YOGYAKARTA, 11 Februari 2026 - Tiga provinsi yang menjadi pusat kebudayaan Indonesia - Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Bali - mencatatkan prestasi membanggakan dalam Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025. Ketiga provinsi ini berhasil melampaui skor rata-rata nasional sebesar 44,53, menunjukkan bahwa transformasi digital telah bersinergi dengan kearifan lokal untuk menciptakan ekosistem digital yang tangguh. Laporan IMDI 2025 yang dirilis oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komunikasi dan Digital Republik Indonesia ini menegaskan bahwa akselerasi teknologi kini berjalan harmonis dengan masyarakat di wilayah tersebut, menciptakan fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045.
Jateng Memimpin, DIY Tumbuh Signifikan, Bali Konsisten
Jawa Tengah memimpin dengan skor indeks 51,19, diikuti oleh DI Yogyakarta di angka 51,13, dan Bali dengan skor 48,22. Ketiganya berada konsisten di atas rata-rata nasional 44,53. Pertumbuhan paling mencolok terlihat pada DI Yogyakarta yang mengalami lonjakan signifikan dari 47,10 pada tahun 2024 menjadi 51,13 pada tahun 2025 - kenaikan sebesar 4,03 poin dalam setahun. Kenaikan ini didorong kuat oleh pilar Infrastruktur dan Ekosistem yang mencatatkan skor tertinggi di antara pilar lainnya, yakni mencapai 69,73. Capaian ini menunjukkan bahwa fondasi digital fisik - mulai dari konektivitas internet hingga ketersediaan perangkat teknologi - telah terbangun dengan solid di wilayah ini.
Peta Kekuatan Digital: Daerah-Daerah yang Memimpin
Laporan IMDI 2025 juga merinci daerah-daerah yang menjadi motor penggerak digital di masing-masing provinsi:
Jawa Tengah
- Kabupaten Banjarnegara (58,98) - Kategori "Sangat Tinggi"
- Kota Semarang (58,59) - Kategori "Sangat Tinggi"
Keduanya berhasil menembus kategori tertinggi dalam klasifikasi IMDI, menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya terjadi di pusat kota besar, tetapi juga di kabupaten.
DI Yogyakarta
- Kota Yogyakarta (54,39) - Predikat "Tinggi"
- Kabupaten Kulon Progo (51,81) - Predikat "Tinggi"
Kota Yogyakarta sebagai pusat pendidikan dan budaya memimpin dengan skor tertinggi di provinsi, sementara Kulon Progo menunjukkan bahwa daerah pinggiran juga mampu berkembang pesat.
Bali
- Kota Denpasar (54,70) - Mercusuar digital Pulau Dewata
- Kabupaten Badung (53,81) - Konsisten di posisi puncak
Sebagai pusat pariwisata Indonesia, Denpasar dan Badung menunjukkan bagaimana sektor pariwisata mendorong adopsi teknologi digital secara masif.
Empat Pilar IMDI: Infrastruktur Kuat, Pemberdayaan Masih Tantangan
IMDI 2025 mengukur kesiapan digital masyarakat berdasarkan empat pilar utama:
- Infrastruktur dan Ekosistem - Ketersediaan akses internet, perangkat, dan layanan digital
- Literasi Digital - Kemampuan masyarakat menggunakan teknologi
- Pemberdayaan - Pemanfaatan teknologi untuk produktivitas dan kesejahteraan
- Pekerjaan - Dampak teknologi terhadap lapangan kerja dan kewirausahaan
Infrastruktur: Fondasi yang Kokoh
Pilar Infrastruktur dan Ekosistem mencatatkan skor tertinggi di ketiga provinsi, dengan rata-rata di atas 60. DI Yogyakarta bahkan mencapai 69,73 untuk pilar ini. Ini menunjukkan bahwa:
- Konektivitas internet sudah menjangkau sebagian besar wilayah
- Ketersediaan perangkat digital semakin merata
- Layanan digital publik telah diimplementasikan dengan baik
Pemberdayaan: Catatan Kritis yang Perlu Perhatian
Meskipun infrastruktur telah terbangun kokoh, laporan IMDI 2025 memberikan catatan kritis pada pilar Pemberdayaan. Rata-rata skor pilar ini di ketiga provinsi masih berada pada rentang 34,27 hingga 41,95 - masih di bawah rata-rata nasional untuk pilar ini. Hal ini menunjukkan bahwa fokus ke depan harus bergeser dari sekadar penyediaan akses menuju penguatan kapasitas masyarakat. Tantangan utamanya adalah: Bagaimana memastikan teknologi digital dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas, kewirausahaan, dan inovasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga?
