Gambar: DLA 2026

“OIKN akan menjadi simbol lahirnya kota kelas dunia (world class city) yang dirancang menjadi 'laboratorium hidup' bagi teknologi masa depan. Dan Balikpapan sebagai gerbang utama IKN memegang peranan penting sebagai penyangga digital dengan standar pelayanan publik yang setara, terintegrasi, dan inklusif (terbuka untuk semua),” ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria.

Pernyataan tersebut disampaikan Nezar Patria saat memberi sambutan pada pembukaan pelatihan Digital Leadership Academy secara daring pada Selasa, 9 Juni 2026.

Pelatihan DLA 2026 diikuti oleh 60 pejabat dari Otorita Ibu Kota Nusantara, meliputi 25 pejabat Eselon II dan 35 pejabat Eselon III, serta 50 pejabat Pemerintah Kota Balikpapan, meliputi 13 pejabat Eselon II dan 37 pejabat Eselon III.

Dalam pelaksanaannya, OIKN mengusung tema “Dengan Kepemimpinan Digital untuk Mewujudkan IKN menjadi Kota yang Nyaman dan Efisien melalui Teknologi Digital”. Sementara, Pemkot Balikpapan mengusung tema “Digital Leadership Mewujudkan Balikpapan Smart City yang Handal dan Nyaman”.

Pelatihan DLA 2026 dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu pembelajaran mandirimelalui pemilihan empat modul microskill dari 14 modul yang disyaratkan, pembelajaran asynchronous dan synchronous dengan sembilan materi kompetensi utama, serta ujian penyusunan rencana aksi secara individual yang dilaksanakan secara daring.

Materi Pelatihan: Dari AI hingga Keamanan Siber

Para peserta akan dibekali ilmu langsung dari para ahli di pemerintahan, akademisi, serta praktisi industri teknologi. Materi yang diajarkan menggunakan istilah teknologi yang mudah dipahami dalam tata kelola pemerintahan, antara lain:

  • Tata Kelola TI & Cetak Biru Digital (Enterprise Architecture & IT Governance)

  • Inovasi Digital Berkelanjutan (Digital Innovation & Sustainability)

  • Manajemen Perubahan (Change Management)

  • Layanan Publik Digital (Digital Public Service)

  • Tata Kelola Data (Data Governance)

  • Jaringan & Komputasi Awan (Networking & Cloud Computing)

  • Kecerdasan Artifisial / AI (Artificial Intelligence)

  • Komunikasi Kebijakan Publik (Public Policy Communication)

  • Keamanan Siber & Kepatuhan Digital (Cyber Security & Digital Compliance)

  • Manajemen Proyek (Project Management) lewat penyusunan rencana aksi.

Output Pelatihan: Rencana Aksi Nyata Pemerintah

Keluaran atau output utama dari pelatihan DLA 2026 ini adalah Rencana Aksi Perorangan. Selama prosesnya, peserta dibagi ke dalam 5 kelompok pendampingan untuk menyusun strategi penerapan teknologi di instansi mereka. Rencana ini mencakup analisis masalah serta tahapan kerja jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

Sebagai tanda berakhirnya program, para peserta akan mempresentasikan rancangan mereka dalam seminar rencana aksi untuk dinilai oleh tim penguji. Seminar untuk Pemkot Balikpapan akan digelar pada 30 Juni 2026, sedangkan untuk OIKN dijadwalkan pada 2 Juli 2026.

Tentang Program Digital Leadership Academy (DLA)

Program Digital Leadership Academy (DLA) adalah pelatihan khusus untuk meningkatkan keahlian digital para pemimpin agar mampu mewujudkan pemerintahan digital di Indonesia. Melalui DLA, Komdigi mendorong lahirnya Smart Digital Leader yang lincah mengambil keputusan berbasis data, pandai mengelola inovasi, serta mampu menyelaraskan teknologi dengan kebutuhan masyarakat.

Program ini berada di bawah arahan Pusat Pengembangan Aparatur Komdigi, yang merupakan bagian dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.


Label
digital, dla, komdigi, pemimpin, oikn, balikpapan