MAKASSAR - BBLSDM Komdigi Makassar bersama Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Tanah Papua menggelar koordinasi dan pembahasan kerja sama program pelatihan, Rabu, 7 Oktober 2026. Kegiatan dihadiri Kepala BBLSDM Komdigi Makassar Baso Saleh, Dr. Robert J. Betaubun dari YPK Tanah Papua, serta jajaran BBLSDM Komdigi Makassar dan perwakilan YPK Tanah Papua.
BBLSDM Komdigi Makassar dan YPK Tanah Papua menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Pembahasan juga mencakup rancangan program “AI-Ready ASEAN: Penguasaan Literasi dan Implementasi Kecerdasan Artifisial.”
M. Faisal Risani dari Komdigi, Tim Aparatur Digital, memaparkan rancangan pembelajaran yang mencakup literasi dan fondasi AI, kreasi dan implementasi praktis, serta tata kelola dan keamanan. Materinya meliputi pengenalan dan keragaman AI, pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari, AI generatif, prompt engineering, kreasi dan analisis konten, hingga pengembangan dasar AI.
Materi lainnya mencakup misinformasi, etika dan bias, plagiarisme dan hak cipta, serta privasi data. Rancangan tersebut juga memuat pemetaan pekerjaan dan lanskap karier masa depan, keterampilan baru yang didorong AI, serta strategi pengembangan kompetensi kognitif.
Dari sisi pelaksanaan, program dirancang selama 12 jam pelajaran (JP) dengan metode synchronous dan asynchronous, terdiri dari 4 JP sesi tatap muka melalui Zoom dan 8 JP pembelajaran mandiri melalui LMS. Pelaksanaannya direncanakan selama tiga hari, meliputi inisiasi dan sinkronisasi, akselerasi mandiri, serta penguasaan dan evaluasi.
Rencana pelatihan di Jayapura turut menjadi bagian pembahasan, dengan target peserta yang direncanakan mencakup guru, operator, dan ASN. Pembahasan tersebut melengkapi koordinasi antara BBLSDM Komdigi Makassar dan YPK Tanah Papua dalam menyiapkan rencana pelatihan AI.