Yogyakarta — Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Kominfo Yogyakarta menyelenggarakan Cyber Security School Competition (CSSC) and Expo 2025 sebagai bagian dari upaya strategis pengembangan talenta digital nasional di bidang keamanan siber. Kegiatan bertema “Cyber Security for Future Talent” ini berlangsung di Universitas AMIKOM Yogyakarta pada 15 Desember 2025 dan diikuti oleh pelajar SMA/SMK dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
CSSC and Expo 2025 dirancang sebagai sarana pembelajaran berbasis praktik untuk meningkatkan kompetensi teknis, kesadaran keamanan digital, serta wawasan pendidikan dan karier peserta. Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi pentahelix antara pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas dalam membangun ekosistem talenta keamanan siber sejak dini.
Rangkaian kegiatan terdiri atas kompetisi keamanan siber, talkshow, dan expo pendidikan serta industri. Kompetisi dilaksanakan dalam format Capture The Flag (CTF) yang menguji kemampuan analitis dan teknis peserta melalui tantangan kriptografi, web exploitation, reverse engineering, digital forensics, dan binary exploitation.
Sebanyak 102 pelajar mendaftar, dengan 88 peserta yang hadir dan mengikuti kompetisi. Peserta berasal dari berbagai SMA dan SMK, dengan dominasi pelajar SMK yang memiliki latar belakang teknologi informasi dan jaringan komputer. Kompetisi berlangsung selama tiga jam dengan sistem penilaian dinamis berbasis platform CTFd.
CSSC 2025 merupakan wujud sinergi antara BPSDMP Kominfo Yogyakarta, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Universitas AMIKOM Yogyakarta, serta mitra industri seperti PT Cyberkarta Tugu Teknologi. Kolaborasi ini memastikan penyelenggaraan kompetisi berjalan berkualitas, relevan dengan kebutuhan industri, serta sesuai standar nasional keamanan siber.
Selain kompetisi, CSSC 2025 juga menghadirkan Talkshow Keamanan Siber bertajuk “Cyber Security: Potensi dan Tantangan Karier di Dunia Keamanan Siber”. Talkshow ini diikuti sekitar 225 peserta, terdiri dari pelajar, guru pendamping, peserta kompetisi, serta tamu undangan dari kalangan akademisi, praktisi, dan pemerintah.
Talkshow dibuka dengan sambutan Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta, Dr. Anton Susanto dan tayangan video keynote speech Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, S.Fil., M.Sc., M.B.A. Sesi utama menghadirkan Prof. Dr. M. Suyanto, M.M., Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, yang memaparkan pentingnya keamanan siber dalam industri kreatif dan perlindungan aset digital, serta Muh. Fani Akbar, praktisi keamanan siber industri, yang membahas peluang karier, kebutuhan kompetensi, dan tahapan membangun karier di bidang keamanan siber.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait kebutuhan keterampilan industri, sertifikasi, spesialisasi keamanan siber, hingga tantangan global di bidang keamanan digital. Talkshow ini memberikan gambaran komprehensif mengenai jalur pendidikan dan karier di sektor keamanan siber.
Kegiatan juga diperkuat dengan Expo Pendidikan dan Industri yang menghadirkan sembilan booth dari Museum Sandi, PERMIKOMNAS, PT Jetorbit Teknologi Indonesia, PT Ozami Inti Sinergi, RUN System (PT Global Sukses Solusi tbk), Cyberkarta, Sekolah Tinggi Multimedia (MMTC), Himpunan Mahasiswa Teknik Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta, serta BPSDMP Kominfo Jogja dan BPSDMP Kominfo Yogyakarta. Expo menjadi sarana bagi peserta untuk mengenal pilihan studi lanjut, kebutuhan kompetensi industri, serta program pengembangan talenta digital yang tersedia.
Berdasarkan survei pelaksanaan kegiatan, mayoritas peserta menilai CSSC and Expo 2025 menarik, menantang, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran keamanan siber. Kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman praktis peserta serta membangun motivasi dan jejaring antarpelajar.
Melalui kolaborasi erat dengan para mitra strategis, BPSDMP Kominfo Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem pengembangan talenta keamanan siber nasional. CSSC and Expo 2025 diharapkan menjadi agenda berkelanjutan dalam mencetak generasi muda yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan keamanan siber di era transformasi digital (PPRP Teamp)