Yogyakarta, 4 Februari 2026 - Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BLSDM Komdigi) Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan Inkubasi Literasi Digital Sektor Pariwisata untuk memperkuat kapasitas desa wisata di era digital. Program ini menjadi langkah strategis memastikan desa wisata tidak hanya berkembang dari sisi potensi alam dan budaya, tetapi juga memiliki daya saing kuat di ruang digital.
Transformasi Digital, Bukan Sekadar Pelatihan
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kelas BLSDM Komdigi Yogyakarta, pukul 09.20 hingga 12.00 WIB, dibuka oleh Dr. Anton Susanto, Kepala BLSDM Komdigi Yogyakarta. Beliau menegaskan bahwa transformasi digital desa wisata harus berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Menurut Bapak Anton, inkubasi ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan bagian dari akselerasi aktualisasi digital yang perlu diwujudkan dalam langkah konkret - khususnya dalam penguatan promosi, layanan, serta peningkatan nilai ekonomi desa wisata. Setiap program yang dilaksanakan harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
"Tanpa Kolaborasi, Desa Wisata Akan Tertinggal"
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Agus Budi Rahmanto, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DPD PUTRI DIY). Beliau menyoroti bahwa masyarakat saat ini berada di era digital yang membuat segala sesuatu mudah terhubung. Bapak Agus menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar pelaku desa wisata. Tanpa kolaborasi, desa wisata akan tertinggal di tengah persaingan yang semakin ketat. Ia juga menyinggung fenomena yang sering terjadi di DIY: persaingan antar destinasi wisata dalam satu wilayah yang memiliki konsep seragam. Hal ini justru melemahkan daya tarik masing-masing destinasi. Solusi yang ditawarkan Bapak Agus adalah konsep local genesis - keunikan lokal yang menjadi jati diri dan identitas pembeda dari destinasi lain. Dari keunikan inilah desa wisata bisa membangun narasi yang kuat dan menarik wisatawan.
Enam Upaya Transformasi Digital Desa Wisata
Memasuki sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai strategi penguatan desa wisata melalui enam upaya transformasi digital:
- Peningkatan Literasi Digital Masyarakat - Memastikan pengelola dan masyarakat desa wisata memiliki kemampuan dasar digital yang memadai.
- Media Digital sebagai Sarana Sales & Marketing - Memanfaatkan platform digital untuk menjangkau calon wisatawan lebih luas.
- Produksi Konten Berkualitas Berbasis Kolaborasi - Menciptakan konten yang menarik melalui kerja sama antar pelaku wisata.
- Kerja Sama dengan Pelaku Pariwisata - Membangun jaringan dengan stakeholder industri pariwisata untuk memperluas jangkauan pasar.
- Kemitraan dengan Pemerintah untuk Pengembangan Fasilitas - Sinergi dengan pemerintah daerah untuk perbaikan infrastruktur dan fasilitas pendukung.
- Pembaruan Data dan Layanan Wisatawan Berbasis Digital - Menggunakan teknologi untuk meningkatkan pengalaman wisatawan dan efisiensi operasional.
Seluruh langkah ini diperkuat dengan pemahaman mengenai empat pilar literasi digital sebagai fondasi transformasi yang berkelanjutan.
Praktik Langsung: AI untuk Konten Visual dan Content Writing
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik yang langsung bisa diterapkan peserta. Dua fokus utama praktik adalah:
- Pembuatan Foto Produk Wisata Menggunakan Gemini
Peserta mempelajari cara menghasilkan visual promosi yang lebih profesional dan sesuai dengan karakter produk wisata desa menggunakan teknologi Artificial Intelligence. Dengan AI, proses pembuatan foto produk menjadi lebih efisien dan hasilnya lebih menarik secara visual. - Penyusunan Prompt untuk Content Writer dengan Metode 3P
Peserta juga berlatih menyusun instruksi (prompt) untuk kebutuhan pembuatan konten dengan metode 3P, yaitu:
Perintah - Instruksi yang jelas tentang apa yang diinginkan
Penerima - Target audiens yang akan membaca konten
Peran - Sudut pandang atau karakter yang digunakan dalam konten
Pendekatan ini membantu peserta membuat instruksi yang lebih tepat sasaran, sehingga hasil tulisan maupun visual lebih sesuai dengan kebutuhan promosi desa wisata.
