Gambar: WS 1 UGM j

YOGYAKARTA, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Pusat Pengembangan Talenta Digital bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop 1 Program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) Batch 2 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 1-2 Oktober 2026, bertempat di Balai Pertemuan Lantai 2 Perpustakaan UGM, Yogyakarta, menjadi ajang penting untuk memperkuat kompetensi talenta digital dalam penelaahan use case pelayanan publik berbasis Artificial Intelligence (AI).

Program AITF dirancang secara khusus untuk mencetak talenta unggul di bidang kecerdasan artifisial. Pada penyelenggaraan Batch 2 ini, fokus pengujian menitikberatkan pada pengembangan inovasi "AI-Driven Review System untuk Evaluasi Program Kerja" yang diajukan oleh Biro Perencanaan Kementerian Komdigi selaku pemilik use case .

Mendorong Efisiensi Tata Kelola Perencanaan dan Penganggaran

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Komdigi, Dr. Gunawan Hutagalung, S.T., M.T., menekankan pentingnya peran para peserta AITF sebagai garda terdepan untuk menutup adoption gap atau celah adopsi teknologi di sektor pemerintahan.

"Tantangan utama yang dihadapi saat ini bukan hanya mencetak talenta, melainkan menutup celah adopsi (adoption gap). Prototipe yang dikembangkan beserta talenta yang terlibat dipastikan tidak berhenti pada tahap prototipe saja, melainkan dapat masuk (onboard) dan diimplementasikan secara riil di industri maupun sektor pemerintahan. Peserta AITF diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengimplementasikan teknologi AI di sektor-sektor strategis dan tidak hanya berhenti pada hasil riset sementara," tegas Gunawan.

Perwakilan Biro Perencanaan Kementerian Komdigi menjelaskan bahwa pengembangan sistem AI ini ditujukan untuk mempermudah, mempercepat, serta menjaga konsistensi standar kualitas evaluasi dokumen Kerangka Acuan Kerja (KAK/TOR) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dari seluruh Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Komdigi. Seiring dengan banyaknya usulan kegiatan yang perlu dievaluasi, sistem berbasis AI diharapkan dapat mendukung proses pemeriksaan awal dan analisis substansi secara lebih cepat, konsisten, dan transparan.

Penerapan Prinsip Responsible AI dan Human-in-the-Loop

Pengembangan inovasi AI ini tetap mengedepankan prinsip etika dan tata kelola yang bertanggung jawab (Responsible AI). Haryukresno Widhiputranto, B.Eng., M.P.P., dari Direktorat Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kementerian Komdigi, menyampaikan pentingnya penerapan 9 Nilai Etika AI, termasuk kehati-hatian terhadap risiko data drift serta kepatuhan pada Peraturan dan Surat Edaran Etika AI Komdigi.

Sistem yang dibangun menggunakan pendekatan Human-in-the-Loop. Artinya, teknologi AI berfungsi sebagai decision support system yang memberikan analisis awal dan rekomendasi, sementara keputusan akhir verifikasi dan penetapan persetujuan tetap berada di Biro Perencanaan. Selain itu, seluruh proses pemrosesan data dilakukan melalui penyamaran identitas sensitif (data masking) demi menjamin Perlindungan Data Pribadi (PDP).

Kolaborasi Teknis Tim Mahasiswa UGM

Workshop 1 AITF UGM Batch 2 memaparkan pencapaian teknis Fase 1 dan perancangan arsitektur sistem dari dua tim mahasiswa bimbingan dosen dan tutor teknis UGM:

  • Tim 1 (Ekstraksi Data & Rule Engine): Mengembangkan PDF Text Extraction Engine untuk mengurai dan memetakan struktur bab/tabel dokumen TOR/RAB, serta merancang rule engine untuk validasi format dan kelengkapan administratif.

  • Tim 2 (Substansi & RAG/LLM Engine): Mengembangkan sistem analisis substansi berbasis Retrieval-Augmented Generation (RAG) dan Large Language Model (LLM) untuk menguji keselarasan dokumen perencanaan terhadap regulasi acuan dan Prioritas Nasional (RPJMN), menggunakan basis data PostgreSQL dan Qdrant Vector Database.

Komitmen Menuju Workshop 2

Ketua PMO AITF UGM, Anny Triana, memberikan apresiasi atas antusiasme dan komitmen tinggi dari para peserta, dosen pembimbing, serta tim teknis. Ia mengingatkan agar para peserta terus aktif berdiskusi melalui grup koordinasi serta menyelesaikan alur Learning Path (LP) yang telah ditetapkan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penetapan agenda tindak lanjut (Action Items) untuk mempersiapkan tahapan Continual Pre-Training (CPT) serta Supervised Fine-Tuning (SFT) model AI menjelang pelaksanaan Workshop 2 yang dijadwalkan pada akhir bulan Oktober 2026.

Melalui sinergi antara Kementerian Komdigi dan Universitas Gadjah Mada, Program AITF diharapkan terus melahirkan talenta digital transformatif yang siap mengakselerasi digitalisasi tata kelola pemerintahan Indonesia.