Gambar: Pelatihan Komunikasi Digital untuk OPDis Sidoarjo bersama INOVASI x BLSDM Komdigi Surabaya (GN)

Sidoarjo, 4 Oktober 2026 — Pelatihan Komunikasi Digital bagi Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis) Sidoarjo diselenggarakan pada 3–4 Oktober 2026 di Kantor BLSDM Komdigi Surabaya. Kegiatan ini adalah hasil kolaborasi INOVASI di bawah naungan Konsulat Jenderal Australia bersama dengan Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BLSDM Komdigi) Surabaya. Berlangsung di Ruangan Aula dan Laboratorium Komputer BLSDM Komdigi Surabaya, pelatihan ini menjadi ruang pembelajaran bagi perwakilan OPDis untuk meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) dalam produksi konten komunikasi.

INOVASI merupakan program kemitraan Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia yang didukung melalui kerja sama dengan Konsulat Jenderal Australia. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, INOVASI bersama BLSDM Komdigi Surabaya menghadirkan pembelajaran yang memadukan pemahaman komunikasi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), pembuatan konten, serta praktik penggunaan berbagai perangkat digital secara langsung dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri oleh Wakil Konsulat Jenderal Australia di Surabaya Christine Bui, Wakil Direktur Bidang Prioritas Pembangunan dan Komunikasi Program INOVASI Feiny Sentosa, Kepala BLSDM Komdigi Surabaya Bagus Winarko, serta para pengajar Dany Hartanto, Maulia Jayantina Islami, dan Lingga Aditya Ningrum. Hadir pula perwakilan organisasi penyandang disabilitas dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN), Perkumpulan Penyandang Cacat Mandiri (PPCM), Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI), dan Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI).

Pelatihan diikuti oleh 15 peserta, yang terdiri atas enam peserta tunadaksa, enam peserta tunanetra, dan tiga peserta tunarungu. Pembagian kelas dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara lebih terarah dan memberikan ruang bagi peserta untuk mempraktikkan materi sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing.

Pada hari pertama, peserta tunadaksa mengikuti pembelajaran di Aula BLSDM Komdigi Surabaya. Pengajar menyampaikan materi secara intensif dan interaktif dengan mendorong peserta untuk aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta menyampaikan pertanyaan terkait materi yang diberikan. Peserta juga diajak melakukan brainstorming untuk menentukan ide konten dan menyusun konsep video sebagai dasar produksi konten pada sesi berikutnya.

Sementara itu, peserta tunanetra mengikuti pembelajaran di Laboratorium 1 dengan materi pemanfaatan AI beserta berbagai tools yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas komunikasi digital. Pengajar membagikan tips dan cara penggunaan AI berdasarkan pengalaman praktis, sehingga peserta memperoleh alternatif cara yang lebih efektif dalam memanfaatkan teknologi tersebut untuk kebutuhan mereka.

Di Laboratorium 2, peserta tunarungu mengikuti pembelajaran secara langsung melalui praktik yang didampingi oleh pengajar dan asisten pengajar. Peserta berdiskusi berdasarkan praktik yang dilakukan dan mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya ketelitian dalam memberikan instruksi kepada AI. Peserta juga melakukan brainstorming untuk menyusun naskah konten video menggunakan AI, dengan proses pembelajaran yang berlangsung secara interaktif melalui tanya jawab antara pengajar dan peserta.

Pada hari kedua, peserta tunadaksa mempelajari teknik prompting dan mempraktikkan pembuatan konten video menggunakan Google Flow berdasarkan storyboard yang telah disusun pada hari pertama. Peserta kemudian melakukan proses penyuntingan terhadap video hasil generate hingga menjadi konten yang siap dipublikasikan. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan NotebookLM atau Google Notebook beserta fungsi dan pemanfaatannya untuk mendukung berbagai kebutuhan pengolahan informasi.

Peserta tunanetra pada hari kedua mendapatkan materi mengenai cara menentukan target serta berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam membuat konten. Pembelajaran dilanjutkan dengan praktik membuat konten berbasis teks menggunakan AI berdasarkan ide dan kreativitas masing-masing peserta. Peserta kemudian diberikan kesempatan untuk mengunggah konten melalui Instagram dengan membuat caption yang kreatif sesuai dengan konten yang dihasilkan.

Sementara itu, peserta tunarungu melanjutkan praktik pembuatan konten video dengan menyusun naskah menggunakan AI, melakukan pengambilan gambar, serta mengarahkan rekan sebagai model berdasarkan naskah yang telah dibuat. Peserta kemudian diperkenalkan dengan CapCut untuk melakukan penyuntingan video, menyusun caption, dan mengunggah hasil konten ke Instagram. Proses tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta mulai dari tahap perencanaan, produksi, penyuntingan, hingga publikasi konten digital.

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatan AI dan berbagai perangkat digital, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik dalam menghasilkan konten komunikasi. Pendekatan pembelajaran yang interaktif dan berbasis praktik diharapkan dapat membantu organisasi penyandang disabilitas mengembangkan kemampuan komunikasi digital yang sesuai dengan kebutuhan serta memperluas pemanfaatan teknologi dalam aktivitas organisasi.

Kolaborasi antara INOVASI di bawah naungan Konsulat Jenderal Australia dan BLSDM Komdigi Surabaya dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kapasitas komunikasi digital yang inklusif. Melalui penguatan keterampilan dan praktik pemanfaatan teknologi, organisasi penyandang disabilitas diharapkan semakin memiliki ruang untuk mengembangkan dan menyampaikan informasi serta gagasan melalui kanal digital secara kreatif, tepat, dan bertanggung jawab. (YA)


Label
pelatihan, disabilitas, digital, inklusif, komunikasi, inovasi, refleksi