Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BLSDM Komdigi) Bandung bekerja sama dengan Akademi Sekretari dan Manajemen (ASM) Ariyanti serta Lembaga Sertifikasi Profesi Public Relations Indonesia (LSP PRI) menyelenggarakan Program Pengembangan Talenta Digital melalui pelatihan dan uji kompetensi skema Junior Digital Public Relations. Kegiatan yang menjadi bagian dari program Digital Talent Scholarship 2026 tersebut berlangsung pada 11–12 Februari 2026 di Kampus ASM Ariyanti, Jalan Pasir Kaliki No. 127–131, kawasan Cicendo, Kota Bandung.
Sebanyak 22 mahasiswa dari Program Studi Sekretari, jurusan Sekretaris Public Relations dan Sekretaris Eksekutif, mengikuti rangkaian pengayaan materi sekaligus uji kompetensi. Kegiatan diawali dengan laporan dari perwakilan BLSDM Komdigi Bandung, Dody A. Hanggi selaku Ketua Tim Manajemen Stratejik dan Kemitraan selanjutnya sambutan sekaligus pembukaan acara disampaikan oleh Direktur ASM Ariyanti Yana Sonjaya, S.Pd., M.M. Keduanya menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sertifikasi kompetensi nasional.
Assoc. Prof. Dr. Tatiek Ekawati Permana, S.Sos., M.M. dalam sesi pemaparan materi menegaskan bahwa kesiapan kerja lulusan tidak hanya ditentukan oleh ijazah akademik. Menurutnya, keterampilan praktis menjadi tuntutan utama industri saat ini. “Ketika kita memasuki dunia kerja, skill menjadi syarat mutlak. Dunia industri menuntut bukti nyata bahwa seseorang benar-benar kompeten,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kompetensi kerja tidak hanya mencakup pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill), tetapi juga capaian (achievement), pengakuan (acknowledgment), rekam jejak kinerja (past performance), serta sikap (attitude) sesuai standar di lingkungan profesional. Standar kompetensi kerja, lanjutnya, menjadi pedoman dalam memastikan seseorang mampu menjalankan tugas sesuai kebutuhan industri.
Program pelatihan ini dirancang untuk menyelaraskan proses pembelajaran perguruan tinggi dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Melalui kegiatan tersebut, kesenjangan antara dunia akademik dan praktik industri diharapkan dapat diperkecil, sekaligus mempersiapkan talenta digital muda Indonesia agar mampu bersaing di dunia kerja.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi konseptual dan praktis mengenai digital public relations, mulai dari pengelolaan citra organisasi di media digital, penyusunan konten komunikasi, strategi penyampaian pesan kepada publik, hingga penerapan etika komunikasi di ruang digital. Kegiatan kemudian ditutup dengan uji kompetensi oleh LSP PRI.
Uji kompetensi dipandang sebagai langkah strategis untuk mengukur kesiapan individu memasuki dunia kerja, sedangkan sertifikasi menjadi bentuk pengakuan resmi atas kemampuan peserta sesuai standar nasional. Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat kompetensi yang diterbitkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Melalui program sertifikasi berbasis kompetensi ini, penyelenggara berharap lahir tenaga kerja muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga sertifikasi profesional yang diakui secara nasional. Dengan demikian, lulusan diharapkan lebih percaya diri menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, khususnya pada sektor komunikasi dan hubungan masyarakat berbasis digital.
Label
dts, 2026, pengambangan talenta digital, komdigi, blsdm komdigi bandung