PADANG — Politeknik Negeri Padang (PNP) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Republik Indonesia menyelenggarakan Workshop 1 Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) Batch 2 Tahun 2026 pada 8–9 Oktober 2026. Kegiatan selama dua hari ini berlangsung di Gedung C dan Ruang Teater, Gedung SBSN Lantai 3, Politeknik Negeri Padang.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas talenta digital di lingkungan perguruan tinggi vokasi, khususnya dalam pengembangan dan penerapan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk menjawab tantangan nyata di ruang digital. Pada pelaksanaan AITF Batch 2, tim PNP berfokus pada pengembangan solusi AI untuk mendukung deteksi, pemantauan, dan penanganan konten perjudian daring atau judi online untuk mendukung pengawasan dan penanganan konten perjudian online di ruang digital.
Fokus utama penyelenggaraan Workshop 1 ini adalah mengevaluasi progress Fase 1 pengerjaan use case. Selain itu, kegiatan ini memberikan arahan strategis guna memperjelas workflow serta penyusunan dashboard output pada tahap berikutnya. Melalui skema ini, para peserta tidak sekadar mendalami konsep kecerdasan artifisial, melainkan juga merancang solusi praktis atas permasalahan konkret. Prosesnya mencakup formulasi model, pengujian sistem, hingga penyempurnaan produk yang siap mengoptimalkan kinerja instansi pemerintah.
Kolaborasi Strategis dan Komitmen Kampus Vokasi
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi, Dr. Ir. I Nyoman Adhiarna, M.Eng. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Program AITF merupakan pelatihan tingkat tinggi yang berorientasi pada penyelesaian masalah nyata (use case) di masyarakat dan pemerintahan.
"Program AITF bukan pelatihan biasa, melainkan program insentif selama kurang lebih semester 2 tahun ini agar peserta memperoleh pengalaman praktis membangun model berbasis AI. AI bukanlah tujuan akhir, melainkan alat bantu untuk memberikan nilai tambah dalam menyelesaikan permasalahan nyata," tegas I Nyoman Adhiarna.
Dalam sambutannya, Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik Negeri Padang, Dr. Nurul Fauzi, S.E., M.M., Ak., CA., menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kemkomdigi atas kepercayaan yang diberikan kepada PNP sebagai mitra perguruan tinggi pada program AITF Batch 2. Komitmen PNP dalam mendukung program ini diwujudkan melalui penyiapan infrastruktur pendukung, seperti supercomputer, serta pembinaan intensif bagi dosen dan mahasiswa demi mewujudkan PNP sebagai pusat unggulan (Center of Excellence) di bidang AI.
Nurul Fauzi menegaskan, "Hasil akhir dari program ini diharapkan dapat melampaui capaian akademis semata, dengan menghadirkan solusi konkret yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat, pemerintah daerah, hingga tingkat nasional."
Inovasi AI Memerangi Judi Online di Ruang Digital
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pengendalian Ruang Digital Kemkomdigi, Safriansyah Yanwar Rosyadi, S.H., M.S.E., M.A., menggarisbawahi pentingnya penanganan cepat terhadap maraknya konten judi online di alam digital. Beliau mengungkapkan bahwa sejak 2017 hingga Oktober 2026, pihak Kemkomdigi sudah melakukan pemblokiran dan penindakan terhadap kurang lebih 9 juta konten perjudian online.
Safriansyah juga menerangkan bahwasanya teknik promosi judi online kini makin berkembang, antara lain dengan memanfaatkan kolom komentar media sosial lewat penggunaan bahasa slang, simbol-simbol khusus, yang dioperasikan secara menggunakan otomatisasi atau bot. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan sistem kecerdasan buatan (AI) yang responsif dan cerdas untuk memantau serta melacak modus operandi tersebut secara langsung (real-time).
Sebagai pelengkap teknis, Jawara Wahyu Al Faraday, S.Kom. dari Tim Cyber Drone 9 (Pengendalian Ruang Digital Kemkomdigi) memaparkan tata cara pelaksanaan patroli siber, pengumpulan bukti digital—seperti tangkapan layar, akun, komentar, alamat IP, dan URL—hingga mekanisme pelaporan guna tindakan penurunan (take down) konten.
Kuliah Umum Industri dan Capaian Tim Mahasiswa
Di hari kedua pelaksanaan, Muhammad Nurhakim selaku MVP Ekosistem Regulatory Affairs PT Indosat Tbk. memberikan kuliah umum dari industri telekomunikasi. Beliau memaparkan aplikasi AI di sektor telekomunikasi, termasuk penanganan tautan berbahaya secara proaktif dan implementasi fitur anti-scam (SATSPAM).
Selama workshop, tiga tim mahasiswa Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) Politeknik Negeri Padang mempresentasikan capaian dan progres pengembangan minimum viable product (MVP), yang terdiri dari:
-
Tim 1 (Klasifikasi Komentar): Berfokus pada pembersihan data, normalisasi, dan klasifikasi komentar promosi judi online menggunakan eksplorasi model Large Language Model (LLM/SLM).
-
Tim 2 (Ekstraksi Kata Kunci & Entitas): Menyusun taksonomi keyword, brand, dan remarks, serta melatih model AI untuk mengenali pola teks tersembunyi.
-
Tim 3 (Crawler & Agentic Browser Dashboard): Mengembangkan sistem otomatis pengumpul data (crawler) multi-platform (YouTube, Instagram, TikTok, Facebook), agentic browser penelusur bukti rekening/kontak promotor, serta penyiapan Dashboard.
Melalui pelaksanaan Workshop 1 AITF 2026 ini, Politeknik Negeri Padang dan Kemkomdigi berkomitmen untuk terus menyempurnakan inovasi AI hingga siap diintegrasikan dalam menjaga kedaulatan serta keamanan ruang digital Indonesia.