Gambar: IMG 6296

MAKASSAR - Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar Pelatihan Literasi Digital di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 22-24 Juli 2026, bertempat di Hotel Continent Centrepoint Makassar, Jalan Adhiyaksa No. 15, Panakkukang, Kota Makassar.

Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Besar Latihan Sumber Daya Manusia (BBLSDM) Komdigi Makassar ini diikuti oleh 81 peserta yang terdiri atas para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perwakilan staf OPD se-Kabupaten Takalar, dengan tujuan meningkatkan kompetensi digital dan penguasaan teknologi perkantoran di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Menye, M.M., pada Rabu (22/7/2026) malam. Mengutip pemberitaan Tribun Timur, dalam sambutannya Bupati Takalar menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak dalam menjalankan birokrasi modern, mengingat hampir seluruh aktivitas masyarakat saat ini telah bergeser ke sistem digital, mulai dari transaksi keuangan hingga layanan publik. Ia menilai birokrasi harus bergerak lebih cepat agar tidak tertinggal dari laju perkembangan teknologi, sekaligus mengimbau seluruh peserta untuk mulai meninggalkan kebiasaan kerja administrasi manual yang selama ini masih mendominasi perkantoran.

Turut hadir sebagai narasumber pada sesi pembukaan, Kepala BBLSDM Komdigi Makassar, Drs. Baso Saleh, M.I.Kom, yang membawakan materi bertajuk Akselerasi Transformasi Digital ASN. Masih menurut Tribun Timur, dalam pemaparannya Baso Saleh menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi aparatur untuk menghadapi perubahan tata kelola pemerintahan yang kian mengarah pada sistem digital.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta dibagi ke dalam dua kelas yang berjalan paralel sesuai jenjang jabatan. Kelas A diikuti oleh para pimpinan OPD dengan materi Executive Awareness: Tata Kelola Keamanan Informasi Berbasis SNI ISO/IEC 27001:2022, yang dibawakan oleh Farhan Rafsanjani dari BBLSDM Komdigi Makassar. Materi ini membahas urgensi keamanan informasi di lingkungan pemerintahan, konsep dasar standar keamanan informasi, pengenalan ISO/IEC 27001:2022 beserta perubahan utamanya, pembahasan klausul-klausul inti dalam standar tersebut, gambaran umum kontrol keamanan informasi, hingga penyusunan rencana aksi tindak lanjut, dengan metode ceramah interaktif dan diskusi kasus.

Sementara itu, Kelas B diikuti oleh perwakilan staf OPD dengan materi Aplikasi Perkantoran, yang dibawakan oleh Kalashnikov dari BBLSDM Komdigi Makassar. Materi pada kelas ini berfokus pada penguatan keterampilan digital dasar untuk mendukung tugas administrasi sehari-hari, meliputi penggunaan perangkat lunak pengolah kata, lembar sebar (spreadsheet), dan presentasi tingkat dasar. Peserta dilatih secara praktik langsung, mulai dari membuat surat dengan fitur mail merge, menyusun laporan, membuat grafik atau chart, menggunakan fungsi aritmatika dan statistik dasar, melakukan pencetakan dokumen, hingga menyusun bahan presentasi yang dilengkapi objek visual seperti teks, gambar, suara, video, dan animasi.

Pelatihan yang berlangsung tiga hari ini diawali dengan registrasi dan pembukaan resmi pada malam pertama, dilanjutkan dengan pendalaman materi di masing-masing kelas secara intensif sepanjang hari kedua, sebelum akhirnya ditutup pada hari ketiga setelah sesi materi terakhir di pagi hari dan peserta melakukan check out dari hotel.

Melalui pelatihan ini, Pemkab Takalar berharap para pimpinan dan staf OPD semakin memahami pentingnya tata kelola keamanan informasi sekaligus cakap memanfaatkan aplikasi perkantoran, sehingga pelayanan pemerintahan kepada masyarakat dapat berjalan lebih profesional, efisien, dan sejalan dengan semangat transformasi digital ASN di Kabupaten Takalar.


Label
berakhlak