Gambar: BPSDMD Jateng

Pusat Pengembangan Aparatur Komdigi bersama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memperluas jangkauan pelatihan digital bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Tengah. Hal ini dibahas saat rapat audiensi di PusPA Komdigi pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Fokus utama dari kerja sama ini adalah memastikan ragam program pengembangan kompetensi digital dari PusPA Komdigi dapat tersosialisasi secara merata hingga ke 35 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Tengah.

Langkah masifi ini dinilai strategis mengingat besarnya potensi jumlah aparatur di Jawa Tengah yang membutuhkan peningkatan kemampuan digital secara cepat dan fleksibel.

Maksimalkan Metode Self-Paced Learning dan Microskill

Dalam pertemuan koordinasi yang berlangsung di kantor PusPA Komdigi, BPSDMD Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Ibu VW Agustiningtyas, Freida Triastuti, dan Imaroh Yuniana, menyoroti pentingnya adopsi metode pembelajaran mandiri yang dapat diakses kapan saja oleh para pegawai di daerah.

Analis Pengembangan Kompetensi ASN BPSDMD Prov. Jawa Tengah, VW Agustiningtyas, menyampaikan bahwa model pelatihan berbasis self-paced learning (SPL) dan micro skill menjadi jawaban paling tepat untuk menjangkau ribuan ASN di Jawa Tengah tanpa mengganggu jalannya pelayanan publik.

"Mungkin kami bisa fokus ke pelatihan self-paced learning (SPL) dan microskill, karena potensi Jawa Tengah ini besar sekali, ada 35 kabupaten/kota. Semakin banyak ASN yang mengikuti pelatihan digital yang ada, kinerja ASN di Jawa Tengah bisa semakin efektif dan efisien," ujar V. Winarti Agustiningtyas.

Mengapa Self-Paced Learning dan Microskill Sangat Efektif?

Metode pelatihan terobosan dari PusPA Komdigi ini memberikan sejumlah keunggulan bagi aparatur di tingkat daerah:

1. Fleksibilitas Tinggi (Self-Paced Learning):

  • ASN dapat mengatur waktu belajar sendiri di sela-sela rutinitas kerja tanpa harus meninggalkan tugas pelayanan kepada masyarakat.

  • Modul dapat diakses dari mana saja, memangkas hambatan jarak bagi ASN yang bertugas di daerah terpencil atau jauh dari pusat ibu kota provinsi.

  • Proses dari mulai pendaftaran sampai dengan sertifikat dilakukan secara mandiri oleh ASN dengan sistem yang sudah teruji.

2. Materi Praktis dan Tepat Sasaran (Microskill):

  • Fokus pada keterampilan digital spesifik yang berdurasi singkat namun langsung dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

  • Membantu otomatisasi tugas administratif harian, pengolahan data digital, hingga pelayanan publik berbasis aplikasi secara lebih responsif.

Dorong Efisiensi Pelayanan Publik di Jawa Tengah

Melalui sinergi yang masif antara BPSDMD Provinsi Jawa Tengah dan PusPA Komdigi, diharapkan seluruh pemerintah daerah di 35 Kabupaten/Kota aktif mengirimkan serta memfasilitasi para pegawainya untuk mengikuti ragam kelas digital yang tersedia di Digitalent (AB).


Label
puspa komdigi, bpsdmd jateng, pelatihan digital asn