Gambar: Foto utama

Memahami kalau kesehatan mental itu sama pentingnya dengan mengejar deadline, PusPA Komdigi menggelar sesi spesial bertajuk "Mental Health Matters" di Auditorium PusPA Komdigi pada Kamis (12/02/2026).

Acara ini bukan cuma sekadar seminar formal yang ngebosenin, tapi lebih seperti sesi curhat produktif. Tujuannya jelas, supaya para pegawai Komdigi nggak cuma jago di urusan digital, tapi juga punya mental yang strong dan stabil.

Materi yang dibawakan mengupas tuntas soal cara mengenali tanda-tanda burnout, manajemen stres di tengah tekanan kerja yang tinggi, hingga pentingnya membangun batasan (boundaries) antara kehidupan kantor dan personal.

Andrea Nuzulia, selaku salah satu narasumber, menekankan kalau peduli pada diri sendiri itu bukan egois.

"Jangan tunggu sampai 'baterai' kita benar-benar nol baru mau istirahat. Kesehatan mental itu bukan kemewahan, tapi fondasi. Kalau mental kita sehat, kreativitas dan produktivitas itu bakal mengalir sendiri. Jadi, self-care itu investasi, bukan beban," ujar Andrea dengan santai di depan para peserta.

Nggak cuma soal teori, para peserta juga diajak untuk mempraktikkan teknik pernapasan sederhana yang bisa dilakukan di meja kerja saat lagi merasa overwhelmed. Suasana Auditorium pun jadi terasa lebih adem dan penuh energi positif.

Feby Apriyanti, yang juga menjadi pembicara dalam sesi ini, menambahkan kalau lingkungan kerja punya peran besar dalam menjaga kewarasan timnya.

"Kita pengen di PusPA Komdigi ini nggak cuma jadi tempat kerja, tapi juga support system. Jangan ragu buat bilang 'saya lagi nggak oke'. Dengan terbuka soal kesehatan mental, kita sebenarnya lagi bangun tim yang lebih solid dan saling peduli satu sama lain," tambah Feby.

Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang seru. Banyak pegawai yang curhat soal tantangan mereka sehari-hari. Harapannya, setelah acara ini, suasana kantor jadi makin asyik dan semua orang pulang dengan perasaan yang lebih ringan.


Label
wellbeing