MALANG, 9 Juni 2026 – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) sukses menyelenggarakan Workshop 3 Program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF). Acara yang bertujuan mencetak talenta digital andal ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 8–9 Juni 2026, di Gedung Algoritma FILKOM UB.
Workshop ini merupakan tahap krusial di mana 38 mahasiswa terpilih menyatukan dan menyempurnakan hasil kerja mereka. Fokus utamanya adalah mengembangkan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) terapan untuk menyelesaikan dua masalah nyata di masyarakat, yaitu inovasi sistem pembelajaran untuk Sekolah Rakyat dan sistem cerdas untuk Pemetaan Kemiskinan dan Bantuan Sosial.
Inovasi AI untuk Solusi Nyata Masyarakat
Selama workshop berlangsung, para peserta mendapat bimbingan langsung dari para ahli Komdigi dan pemangku kepentingan agar teknologi yang diciptakan benar-benar aplikatif. Berikut adalah dua inovasi utama yang terus dimatangkan:
-
Pendidikan yang Lebih Interaktif (Sekolah Rakyat): Mahasiswa menciptakan aplikasi belajar cerdas yang dilengkapi dengan asisten virtual (chatbot). Sistem AI ini bisa mendeteksi emosi siswa melalui kamera untuk mengetahui apakah mereka bosan atau kesulitan, lalu secara otomatis menyesuaikan materi pelajaran dan menyajikan game edukasi yang sesuai dengan kemampuan kognitif siswa tersebut.
-
Bantuan Sosial Tepat Sasaran (Pemetaan Kemiskinan): Tim mahasiswa merancang sistem pintar untuk menyeleksi warga yang paling berhak menerima bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) Plus. Hebatnya, sistem ini mampu menganalisis foto kondisi fisik rumah (dinding, atap, lantai) secara otomatis untuk memvalidasi kelayakan penerima bantuan, sehingga penyaluran menjadi jauh lebih akurat dan terhindar dari salah sasaran.
Kolaborasi Lintas Instansi Wujudkan Kebijakan Berbasis Data
Keberhasilan program ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antara Pemerintah Pusat (Komdigi dan Kementerian Sosial), pihak akademisi (Universitas Brawijaya), serta Pemerintah Daerah (Dinas Kominfo dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur).
Menutup kegiatan tersebut, Wakil Dekan FILKOM UB, Sabriansyah Rizqika Akbar, memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh peserta dan dukungan dari berbagai pihak selama berjalannya program. Ia menekankan pentingnya pengembangan model kecerdasan buatan yang optimal agar hasilnya dapat segera dimanfaatkan secara nyata oleh instansi terkait.
Program AITF diharapkan dapat terus menjadi wadah pembelajaran kolaboratif yang mampu melahirkan inovator muda. Harapannya, generasi ini tidak hanya ahli secara teknis, tetapi juga mampu memecahkan permasalahan bangsa melalui kebijakan yang akurat dan berbasis data (data-driven policy).