Jakarta (24/07/2026) – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) menyelenggarakan Peringatan Bersama Hari Anak Nasional dan Girls in ICT Day Tahun 2026 bertemakan Tunas Indonesia Cakap Digital di Jakarta pada Selasa (21/7) lalu. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun generasi muda yang mampu memanfaatkan teknologi digital secara aman, bijak, kreatif, dan bertanggung jawab.
300 Peserta
Sekitar 300 peserta –yang terdiri atas siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, guru, kepala sekolah, perwakilan kementerian/lembaga, komunitas, serta mitra industri digital– hadir di kegiatan ini. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi multipihak dalam memperkuat literasi digital sekaligus mendorong peningkatan partisipasi perempuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Kepala BPSDM Komdigi, Boni Pudjianto membuka rangkaian kegiatan melalui sambutan yang menegaskan pentingnya membangun kompetensi digital sejak usia dini. “Kegiatan ini merupakan bentuk konsistensi BPSDM Komdigi dalam menghadirkan giat literasi secara berkesinambungan, kolaboratif, dan penuh sukacita demi mencetak generasi muda yang makin cakap digital," ujar Boni.
Head of ITU Area Office Jakarta, Kishore Babu Yerraballa turut memberikan opening remarks yang menyoroti pentingnya kolaborasi global dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif bagi anak dan remaja, serta menekankan bahwa anak-anak merupakan calon inovator digital masa depan. “Anak perempuan bukan sekadar pengguna, mereka adalah calon inovator dan pemimpin digital masa depan,” kata Kishore.
Salah satu sesi inspiratif bertajuk Cerita Generasi Digital menghadirkan dua siswi SMP yang berbagi pengalaman memanfaatkan teknologi digital secara positif dalam kehidupan sehari-hari. Sesi ini memberikan ruang bagi suara anak untuk menjadi bagian dari upaya membangun budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Komitmen Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital
Menteri Komdigi, Meutya Hafid turut memberikan keynote speech yang menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital. “Teknologi bukan melulu kemajuan yang harus dikejar, tapi wajib ada safeguarding (penjagaan) bagi anak-anak,” ujar Meutya.
Pada kesempatan tersebut juga berlangsung peluncuran 20 buku alih bahasa daerah Panduan PP Tunas. Melalui buku ini materi edukasi mengenai pelindungan anak di ruang digital dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas melalui bahasa daerah.
Berlangsung pula Deklarasi Sekolah Cakap Digital –dengan melibatkan enam sekolah peserta, BPSDM Komdigi, Pusat Pengembangan Literasi Digital (Pusbang Litdig), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Deklarasi ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan bertanggung jawab di ruang digital.
Setelah rangkaian seremoni, Menteri Komdigi bersama Kepala BPSDM Komdigi dan Kepala Pusbang Litdig mengunjungi berbagai booth edukasi yang menghadirkan aktivitas interaktif dari paramitra strategis. Beragam perusahaan teknologi dan organisasi turut berpartisipasi melalui penyediaan materi edukasi, permainan interaktif, hingga pengalaman belajar digital bagi peserta.
Siswa dan Orang Tua Mengikuti Workshop
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi yang sesua dengan kelompok usia. Siswa sekolah dasar mengikuti kegiatan Dongeng Tunas Digital bersama Ayo Dongeng yang mengajarkan nilai-nilai literasi digital melalui pendekatan yang menyenangkan. Sementara itu, siswi SMP mengikuti talkshow Tunas Indonesia Cakap Digital bersama narasumber dari Kementerian Komdigi, Google Indonesia, Blibli.com, serta kreator konten edukasi Friends of Google yang membahas peluang, tantangan, dan keterampilan digital yang dibutuhkan generasi muda.
Pada sesi siang, para siswi mengikuti workshop AI for Future Skill bersama Google Indonesia yang memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan artifisial secara produktif dan bertanggungjawab untuk mendukung proses belajar maupun pengembangan keterampilan masa depan. Di waktu yang bersamaan, guru dan orang tua mengikuti workshop Digital Parenting yang membahas strategi pendampingan anak di era digital. Materi workshop meliputi pemanfaatan fitur interaksi positif keluarga dari Meta serta pengenalan fitur Family Pairing dari TikTok, sebagai salah satu upaya memperkuat pengawasan dan komunikasi antara orang tua dengan anak dalam menggunakan platform digital.
Melalui tema Tunas Indonesia Cakap Digital, BPSDM Komdigi berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang tidak hanya memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, beretika, kreatif, serta siap menghadapi tantangan transformasi digital di masa depan. Semangat kolaborasi pada kegiatan ini kita harapkan terus berkembang menjadi Gerakan bersama untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman, inklusif, dan bermanfaat bagi seluruh anak Indonesia. (Publikasi BPSDM Komdigi/JLA/RAF)
Label
peringatan, hari, anak, nasional, bpsdm komdigi, perkuat, ekosistem, digital, ramah anak