Birokrasi publik Indonesia mulai berakselerasi melewati fase adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence) generatif. Lewat Pelatihan Teknis AI Agent Dashboard for Public Administration Batch 2 yang diselenggarakan dengan mekanisme PNBP oleh Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital (PusPA Komdigi), para aparatur sipil negara (ASN) dilatih merancang AI Agent mandiri untuk mengotomatisasi tata kelola pemerintahan.
Pelatihan yang berlangsung secara luring pada 8–10 September 2026 di PusPA Komdigi ini diikuti oleh ASN dari lintas kementerian, pemerintah daerah (Pemda), lembaga/badan negara, hingga perwakilan perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia.
Dari sekadar Prompting ke Otomatisasi Lanjutan
Berbeda dari pelatihan digital lainnya, program ini mengeksplorasi penggunaan AI Agent—sistem cerdas yang mampu mengambil keputusan terstruktur dan menjalankan tugas administrasi secara mandiri berdasarkan instruksi spesifik.
"Penggunaan AI di sektor publik tidak lagi sebatas membuat draf dokumen atau mencari informasi. Kita masuk ke era ketika AI bekerja sebagai asisten virtual terintegrasi yang memangkas alur birokrasi yang rumit," ujar Charviano Hardika, ketua tim kerja Teknis dan Teknologi Baru, pada pembukaan pelatihan.
Kurikulum Berbasis No-Code: Memangkas Hambatan Teknis
Guna memastikan teknologi ini dapat diadaptasi dengan cepat tanpa bergantung pada tim pemrogram eksternal, PusPA Komdigi menyusun tiga mata pelatihan utama berbasis praktis:
-
Prinsip Smart Governance
Penanaman pondasi, etika, tata kelola data, dan keamanan informasi publik sebelum mengintegrasikan AI ke dalam sistem birokrasi. -
Perancangan AI Agent Dashboard (No-Code/Low-Code)
Pelatihan memanfaatkan platform tanpa kode (no-code/low-code) sehingga peserta non-teknis dapat membangun alur kerja cerdas (smart workflow) secara mandiri. -
Praktik Pengembangan Dashboard Administrasi Publik
Simulasi langsung pembuatan dashboard interaktif yang mampu mengolah data pelayanan publik, pengaduan masyarakat, hingga analisis kebijakan secara real-time.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Transformasi Nasional
Hadirnya peserta yang merupakan ASN dari jajaran Kementerian, Pemda, dan perguruan tinggi, akan menciptakan ruang kolaborasi strategis untuk masa depan pekerjaan ASN. Langkah ini dinilai strategis untuk menyelaraskan standar pelayanan publik berbasis AI di tingkat pusat maupun daerah.
Melalui pelatihan Batch 2 ini, PusPA Komdigi menargetkan lahirnya ASN yang adaptif di tiap instansi yang mampu mentransformasi data administrasi publik menjadi layanan digital yang responsif, transparan, dan efisien.
Label
puspa komdigi, asn, ai agent, chatbot