Pusbang Literasi Digital, Depok - Sebanyak 250 siswa dari tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengikuti kegiatan Penguatan Pemahaman Literasi Digital dan Keterampilan Digital Dasar: Pelatihan Digital Copywriting menggunakan Kecerdasan Buatan (AI). Kegiatan ini digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) melalui Pusat Pengembangan Literasi Digital, bekerja sama dengan Edukasi4ID di SMK Dwiguna Depok Jawa Barat.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara SMK TI Dwiguna, SMK Media Teknologi, dan SMK Kesehatan Bhakti Insani dalam rangka memperkuat pemahaman literasi digital dan penerapan keterampilan menulis kreatif di era kecerdasan buatan.
Dalam sambutannya, Kepala SMK TI Dwiguna, Maman Fernandi menyampaikan pentingnya pemahaman literasi digital bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi media sosial.
“Literasi digital sangat penting agar kalian tidak tergelincir di dunia digital, kalian harus mumpuni agar tidak diperbudak teknologi, tapi justru bisa memanfaatkannya dengan bijak,” ungkap Maman (07/10/2025).
Sementara itu, Ketua Tim Keterampilan Digital Dasar Pusbang Literasi Digital, Fahrizal Lukman Budiono, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan menulis persuasif, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya berpikir kritis, kreatif, dan bertanggung jawab di dunia digital.
“Skill copywriting penting, apalagi bagi yang ingin berwirausaha. Dengan kalimat yang menarik, seseorang bisa membangun personal branding dan menjual produk lebih efektif,” ujarnya.
Fahrizal juga menekankan pentingnya empat pilar literasi digital, Cakap, Aman, Budaya, dan Etika (CABE), sebagai landasan utama dalam mengembangkan kompetensi digital yang berdaya guna dan beretika.

Trainer dari Relawan TIK Indonesia, Faisal Abriansyah, turut memberikan materi tentang pentingnya literasi digital dan etika berinternet. Ia mengingatkan bahwa jejak digital sulit dihapus, sehingga setiap pengguna perlu berhati-hati dalam berbagi konten di dunia digital.
“Literasi digital bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal bagaimana kita berpikir kritis, beretika, dan menjaga keamanan diri di dunia digital,” tuturnya.
Peserta juga diperkenalkan pada konsep netiket, mencakup etika berkomunikasi daring, menghormati privasi, serta berpikir sebelum berkomentar agar menjadi pembawa damai di ruang digital.

Pelatihan kemudian dilanjutkan oleh Verra Rousmawati, Trainer AI Copywriting dari Edukasi4ID, yang membimbing peserta memahami perbedaan antara copywriting dan content writing, mengenali audiens, serta memanfaatkan AI dalam proses kreatif.
“AI bisa membantu brainstorming ide dan mempercepat pekerjaan, tapi manusia tetap unggul dalam empati, konteks lokal, dan kreativitas,” jelas Verra.
Melalui sesi praktik, peserta diajak menulis caption promosi dengan bantuan AI. Aktivitas ini membuka wawasan siswa tentang kolaborasi antara teknologi dan kreativitas manusia.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong generasi muda agar tidak hanya melek digital, tetapi juga berdaya secara digital. Dengan pemahaman yang kuat dan keterampilan praktis, diharapkan para pelajar dapat memanfaatkan teknologi dan AI untuk meningkatkan kompetensi menuju Indonesia Digital 2045.
Adapun informasi lebih lanjut mengenai Program Literasi Digital dan Digital Talent Scholarship dapat diakses melalui Instagram @literasidigitalkomdigi, @dtsdea, @thematic.academy, @dtsmicroskill, kanal YouTube Literasi Digital Komdigi, dan website digitalent.komdigi.go.id.
Narahubung Fahrizal Lukman Budiono Ketua Tim Keterampilan Digital Dasar Pusat Pengembangan Literasi Digital Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI
Label
dts, pelatihan, umkm, bpsdm, komdigi, smk ti dwiguna, smk kesehatan bhakti insani, smk media teknologi, edukasi4id, rtik, depok, jawa barat, copywriting, artificial intelligence, ai, literasi digital