Dihadiri oleh Menteri Komdigi, Meutya Viada Hafid dan Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, peluncuran program secara simbolis dilakukan dengan menekan tombol sirine secara bersama-sama. Program Talenta Digital Jatim Mendunia diharapkan menjadi momentum dalam pembaruan kerja sama strategis antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyiapkan talenta digital berdaya saing global.
Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya menekankan peran Jawa Timur sebagai co-creator dalam ekosistem digital talenta mendunia, untuk memastikan talenta digital yang tumbuh merata dan terhubung dengan sektor industri dan layanan publik. “Talenta digital perlu menjadi agenda pembangunan daerah, tidak semata program Komdigi. Jawa Timur harus dapat memastikan talenta muda tumbuh merata, berdaya saing, dan tetap relevan. Kami berharap Jawa Timur dapat menjadi tonggak talenta digital bagi Indonesia di masa depan yang semakin digital.” ujar Khofifah.
Pemerintah provinsi Jawa Timur menyambut antusias atas program talenta digital, dengan harapan dapat memperkuat ekosistem di Jawa Timur yang melibatkan tidak hanya pemkab dan pemkot, namun berkolaborasi dengan seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN), relawan TIK, dan seluruhnya bisa bergerak untuk membangun efisiensi. Program ini diharapkan bisa menjadi bagian yang membawa perubahan bagi Indonesia dimata dunia.
Sementara itu, Meutya Viada Hafid menyampaikan bahwa pengembangan SDM digital merupakan tantangan sekaligus peluang besar yang harus dijawab secara kolaboratif dan berkelanjutan. “Kita memiliki tidak hanya peluang, tetapi juga tantangan untuk memajukan SDM digital yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Saya berharap pengembangan talenta digital menjadi agenda strategis, tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga secara nasional. Saya mengapresiasi kerja sama ini karena merupakan MoU pertama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait pengembangan SDM.” tutur Meutya.
Dalam acara ini turut hadir Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komdigi RI, Bonifasius Wahyu Pujianto; Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Komdigi RI, Said Mirza Pahlevi; serta didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak; dan Sekretaris Daerah Jawa Timur, Adhy Karyono.
Adendum MoU ini memperluas kerja sama pengembangan SDM dibidang digital, dengan menargetkan antara 19.000 - 20.000 talenta digital melalui literasi digital, sertifikasi, penempatan kerja dan inkubasi. Menteri Meutya Viada Hafid melihat target tersebut sebagai langkah yang optimistis dan terukur karena disusun berdasarkan perhitungan kebutuhan industri serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis, mulai dari dunia pendidikan hingga sektor industri kelas dunia.
Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas SDM Digital di Jawa Timur saja, namun juga membangun ekosistem pengembangan SDM Digital dengan menjadikan Jawa Timur sebagai anchor province bagi talenta digital di wilayah Indonesia tengah dan timur. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi wujud komitmen bersama dalam menyiapkan talenta digital yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital di tingkat nasional maupun global. (MB/YA/DP)
Label
mou, komdigi, talenta digital, kerja sama, pemprov jatim, sdm