Dari Akses ke Dampak: Arah Kebijakan yang Diperlukan
Kesenjangan antara skor tinggi pada infrastruktur dan skor rendah pada pemberdayaan mengindikasikan bahwa kebijakan digital ke depan harus lebih fokus pada:
1. Pelatihan Literasi Digital yang Berkelanjutan
Program seperti Inkubasi Literasi Digital Sektor Pariwisata yang baru saja diselenggarakan oleh BLSDM Komdigi Yogyakarta (4 Februari 2026) adalah contoh konkret upaya meningkatkan kapasitas masyarakat. Program ini menargetkan produksi 90 konten digital dalam 3 bulan untuk desa-desa wisata.
2. Mendorong Kewirausahaan Digital
Teknologi harus menjadi alat untuk menciptakan peluang ekonomi baru, bukan hanya konsumsi konten. Dukungan untuk UMKM digital, marketplace lokal, dan platform ekonomi kreatif perlu diperkuat.
3. Integrasi Teknologi dengan Nilai Lokal
Ketiga provinsi ini adalah pusat kebudayaan Indonesia. Transformasi digital harus mengintegrasikan nilai-nilai lokal - dari batik dan wayang hingga upacara adat — agar teknologi tidak merusak identitas budaya, melainkan memperkuatnya.
4. Monitoring dan Evaluasi Berkelanjutan
IMDI harus dijadikan kompas untuk melihat posisi saat ini dan mengarahkan kebijakan ke depan. Data tahunan ini memungkinkan pemerintah daerah untuk mengukur efektivitas program dan melakukan penyesuaian strategi.
Wilayah Kerja BLSDM Komdigi Yogyakarta: Peran Strategis
Tiga provinsi yang mencatat prestasi ini - Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Bali - berada di bawah wilayah kerja BLSDM Komdigi Yogyakarta. Hal ini menegaskan peran strategis BLSDM Komdigi Yogyakarta dalam mendorong transformasi digital di wilayah yang menjadi jantung kebudayaan Indonesia. Beberapa program yang telah dan sedang dijalankan oleh BLSDM Komdigi Yogyakarta meliputi:
- Workshop Cybersecurity #13 AI-Security (31 Januari 2026) - Meningkatkan kesadaran keamanan siber berbasis AI
- Digital Talent Hub: Inkubasi & Akselerasi Digital Desa Wisata DIY 2026 - Program kolaboratif untuk mempercepat transformasi digital desa wisata
- Pelatihan Inkubasi Literasi Digital Sektor Pariwisata (4 Februari 2026) - Melatih pengelola desa wisata membuat konten digital berkualitas
Program-program ini dirancang dengan pendekatan offense-informed defense untuk keamanan siber, dan local genesis untuk pengembangan pariwisata - memastikan bahwa teknologi tidak hanya diadopsi, tetapi juga disesuaikan dengan keunikan lokal.
Percontohan Nasional: Sinergi Infrastruktur dan Pemberdayaan
Laporan IMDI 2025 menyatakan: Data IMDI ini adalah kompas bagi kita untuk melihat di mana posisi kita saat ini dan ke mana arah kebijakan harus melangkah. Sinergi antara infrastruktur yang kuat dan masyarakat yang berdaya adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045. Dengan capaian tahun ini, DIY, Jawa Tengah, dan Bali diharapkan dapat menjadi percontohan nasional dalam mengintegrasikan nilai-nilai lokal dengan kemajuan teknologi digital guna menciptakan transformasi yang inklusif dan berkelanjutan. Model transformasi digital yang berhasil di ketiga provinsi ini dapat direplikasi di wilayah lain, dengan penyesuaian konteks lokal masing-masing.
