Gambar: b1Ww1PDPO73rPNs5MsyTeb89g4EWs9gAe5QbHUyN

MAKASSAR - Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) membawa perubahan terhadap dunia kerja sekaligus membuka peluang baru bagi generasi muda. Kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal tersebut dibahas dalam Seminar Nasional “Discovery Technology Creative 2026” yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) di Balai Sidang Unismuh Makassar, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri peserta perwakilan dari berbagai kampus di Makassar dan menghadirkan Baso Saleh, Kepala BBLSDM Komdigi Makassar, sebagai salah satu narasumber. Seminar turut menghadirkan Syamsu Rizal MI, Anggota Komisi I DPR RI, serta Sahabuddin, Psikolog Karier dan Akademisi.

Baso Saleh menjelaskan bahwa perkembangan AI terus berubah dari waktu ke waktu. Teknologi yang sebelumnya banyak dikenal melalui chatbot dan generative AI kini mulai berkembang ke arah AI agent.

“Perkembangan AI dulunya kita hanya mengetahui chatbot-nya saja yang kita sebut dengan generatif AI, sekarang ini orang sudah kembangkan dengan yang namanya AI agent, jadi perubahannya luar biasa,” ujarnya.

Perkembangan AI tidak hanya membawa perubahan pada teknologi, tetapi juga terhadap pola pekerjaan. AI dapat meningkatkan efisiensi dan menciptakan nilai baru, tetapi pada saat yang sama berpotensi memengaruhi pekerjaan yang bersifat rutin. Kondisi ini membuat peningkatan keterampilan menjadi penting dalam menghadapi perubahan dunia kerja.

Baso Saleh juga menyoroti pentingnya kemampuan generasi muda untuk terus beradaptasi melalui pembelajaran dan peningkatan kompetensi. Mahasiswa teknik memiliki peran strategis sebagai problem solver kreatif, terus memperbarui keterampilan, serta menghubungkan kemampuan akademik dengan kebutuhan industri.

Pengembangan SDM digital turut menjadi bagian dalam menghadapi perubahan tersebut. BBLSDM Komdigi Makassar menjalankan berbagai program pengembangan kompetensi digital serta melakukan pengukuran Indeks Kompetensi Digital (IKD) untuk memetakan kebutuhan intervensi program di wilayah kerja.

Tidak hanya perkembangan AI, keamanan siber juga menjadi bagian dari pembahasan dalam seminar. Syamsu Rizal MI menyampaikan bahwa masyarakat menghadapi serangan siber setiap hari yang dapat dikategorikan dalam konteks pertahanan internasional sebagai perang asimetris. Sahabuddin turut menyampaikan pandangannya mengenai penggunaan AI yang berkaitan dengan jaringan digital.

Mahasiswa perlu memahami perkembangan teknologi sekaligus mempersiapkan kemampuan yang relevan dengan perubahan tersebut. Pemanfaatan AI secara bijak dan peningkatan kompetensi menjadi bagian penting agar generasi muda tidak hanya menghadapi disrupsi teknologi, tetapi juga mampu melihatnya sebagai peluang untuk mengembangkan kemampuan dan menciptakan inovasi.


Label
artificial intelligence