Gambar: WS 1 UB

MALANG – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Pusat Pengembangan Talenta Digital Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) bekerja sama dengan Universitas Brawijaya (UB) dan Kementerian Sosial (Kemensos) menyelenggarakan kegiatan Workshop 1 AI Talent Factory (AITF) Batch 2 Tahun 2026. Kegiatan bertema pengembangan talenta dan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) ini berlangsung pada Senin hingga Selasa, 5–6 Oktober 2026, bertempat di Auditorium Algoritma Gedung G.1.2 Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya, Malang.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Komdigi, Gunawan Hutagalung; Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, Tri Astoto Kurniawan; Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Konsolidasi Program Pengentasan Kemiskinan, Fajar Wahyu Hermawan; Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Sistem Informasi Manajemen, Dardo Pratistyo; Tim Ahli Kementerian Sosial RI, Ujang Taofik Hidayat; Kepala BLSDM Komdigi Surabaya, Bagus Winarko; serta jajaran mentor teknis dan peserta mahasiswa.

Pengembangan Talenta Terampil dan Solusi Nyata Berbasis AI

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Komdigi, Gunawan Hutagalung, menekankan pentingnya pembentukan skill set AI yang spesifik dan praktis bagi talenta digital. Pihaknya terus mendorong pengembangan AITF Center guna menjangkau kemitraan yang lebih luas serta mendukung adopsi teknologi AI di berbagai sektor pemerintahan.

"Melalui program AITF ini, para peserta dilatih untuk menghasilkan produk prototipe yang siap diimplementasikan secara riil. Implementasi AI tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan potensi yang ada di perguruan tinggi, kita dapat menghasilkan prototipe yang berdampak langsung bagi masyarakat dan layanan publik," ujar Gunawan.

Dekan Filkom Universitas Brawijaya, Tri Astoto Kurniawan, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi berkelanjutan ini. Menurutnya, program ini memberikan exposure dan pengalaman praktis (real-world case) bagi para mahasiswa sehingga tidak hanya mengandalkan ijazah akademis, tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi industri yang kuat.

Pada kesempatan ini, Tenaga Ahli Menteri Ahli Sosial bersama Tim Ahli dari Kementerian Sosial turut mengawal pengembangan use case selama dua hari pelaksanaan Workshop.

Fokus pada Pengembangan Teknologi untuk Sekolah Rakyat

Pada AITF Batch 2 ini, kolaborasi dengan Kementerian Sosial difokuskan pada penguatan fasilitas dan pengawasan di lingkungan Sekolah Rakyat (SR). Tenaga Ahli Kemensos, Ujang Taofik Hidayat, menjelaskan bahwa pengintegrasian teknologi AI diharapkan dapat memitigasi serta mendeteksi secara dini isu-isu di lingkungan pendidikan, seperti perundungan (bullying), kekerasan, intoleransi, hingga pengawasan fasilitas.

Pengembangan prototipe AI dalam workshop ini mencakup beberapa fokus modul teknis, antara lain:

  1. Teacher Character & Speech Cloning

Menghadirkan karakter guru virtual 2D/3D yang dapat berbicara dengan menggunakan kloning suara guru untuk membacakan narasi modul secara otomatis

  1. Model Pembelajaran Digital:
    Pembuatan materi ajar interaktif dan konten pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka bagi tingkat SD dan SMP.

  1. Penggunaan Sistem RAG

Melakukan retrieval dokumen bahan ajar guru untuk dilakukan augmentation dan generation ke model LLM yang sudah dilatih untuk menghasilkan konten belajar siswa yang terpersonalisasi

  1. Early Warning CCTV System:
    Deteksi dini kondisi lingkungan sekolah, identifikasi kondisi ruangan, serta analisis potensi gangguan keamanan.

  1. AI Companion & Mentor Chatbot:
    Chatbot interaktif berbasis pedagogi untuk mendampingi serta merangsang pola pikir kritis siswa dalam belajar.

  1. Dashboard & Integrasi:
    Pengintegrasian model-model AI ke dalam satu sistem dashboard monitoring yang intuitif bagi pendidik dan pengelola.

Target Penyelesaian Akhir November 2026

Tim PMO AITF menyampaikan bahwa intensifikasi pengerjaan prototipe dan model AI (fine-tuning, optimasi kuantisasi model, hingga integrasi sistem) ditargetkan rampung pada akhir November 2026 agar dapat segera siap diuji coba.

Melalui sinergi antara Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Sosial, dan Universitas Brawijaya, program AITF Batch 2 ini diharapkan mampu mencetak talenta AI unggulan sekaligus menghadirkan inovasi teknologi yang berdampak nyata bagi dunia pendidikan nasional.