Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi menyelenggarakan Workshop 1 Program AI Talent Factory (AITF) 2026 di Ruang Multimedia 1, Gedung Pusat UGM, pada 12-13 Maret 2026. Program ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem talenta kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri. Dari total 117 pendaftar yang melewati proses seleksi ketat, sebanyak 20 peserta terpilih untuk mengikuti program hingga Juni 2026, dengan puncak acara berupa Demo Day dan Graduation Day.
Kolaborasi Strategis untuk Talenta AI Nasional
Workshop dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pemaparan mekanisme kegiatan oleh Ibu Anny Triana, Ketua Tim AITF. Acara dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis, antara lain:
- Marroli Jeni Indarto, S.Sos., M.Si. — Direktur Kemitraan Komunikasi dan Lembaga Kehumasan / Plt. Direktur Komunikasi Publik
- Dr. Mardani Riasetiawan, M.T. — Dekan Fakultas MIPA UGM
- Dr. Said Mirza Pahlevi, M.Eng. — Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital
- Dr. Anton Susanto — Kepala BLSDM Komdigi Yogyakarta
- Tim Mentor dari Ditjen Komunikasi Publik dan Media serta Dosen Tutor UGM
Program AI Talent Factory 2026 merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa yang diluncurkan pada 2025, sebagai bentuk komitmen jangka panjang pemerintah dalam memperkuat kapasitas talenta nasional di bidang AI.
Harapan Tinggi dari Pemangku Kepentingan
Dalam sambutannya secara daring, Bapak Marroli Jeni Indarto menyampaikan harapan agar peserta mampu menghasilkan use case yang relevan dan aplikatif, serta memastikan kesiapan Komdigi memberikan dukungan penuh dalam proses pemodelan AI. Bapak Mardani Riasetiawan dalam sambutan pembukaan resmi menekankan pentingnya kolaborasi antara Komdigi, UGM, dan mitra industri. "Program ini diharapkan menjadi wadah pengembangan talenta digital yang mampu menghasilkan solusi nyata bagi berbagai permasalahan," ujarnya.
Expert Lecture: Perspektif Industri dan Akademik
Workshop turut menghadirkan dua narasumber ahli. Bapak Radityo Pradana dari Alibaba Cloud Indonesia memaparkan materi 'Accelerating Technological Innovations in the AI Era', menjelaskan cara kerja Large Language Models (LLM) serta memperkenalkan solusi Retrieval Augmented Generation (RAG) untuk mengatasi keterbatasan AI seperti halusinasi dan kedaluwarsa data. Sementara itu, Dr. Muru dari Sungkyunkwan University memaparkan perspektif akademik tentang berbagai aspek AI, mulai dari tata kelola, performa teknis, hingga penerapannya di bidang sains dan kedokteran - menunjukkan luasnya potensi AI di masa depan.
Konteks: Memperkuat Ekosistem AI Indonesia
Program AI Talent Factory merupakan bagian dari upaya strategis Komdigi dalam memperkuat kapasitas talenta nasional di bidang AI. Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan industri, program ini bertujuan untuk:
- Memperluas jangkauan pengembangan talenta AI
- Memperkuat ekosistem AI nasional
- Meningkatkan keterkaitan antara dunia pendidikan, penelitian, dan industri
- Menghasilkan solusi AI yang aplikatif untuk kebutuhan pemerintahan
Kolaborasi dengan UGM sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem AI yang berkelanjutan. BLSDM Komdigi Yogyakarta turut berperan sebagai pendukung program, sejalan dengan tugasnya dalam pengembangan SDM komunikasi dan digital di wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Bali.
Label
blsdm komdigi yogyakarta, artificial intelligence, workshop, komdigi, ugm