Target Ambisius: 90 Konten Digital dalam 3 Bulan
Salah satu target konkret dari program inkubasi ini adalah produksi 90 konten digital dalam waktu 3 bulan. Target ini dirancang untuk memastikan desa wisata memiliki materi promosi yang konsisten dan berkelanjutan. Rangkaian materi pelatihan lanjutan yang akan diselenggarakan meliputi:
- Menemukan jati diri desa wisata
- Menyusun narasi produk wisata yang kuat
- Membuat mood board sebagai panduan visual branding
- Pemanfaatan live streaming sebagai media promosi
Program ini menjadi bagian dari Digital Talent Hub: Inkubasi & Akselerasi Digital Desa Wisata DIY 2026 yang diluncurkan pada 31 Januari 2026 lalu, dalam acara pembukaan Workshop Cybersecurity #13 yang juga dihadiri Wakil Menteri Komdigi, Bapak Nezar Patria.
Konteks: Bagian dari Program Digital Talent Hub DIY 2026
Pelatihan inkubasi literasi digital ini merupakan kelanjutan dari program Digital Talent Hub: Inkubasi & Akselerasi Digital Desa Wisata Daerah Istimewa Yogyakarta 2026 yang merupakan kerjasama strategis antara:
- BLSDM Komdigi Yogyakarta
- DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia DIY (PUTRI DIY)
- Masyarakat Sadar Wisata
- Berbagai mitra lainnya
Program ini bertujuan untuk mempercepat adopsi teknologi digital di desa-desa wisata DIY, dengan fokus pada akselerasi AI dan teknologi digital yang tidak hanya bicara keamanan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Sebagaimana disampaikan Kepala BLSDM Komdigi Yogyakarta dalam peluncuran program, akselerasi AI harus berjalan seimbang - tidak hanya fokus pada aspek keamanan siber, tetapi juga pada peningkatan ekonomi masyarakat. Tanpa akselerasi yang seimbang, potensi pertumbuhan desa wisata justru akan terhambat.
Pentingnya Literasi Digital di Sektor Pariwisata
Sektor pariwisata Indonesia, khususnya di tingkat desa wisata, menghadapi tantangan besar dalam transformasi digital. Menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Indonesia memiliki lebih dari 2.000 desa wisata yang tersebar di seluruh nusantara. Namun, hanya sebagian kecil yang mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk promosi dan pengelolaan. Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai salah satu destinasi wisata utama Indonesia, memiliki puluhan desa wisata dengan potensi besar. Namun persaingan yang ketat - baik internal maupun dengan destinasi lain - menuntut desa wisata untuk memiliki strategi digital yang kuat. Program inkubasi literasi digital seperti ini menjadi solusi strategis untuk:
- Meningkatkan visibilitas desa wisata di platform digital
- Memperkuat identitas masing-masing desa agar tidak seragam
- Meningkatkan kualitas konten promosi yang lebih profesional
- Membangun ekosistem kolaborasi antar pelaku wisata
- Mendorong inovasi dalam pengelolaan dan layanan wisatawan
Harapan ke Depan
Melalui kegiatan inkubasi ini, desa wisata di DIY diharapkan mampu:
- Memiliki identitas yang kuat berdasarkan keunikan lokal (local genesis)
- Menerapkan strategi komunikasi digital yang terarah dan konsisten
- Memiliki kesiapan teknologi untuk bersaing secara berkelanjutan dalam industri pariwisata modern
- Menghasilkan konten digital berkualitas secara mandiri dan berkelanjutan
Program ini juga diharapkan menjadi model yang bisa direplikasi di wilayah kerja BLSDM Komdigi lainnya di seluruh Indonesia, sesuai dengan visi Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mendorong transformasi digital di berbagai sektor.
Label
literasi digital, desa wisata, transformasi digital, blsdm komdigi, yogyakarta, digital talent hub