap dunia kerja. Perubahan itu tidak hanya melahirkan berbagai profesi baru, tetapi juga menuntut setiap individu memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi.

Menurutnya, gelar akademik tetap memiliki peran penting sebagai dasar kompetensi. Namun, keterampilan dan pengalaman menjadi faktor pembeda yang semakin diperhitungkan dalam dunia kerja modern.
"Di era digital saat ini, talenta yang unggul tidak hanya dinilai dari latar belakang pendidikan, tetapi juga dari kemampuan, portofolio, dan pengalaman yang dimiliki," ujar Christiany Juditha dalam sesi pemaparannya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa terdapat dua kelompok keterampilan yang perlu dipersiapkan generasi muda, yaitu keterampilan teknis (hard skill) dan keterampilan nonteknis (soft skill). Hard skill meliputi literasi digital, pemanfaatan AI secara efektif, pengelolaan data, pembuatan konten digital, pemasaran digital (digital marketing), hingga manajemen proyek digital. Sementara itu, soft skill yang tidak kalah penting mencakup kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, adaptabilitas, dan kepemimpinan.

Selain penguasaan keterampilan, Christiany Juditha juga menekankan pentingnya pengalaman industri sebagai nilai tambah bagi mahasiswa dan lulusan baru. Pengalaman tersebut dapat diperoleh melalui berbagai aktivitas, seperti program magang, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), kegiatan organisasi, kompetisi, proyek kolaboratif, maupun pengalaman kerja lepas yang relevan dengan bidang yang diminati.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan tiga aspek utama yang perlu dipersiapkan untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja digital, yaitu keterampilan (skill), portofolio, dan pengalaman industri. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang pada era transformasi digital.

Seminar berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan peserta. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, termasuk mengenai strategi menghadapi tekanan dan tantangan yang kerap dialami generasi muda pada era digital.
Melalui kegiatan ini, BBLSDM Komdigi Medan terus mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia digital, khususnya di kalangan generasi muda, melalui berbagai program edukasi, literasi digital, serta kolaborasi dengan institusi pendidikan dan dunia industri. (BIBS/FS)
Label
komdigi, bblsdm, umsu, fisip, pk imm.