Depok (03/08/2026) — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi bekerjasama dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI resmi membuka Pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) Mitra LPP TVRI Tahun 2026. Acara pembukaan berlangsung secara luring pada Senin (3/8) di Pusdiklat LPP TVRI, Studio Alam, Depok, Jawa Barat.
Wakil Menteri (Wamen) Komdigi, Angga Raka Prabowo hadir membuka langsung pelatihan ini. Hadir pula dalam pembukaan Kepal BPSDM Komdigi, Boni Pudjianto; Dewan Pengawas LPP TVRI; dan Direktur Utama TVRI, Fiki Satari serta jajaran pimpinan dan Kepala Stasiun TVRI dari seluruh Indonesia.
Akselerasi Kompetensi Pemimpin Digital SKKNI Level 9
Dalam laporan pembukaannya, Kepala BPSDM Komdigi, Boni Pudjianto menyampaikan bahwa penyelenggaraan DLA Mitra LPP TVRI 2026 bertujuan untuk mengakselerasi transformasi digital di lingkungan TVRI melalui penguatan kapasitas kepemimpinan. "Pelatihan DLA ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pemimpin digital di lingkungan LPP TVRI agar makin adaptif dan berdaya saing di era digital. Melalui program ini, kita membekali para pimpinan dengan 10 kompetensi utama pimpinan digital yang sesuai dengan SKKNI Level 9, sehingga mampu mengarahkan dan mengeksekusi strategi transformasi digital di dalam organisasi," ujar Boni Pudjianto.
Ia menjelaskan bahwa 61 pejabat pimpinan LPP TVRI—termasuk para Kepala Stasiun TVRI Daerah—yang terdiri dari jajaran Eselon II, III, dan IV mengikuti pelatihan ini. Mereka mengikuti pelatihan ini guna memastikan arah transformasi digital berjalan selaras di tingkat pusat maupun daerah.
TVRI Harus Jadi Kantor Berita Modern
Sementara itu, Wamen Komdigi, Angga Raka Prabowo dalam arahannya menegaskan kembali amanah dan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait peran strategis TVRI di era digital. "Amanah dari Presiden Prabowo Subianto sangat jelas. Beliau ingin kantor berita negara—seperti TVRI, RRI, dan ANTARA—menjadi lembaga penyiaran yang bagus, profesional, dan modern, layaknya kantor berita negara di luar negeri," tegas Angga.
Angga juga mengingatkan tantangan media digital saat ini dengan dominasi mekanisme algoritma platform global. Menurutnya, pimpinan media publik harus bijak dan tidak hanya mengejar kepopuleran semata.
"Algoritma di era digital sering kali memberikan insentif pada hal yang ramai dan memancing emosi. Di sinilah tugas penting pembuat kebijakan di media negara. Kita tidak sedang mencari keuntungan semata atau sekadar mengejar virality, melainkan membangun optimisme publik serta menyampaikan informasi yang jujur, utuh, dan edukatif bagi masyarakat," ujar Angga.
Melalui pelatihan DLA TVRI 2026 ini, BPSDM Komdigi bersama LPP TVRI berkomitmen memperkuat sinergi untuk melahirkan digital leaders yang siap membawa penyiaran publik Indonesia melompat lebih jauh di era digital. (Publikasi BPSDM Komdigi/RNS/RAF)
Label
bpsdm komdigi, dla, digital, masa depan, pelatihan, pemimpin, penyiaran, publik, tvri