Gambar: 0yxBeSrtybODtQvO5eE5TDT81LNBBUD6OJSkiDv6

MAKASSAR - Pelayanan yang baik tidak hanya tentang memberikan informasi, tetapi juga memahami cara berkomunikasi yang tepat dengan setiap penerima layanan. Hal tersebut menjadi bagian dari pembahasan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelayanan Inklusif: Penguatan Etika & Komunikasi Isyarat yang digelar BBLSDM Komdigi Makassar di Ruang Pelatihan Lantai 1, Selasa, 6 Oktober 2026.

Kegiatan ini dihadiri Kepala BBLSDM Komdigi Makassar, Baso Saleh, Kepala Bagian Umum, Tasmil, dan sivitas BBLSDM Komdigi Makassar ini mengangkat pentingnya etika dalam membangun komunikasi yang nyaman dan setara. Baso Saleh menekankan bahwa pelayanan perlu diberikan dengan baik kepada siapa pun, termasuk sejak awal terjadinya interaksi.

“Yang paling penting adalah kontak pertamanya itu bagaimana mengenai etika, paling tidak kita memberikan pelayanan yang terbaik bagi siapapun,” ujar Baso Saleh.

Materi disampaikan oleh Andi Arfan dari Gerkatin Sulsel dan Faizah Badaruddin selaku Ketua DPC Gerkatin Makassar. Keduanya membahas berbagai pendekatan komunikasi, mulai dari bahasa ibu, Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), komunikasi verbal dengan memperhatikan gerakan bibir, hingga penggunaan tulisan. Peserta juga diperkenalkan dengan perbedaan BISINDO dan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), serta konsep pendidikan dwibahasa atau bilingual.

Etika dalam interaksi sehari-hari juga menjadi bagian penting dalam pemaparan. Untuk menarik perhatian teman Tuli, misalnya, dapat dilakukan dengan sentuhan ringan, bukan dengan berteriak atau melempar benda. Saat berkomunikasi, posisi berhadapan serta gerakan bibir yang jelas dapat membantu menciptakan interaksi yang lebih nyaman.

Akses informasi juga menjadi perhatian, seperti melalui tulisan, telepon seluler, informasi visual, penunjuk arah, dan teks sesuai kebutuhan. Petugas juga perlu memastikan pesan telah dipahami dengan baik karena anggukan belum tentu menunjukkan bahwa informasi telah diterima.

Pemahaman tersebut kemudian dipraktikkan melalui perkenalan, pengenalan abjad, dan cara memperkenalkan nama menggunakan bahasa isyarat. Petugas keamanan juga mengikuti simulasi pelayanan kepada tamu Tuli sebagai bagian dari latihan penerapan etika komunikasi dalam situasi pelayanan.

Kegiatan yang dipandu Farhan Rafsanjani selaku moderator dengan Tyas Harnando sebagai Juru Bahasa Isyarat ini menjadi ruang belajar bagi sivitas BBLSDM Komdigi Makassar untuk membangun pelayanan yang lebih ramah, komunikatif, dan inklusif bagi semua orang.

Pemahaman mengenai etika dan komunikasi isyarat menjadi bekal bagi sivitas BBLSDM Komdigi Makassar dalam memberikan pelayanan yang lebih peka terhadap kebutuhan setiap penerima layanan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam interaksi sehari-hari, sehingga tercipta pelayanan yang ramah, nyaman, dan setara bagi teman Tuli maupun seluruh penerima layanan.


Label
pelayanan