Yogyakarta - Dalam rangka mendukung transparansi, akuntabilitas, serta evaluasi pelaksanaan Program Digital Talent Scholarship (DTS), BLSDM Komdigi Yogyakarta menerbitkan booklet statistik berjudul “Jejak Talenta Digital (Jawa Tengah, DIY, Bali): Hasil dan Pemetaan Program Digital Talent Scholarship 2025”.
Booklet ini menyajikan gambaran menyeluruh pelaksanaan DTS tahun 2025 di wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali, dengan fokus pada lima akademi DTS, yaitu Fresh Graduate Academy (FGA), Thematic Academy (TA), Vocational School Graduate Academy (VSGA), Government Transformation Academy (GTA), dan Digital Entrepreneurship Academy (DEA).
Informasi yang disajikan meliputi jumlah pendaftar dan peserta lulus pelatihan, sebaran peserta berdasarkan kabupaten/kota, serta karakteristik peserta berdasarkan kategori, usia, dan jenis kelamin. Penyajian data tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran faktual mengenai capaian program serta distribusi pelatihan di masing-masing wilayah.
Selain menyajikan data statistik pelaksanaan pelatihan, booklet Jejak Talenta Digital 2025 juga selaras dengan kerangka pengukuran pembangunan digital nasional melalui Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI). IMDI merupakan instrumen pengukuran yang dikembangkan untuk memetakan tingkat kesiapan dan kematangan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital di berbagai wilayah Indonesia.
IMDI disusun berdasarkan empat pilar utama, yaitu Pilar Infrastruktur dan Ekosistem, Pilar Literasi Digital, Pilar Pemberdayaan, serta Pilar Pekerjaan. Pilar Infrastruktur dan Ekosistem mengukur ketersediaan akses internet, perangkat, serta dukungan ekosistem digital yang menunjang transformasi. Pilar Literasi Digital menilai kemampuan masyarakat dalam memahami, menggunakan, dan berinteraksi secara aman dan bijak di ruang digital. Pilar Pemberdayaan melihat sejauh mana teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup, termasuk dalam sektor UMKM dan layanan publik. Sementara itu, Pilar Pekerjaan mengukur kesiapan dan keterlibatan tenaga kerja dalam ekonomi berbasis digital.
Melalui pengukuran tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi kesenjangan digital antarwilayah sekaligus menentukan intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran. Dalam konteks ini, data pelaksanaan Program Digital Talent Scholarship (DTS) yang dipetakan dalam booklet menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan capaian IMDI, khususnya pada aspek literasi digital dan kesiapan tenaga kerja digital. Dengan demikian, publikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai laporan capaian program, tetapi juga sebagai referensi strategis dalam memperkuat pembangunan talenta digital yang terukur dan berbasis data di tingkat regional.
Penyusunan booklet menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan ringkasan numerik, persentase, dan visualisasi grafik sehingga data dapat dipahami secara mudah dan objektif. Selain itu, metode observasi turut diterapkan untuk menangkap dinamika pelaksanaan program, termasuk tingkat keaktifan wilayah dan pola partisipasi peserta pada setiap akademi.
Penerbitan booklet Jejak Talenta Digital 2025 merupakan bagian dari upaya BLSDM Komdigi Yogyakarta dalam menyediakan informasi yang terbuka dan berbasis data, sekaligus sebagai bahan refleksi dan evaluasi untuk peningkatan kualitas pelaksanaan Program Digital Talent Scholarship ke depan. Diharapkan, booklet ini dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan dalam perumusan kebijakan pengembangan talenta digital di tingkat regional.
Akses booklet:
Label
imdi, dts, blsdm komdigi yogyakarta, booklet jejak talenta digital