Surabaya, 27 Januari 2026 — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Pengembangan Talenta Digital di Lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Ruang Hayam Wuruk, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI Said Mirza Pahlevi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, Kepala BPSDMP Kominfo Surabaya Bagus Winarko, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur Gugi Wicaksono, Ketua Relawan TIK (RTIK) Jawa Timur Muhajir Sulthonul Aziz, para Kepala Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur, para Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika kabupaten/kota se-Jawa Timur, para rektor perguruan tinggi di Jawa Timur, serta peserta dari bagian literasi digital di Jawa Timur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan dari Kepala Bidang Aplikasi Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Gugi Wicaksono. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa pengembangan talenta digital saat ini menjadi kebutuhan yang semakin luas dan tidak hanya terbatas pada pelajar. “Pengembangan talenta digital saat ini tidak hanya dibutuhkan oleh pelajar, tetapi juga oleh para pekerja, seiring dengan tuntutan transformasi digital yang terus berkembang di berbagai sektor,” ujar Gugi Wicaksono.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya program pengembangan talenta digital sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang digital. “Program pengembangan talenta digital ini sangat membantu dalam mendorong penguatan kapasitas kita di dunia digital. Program ini tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga mendukung upskilling bagi pencari kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri, serta mengurangi kesenjangan kemampuan digital bagi para pekerja,” ungkap Sherlita.
Lebih lanjut, ia berharap perguruan tinggi dapat mengambil peran aktif dalam pengembangan talenta digital di Jawa Timur. “Kami berharap perguruan tinggi dapat terlibat langsung dalam pengembangan talenta digital. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) di Jawa Timur, mengingat masih adanya perbedaan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja,” tambahnya.
Agenda utama kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi Program Pengembangan Talenta Digital Nasional yang disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Said Mirza Pahlevi. Dalam paparannya, ia menjelaskan strategi pemerintah dalam menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan talenta digital. “Kami berupaya mengurangi gap antara supply dan demand tenaga kerja digital dengan membantu menciptakan talenta yang memiliki kapasitas sesuai dengan permintaan industri dan telah tersertifikasi. Selain itu, diperlukan proses reskilling yang mampu menyesuaikan dengan tren kebutuhan saat ini, seperti Cloud Computing, Data Center, dan Artificial Intelligence,” jelas Said Mirza Pahlevi.
Ia juga memaparkan sejumlah program unggulan pengembangan talenta digital, antara lain Vocational Blended Learning (VBL) yang diutamakan bagi pelajar kejuruan dan vokasi, Future Talent Track Digital Expertise (F-DEX) yang diutamakan bagi mahasiswa non-vokasi, Professional Track Digital Expertise (P-DEX) yang ditujukan bagi masyarakat umum dan pekerja, serta Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) yang diperuntukkan bagi perguruan tinggi dengan jurusan tertentu.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, melibatkan seluruh peserta dari berbagai pemangku kepentingan. Diskusi membahas peluang kolaborasi serta strategi implementasi program pengembangan talenta digital di Jawa Timur.
Acara ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem talenta digital yang adaptif dan berdaya saing. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya dapat semakin memperkuat pengembangan talenta digital di Jawa Timur, sehingga mampu menjawab kebutuhan industri dan mendorong transformasi digital yang berkelanjutan. (YA)
Label
sosialisasi, jawa timur, talenta digital