Gambar: Pelatihan Affiliate Marketing Bersama ISNU Sidoarjo

Sidoarjo, 28 September 2026— Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bertajuk Affiliate Marketing Menggunakan Artificial Intelligence (AI) bersama Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sidoarjo digelar di Aula Balai Latihan Sumber Daya Manusia (BLSDM) Komdigi Surabaya. Kegiatan ini diikuti sebanyak 65 peserta yang berasal dari kalangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pelatihan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan menghadirkan Ening Tri Ayu Alfiyanti sebagai pengajar serta Istri Rumi Andriyani dan Nur Rahmatulisa sebagai asisten pengajar.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan platform digital untuk mendukung kegiatan pemasaran melalui program affiliate marketing. Materi mencakup pengenalan program affiliate Shopee, pembuatan konten affiliate, hingga cara mengunggah dan membagikan konten kepada calon konsumen.

Selain itu, Istri Rumi turut memberikan materi mengenai affiliate melalui Lynk.id. Peserta diberikan pemahaman mengenai tips dan trik dalam menyusun strategi konten, hingga pentingnya melakukan produksi konten secara rutin dan konsisten untuk mendukung pemasaran digital.

Materi mengenai affiliate TikTok juga turut disinggung dalam pelatihan. Namun, pembahasan lebih difokuskan pada affiliate Shopee karena proses penggunaannya dinilai lebih mudah dipahami dan dipraktikkan oleh peserta.

Pelatihan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami penerapannya secara langsung. Pemanfaatan AI menjadi salah satu bagian yang diperkenalkan untuk membantu peserta membuat dan mengembangkan konten secara lebih cepat dalam menghadapi kebutuhan pasar digital.

Salah satu peserta, Listi Ayuni, mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang bermanfaat melalui pelatihan tersebut. “Alhamdulillah saya mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat. Ilmu semacam ini baru saya peroleh dari sini. Semoga ke depan dari BLSDM akan meningkatkan pelatihan seperti ini agar berdampak pada sekitarnya,” ujar Listi Ayuni.

Hal senada disampaikan Lutfi Maulana dari SMK ITABA. Menurutnya, materi yang diberikan menarik karena peserta dapat langsung mempraktikkan materi yang disampaikan dan sesuai dengan kebutuhan di era digital. “Menarik sekali karena kita bisa langsung praktik dan materinya sangat relevan dengan kebutuhan digital, kebutuhan agar cepat merespons pasar dan kebutuhan bagaimana kita untuk mendesain dengan cepat melalui AI,” kata Lutfi.

Sementara itu, Eri dari UPN Rungkut menilai pelatihan tersebut memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai affiliate marketing. Ia menyebut materi yang disampaikan mudah dipahami dan dapat segera dipraktikkan. “Ini untuk pertama kalinya saya ikut pelatihan affiliate yang clear, istilahnya jelas, materinya jelas, mudah dipahami dan insyaallah bisa dipraktikkan segera. Sayangnya waktu pelatihannya pendek. Dulu pernah sampai delapan hari tapi masih kurang, karena saking bagusnya materinya. Materinya bagus, trainernya kompeten,” ungkap Eri.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan dapat memahami strategi pemasaran digital sekaligus memanfaatkan teknologi AI dalam proses produksi konten. Pengetahuan mengenai affiliate marketing juga diharapkan dapat menjadi salah satu bekal bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan promosi dan menjangkau pasar melalui platform digital. (FS)


Label
pelatihan, umkm, ai, tik, marketing, affiliate, usaha