Malang, 17 Oktober 2025 — Pusat Pengembangan Talenta Digital melalui AI Talent Factory (AITF) kembali mengadakan Workshop pada hari Jumat, 17 Oktober 2025, di Kota Malang, Jawa Timur. Workshop kedua ini sekaligus menandai selesainya Fase 1: Fondasi dan Garis Dasar (Baseline) bagi seluruh peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kapasitas pada level praktisi dan spesialis di bidang artificial intelligence. Workshop tersebut menghadirkan para narasumber ahli dari berbagai institusi mitra, baik dari kalangan akademisi maupun praktisi industri AI, untuk memperdalam pemahaman peserta terhadap pengembangan pipeline AI secara menyeluruh dan aplikatif.
Workshop dimulai dengan sambutan dari Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital, Said Mirza Pahlevi, D.Eng., dan secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc.
Prof. Widodo mengapresiasi kolaborasi antara Komdigi, Universitas Brawijaya, dan mitra internasional seperti JICA DX Lab, serta menekankan pentingnya pengembangan talenta AI nasional yang berakar pada riset akademik dan berorientasi pada implementasi di sektor publik dan industri. Ia berharap AITF menjadi model pembelajaran dan inovasi kolaboratif antara pemerintah, perguruan tinggi, dan mitra global.
Workshop ini diikuti oleh 34 peserta AITF Universitas Brawijaya (UB) yang berasal dari berbagai fakultas, 26 peserta dari Fakultas Ilmu Komputer, 8 peserta dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Program Studi Statistika dan Matematika dan 3 peserta dari Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Elektro dan Teknik Industri.
Seluruh peserta dibagi ke dalam sembilan tim untuk mengerjakan dua use case utama, yaitu Pengawasan Ruang Digital (PRD) dan Digital Talent Pool (DTP).
Workshop ini tidak hanya berfokus pada laporan progres, tetapi juga mencakup evaluasi progres use case. Diskusi teknis antara tim, mentor, dan tutor teknis. Sesi feedback dari para tutor ahli Komdigi, Universitas Brawijaya & Diaspora serta Sharing knowledge dengan Expert Lecture oleh narasumber internasional.
Sesi Expert Lecture diisi oleh diaspora Indonesia, Adhiguna Surya Kuncoro, dengan topik “Engineering the Mind: Insights from Building and Researching LLMs at DeepMind.” Adhiguna merupakan AI Research Scientist di Google DeepMind dengan segudang prestasi. Selain itu, sesi Expert Lecture ini juga diisi oleh Murugaraj Odiathevar dari Sungkyunkwan University, Korea Selatan, dengan topik “The State of AI 2025 – Technical Performance.”
Kunjungan JICA DX Lab yang diwakili oleh Masaki Abe menunjukkan ketertarikan JICA DX Lab terhadap pelaksanaan program AITF. Ia juga turut hadir dalam workshop yang diadakan, serta melakukan kunjungan ke AI Center Universitas Brawijaya, yang disambut oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo beserta jajaran dan Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital, Said Mirza Pahlevi, D.Eng.
Setelah menyelesaikan Fase 1, peserta akan memasuki Fase 2: Penguatan dan Kustomisasi (Core & Customization). Fase ini mengharuskan seluruh peserta melakukan optimasi model, melakukan eksplorasi data lanjutan, serta menyiapkan prototipe sistem AI yang siap diuji dan diintegrasikan. Workshop ini diberikan agar peserta siap memasuki Fase 2 program AITF.
#AItalentfactory #AITF #InovasiAI #Kemkomdigi #KementerianKomunikasidanDigital #Indonesia #Komdigi #Kemenkomdigi #KomdigiRI #KemkomdigiRI #DTS #JadiJagoanDigital #DigitalTalentScholarship #MakinCakapDigital #TalentaDigital #Talenta #Digital