Gambar: Dr. Ir. Arnanto Nurprabowo, M.P. bersama wisudawan dalam rangkaian Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 UGM

Yogyakarta, 20 Agustus 2026 — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memperkuat sinergi lintas sektor bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) dalam membangun transformasi digital nasional yang berbasis nilai kerakyatan, mandiri, dan berkelanjutan. Langkah strategis ini diharapkan dapat mengakselerasi kesiapan talenta digital Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.
Pentingnya kolaborasi strategis tersebut ditegaskan oleh Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Komunikasi dan Politik sekaligus Ketua Departemen Kerja Sama Kementerian/Lembaga PP KAGAMA, Dr. Ir. Arnanto Nurprabowo, M.P., saat menyampaikan paparan kunci dalam rangkaian Wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 UGM di Auditorium Grha Sabha Pramana, Yogyakarta. Acara wisuda tersebut dihadiri langsung oleh Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., beserta para dekan Fakultas dan pimpinan sekolah di lingkungan UGM. Dalam paparannya yang berjudul “Sinergi Transformasi Digital Nasional dengan Nilai Kerakyatan, Mandiri, dan Berkelanjutan”, Dr. Ir. Arnanto Nurprabowo, M.P. menyoroti perkembangan kecerdasan artifisial (AI) yang kian memengaruhi kehidupan sehari-hari dan merombak struktur dunia kerja. Mengutip data Future of Jobs Report 2025, sebanyak 92 juta pekerjaan diperkirakan terdampak dan tergantikan, namun di sisi lain lahir potensi 170 juta lapangan pekerjaan baru berbasis teknologi. Oleh karena itu, adaptasi dan kolaborasi talenta manusia dengan AI menjadi kunci utama agar mampu bersaing di era digital.

Penguatan Ekosistem Komputasi dan Solusi AI Talent Factory

Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong penyediaan infrastruktur komputasi berbasis skema GPU Merdeka yang membuka akses komputasi bagi mahasiswa dan peneliti untuk melatih serta mengembangkan model AI nasional. Pilar penguatan ini didukung oleh Joint Center NVAITC UGM–IOH–NVIDIA yang menghubungkan riset, talenta, industri, dan kapasitas komputasi melalui empat pilar utama, yaitu riset terapan, pengembangan talenta, komputasi berdaulat, dan solusi siap pakai. Dr. Ir. Arnanto Nurprabowo, M.P. menegaskan bahwa pengembangan talenta melalui AI tidak berhenti pada pembelajaran teori, melainkan diarahkan untuk menghasilkan solusi konkret pada berbagai sektor prioritas. Melalui wadah AI Talent Factory (AITF), berbagai use case nyata telah berhasil dikembangkan, seperti Tech4Disaster yang digunakan untuk pemodelan spasial dan pemetaan kebutuhan guna mempercepat respons bencana. Selain itu, hadir pula SmartAgri yang mengintegrasikan data tanah, cuaca, citra drone, dan fisiologi tanaman untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian serta ketahanan pangan, hingga e-Nose TB sebagai alat penyaringan non-invasif berbasis AI untuk mendeteksi TBC lebih awal pada wilayah dengan fasilitas kesehatan terbatas.

Peningkatan Kapasitas Digital Wisudawan

Sebagai penutup, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Dr. Ir. Arnanto Nurprabowo, M.P., menyampaikan bahwa Komdigi berkomitmen terus menyediakan program peningkatan kapasitas digital bagi para lulusan perguruan tinggi. Komitmen ini dimaksudkan agar para wisudawan memiliki bekal keterampilan digital yang relevan, baik untuk meniti karier di dunia kerja profesional maupun dalam membangun wirausaha digital yang berdaya saing.


Label
blsdm komdigi yogyakarta, ugm, kecerdasan artifisial