Konteks Nasional: Posisi Indonesia di Era Digital Global
Indonesia saat ini berada di tengah percepatan transformasi digital yang ambisius. Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan penetrasi internet yang terus meningkat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan digital regional. Namun, tantangan tetap ada:
- Kesenjangan digital antara kota besar dan daerah terpencil
- Literasi digital yang belum merata di seluruh lapisan masyarakat
- Keamanan siber yang semakin kompleks dengan hadirnya AI
- Pemberdayaan ekonomi yang belum optimal memanfaatkan teknologi
Capaian Jawa Tengah, DIY, dan Bali dalam IMDI 2025 menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang kuat, tantangan-tantangan tersebut dapat diatasi.
Belajar dari yang Terbaik
Apa yang bisa dipelajari dari ketiga provinsi ini?
1. Investasi Infrastruktur yang Konsisten
Skor tinggi pada pilar infrastruktur tidak datang secara instan - ini hasil dari investasi berkelanjutan dalam konektivitas, perangkat, dan layanan digital.
2. Fokus pada Kualitas, Bukan Hanya Kuantitas
Bukan hanya soal berapa banyak tower BTS atau titik WiFi, tetapi juga soal kualitas layanan dan kemudahan akses bagi masyarakat.
3. Kolaborasi Multi-Stakeholder
Program seperti Digital Talent Hub melibatkan pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat - menciptakan ekosistem yang saling memperkuat.
4. Adaptasi dengan Konteks Lokal
Teknologi tidak diterapkan secara seragam, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lokal - dari pariwisata di Bali hingga industri kreatif di Yogyakarta.
Tantangan ke Depan: Pilar Pemberdayaan
Meskipun capaian infrastruktur patut dibanggakan, pilar Pemberdayaan tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan:
- Program Literasi Digital Masif - Tidak hanya untuk generasi muda, tetapi juga untuk generasi tua yang sering tertinggal
- Inkubasi Bisnis Digital - Memberikan pendampingan bagi UMKM untuk go-digital, bukan hanya sekadar memiliki akun media sosial
- Sertifikasi Kompetensi Digital - Memberikan pengakuan formal terhadap kemampuan digital masyarakat
- Platform Kolaborasi Lokal - Membangun marketplace, forum, dan komunitas digital yang berbasis lokal
- Monitoring Dampak Ekonomi - Mengukur secara konkret bagaimana teknologi digital meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat
Menuju Indonesia Emas 2045
Hasil IMDI 2025 ini bukan hanya angka statistik - ini adalah potret nyata kondisi masyarakat digital Indonesia saat ini. Dan potret dari Jawa Tengah, DIY, dan Bali menunjukkan bahwa transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan adalah mungkin. Dengan infrastruktur yang kuat sebagai fondasi, dan upaya pemberdayaan masyarakat yang ditingkatkan, ketiga provinsi ini dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia. Seperti yang ditulis dalam laporan IMDI 2025: sinergi antara infrastruktur yang kuat dan masyarakat yang berdaya adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045.
Tentang IMDI
Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) adalah alat ukur yang disusun untuk mengetahui tingkat kemampuan dan kesiapan masyarakat digital di Indonesia berdasarkan empat pilar utama: Infrastruktur dan Ekosistem, Literasi Digital, Pemberdayaan, dan Pekerjaan. IMDI diukur setiap tahun dan mencakup seluruh provinsi di Indonesia, dengan breakdown hingga tingkat kabupaten/kota. Indeks ini menjadi rujukan penting bagi pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan kebijakan transformasi digital.
Tautan:
Detail Skor IMDI 2025 di Wilayah Kerja BLSDM Komdigi Yogyakarta
Label
imdi, blsdm komdigi yogyakarta, jawa tengah, yogya, bali