Gambar: 5

Pada hari Selasa, 10 Februari 2026, bertempat di Ruang Rapat Pusat Pengembangan Talenta Digital, telah dilaksanakan Rapat Pembahasan AI Talent Factory (AITF) bersama Enterprise Singapore serta Kick Off Program AITF Komdigi–ITS Tahun 2026.

Kegiatan dihadiri oleh Tim Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Komdigi, perwakilan Enterprise Singapore, Direktur dan Tim Pengawasan Ruang Digital Komdigi, tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), serta peserta AITF ITS 2026.

Pembahasan Kolaborasi AITF dengan Enterprise Singapore

Dalam sesi pembahasan bersama Enterprise Singapore (ES), kedua pihak melakukan pertukaran informasi mengenai proses bisnis, skema business matching, serta peluang kolaborasi lintas pemerintah dan industri, khususnya pada bidang kecerdasan artifisial (AI).

Tim Pusat Pengembangan Talenta Digital memaparkan berbagai program pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital yang telah berjalan, termasuk AITF sebagai program intensif dalam pengembangan talenta AI. Pendekatan AITF yang berbasis use case dinilai memiliki keselarasan dengan model pengembangan talenta yang dikembangkan oleh AI Singapore.

Beberapa peluang kerja sama yang dijajaki antara lain:

  • Kolaborasi expert lecture dengan melibatkan akademisi atau praktisi dari universitas di Singapura;

  • Potensi pemagangan bagi lulusan program pada perusahaan Singapura yang beroperasi di Indonesia;

  • Pertukaran pengetahuan dan penguatan desain program melalui konektivitas dengan ekosistem AI di Singapura.

Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa produk pengembangan AI dari AITF Batch 1 Tahun 2025 telah menghasilkan solusi yang mampu mengidentifikasi situs judi daring dan saat ini telah dimanfaatkan oleh Direktorat Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi sebagai bagian dari penguatan tata kelola ruang digital.

Kolaborasi yang diperluas diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan jumlah peserta program pengembangan talenta digital, sekaligus memperkuat ekosistem AI nasional yang adaptif dan berdaya saing global.

Kick Off AITF Komdigi–ITS 2026

Kegiatan Kick Off AITF 2026 di ITS dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital dan Direktur Pengawasan Ruang Digital Komdigi. Dalam sambutannya, disampaikan apresiasi atas kolaborasi strategis dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember dalam penyelenggaraan program AITF tahun 2026.

AITF merupakan bagian dari komitmen Komdigi dalam menyiapkan talenta AI yang unggul, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. Program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan implementasi melalui pembelajaran berbasis kasus nyata (use case), mentoring, expert lecture, workshop, dan studi kasus lintas sektor.

Sebanyak 40 mahasiswa terpilih mengikuti program yang dilaksanakan pada Februari hingga Juni 2026. Rangkaian kegiatan mencakup onboarding, eksplorasi permasalahan, perumusan solusi, pengembangan model AI, hingga finalisasi dan Demo Day. Selain penguatan kompetensi teknis, program ini juga menekankan aspek etika, akuntabilitas, dan tanggung jawab dalam pemanfaatan AI untuk transformasi digital nasional.

Fokus Use Case: DFK dan PP TUNAS

Dalam pemaparan teknis, disampaikan dua use case utama yang menjadi fokus AITF ITS 2026, yaitu:

  1. DFK (Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian);

  2. PP TUNAS, terkait perlindungan anak di ruang digital.

Direktorat Pengawasan Ruang Digital Komdigi menyampaikan bahwa isu perlindungan anak dan pengendalian konten negatif di ruang digital menjadi perhatian serius negara. Sejak 5 September 2025, patroli siber harian yang dilakukan bersama lintas kementerian/lembaga telah menindaklanjuti ribuan aduan konten bermuatan DFK melalui proses takedown.

Pengembangan solusi berbasis AI dalam AITF diarahkan untuk:

  • Mendeteksi dan mengklasifikasikan konten DFK berbasis teks, gambar, video, dan audio;

  • Melakukan pemetaan tren isu dan deteksi dini lonjakan topik yang berpotensi viral;

  • Mengembangkan pendekatan agentic model dan Retrieval-Augmented Generation (RAG) untuk pembandingan fakta berbasis sumber valid;

  • Mewujudkan prototipe (Minimum Viable Product/MVP) sebagai tools monitoring dan analisis pola persebaran konten bermasalah.

Rancangan pengembangan dilakukan secara end-to-end, mulai dari pemetaan tren, pengayaan kata kunci, crawling data, hingga klasifikasi dan reasoning berbasis model AI. Peserta akan melakukan continued pre-training dan supervised fine-tuning pada model fondasi (LLM/VLM), dengan pendampingan intensif serta penguatan kapasitas teknis, termasuk pemanfaatan GPU.

Penguatan Peran Perguruan Tinggi

ITS mengintegrasikan AITF sebagai bagian dari Capstone Project/BKP pada semester 6 dan 7, melibatkan Program Studi Teknik Informatika, Rekayasa Kecerdasan Artifisial, dan Rekayasa Perangkat Lunak. Perguruan tinggi berperan sebagai Project Management Office (PMO) yang memastikan monitoring progres, pendampingan dosen pembimbing, serta koordinasi lintas tim berjalan optimal.

Program dilengkapi dengan:

  • Expert lecture wajib dari diaspora, mitra industri, akademisi, dan praktisi;

  • Workshop bulanan untuk evaluasi progres;

  • Pertemuan mingguan dan dua mingguan lintas kampus;

  • Demo Day sebagai ajang presentasi prototipe atau MVP solusi AI.

Melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan mitra internasional, AITF Komdigi–ITS 2026 diharapkan mampu melahirkan solusi konkret untuk penguatan pengawasan ruang digital serta mencetak talenta AI yang kritis, kolaboratif, adaptif, dan bertanggung jawab dalam mendukung transformasi digital Indonesia.


Label