Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BLSDM Komdigi) Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima, transparan, dan berintegritas. Berdasarkan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) periode Triwulan II (April–Juni 2026), BLSDM Komdigi Yogyakarta berhasil meraih Indeks Persepsi Kualitas Pelayanan (IPKP) sebesar 3,34 (83,60) dengan kategori Baik, serta Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK) mencapai 3,87 (96,75) dengan predikat Sangat Baik.
Trend Peningkatan Kinerja: Capaian nilai IPKP pada Triwulan II ini mengalami kenaikan yang sangat signifikan dibandingkan Triwulan I 2026 (Januari–Maret) yang mencatatkan nilai 3,06 (76,65). Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan evaluasi dan perbaikan mutu layanan berkelanjutan yang diterapkan secara konsisten.
Profil Responden Survei
Survei Triwulan II 2026 melibatkan sebanyak 600 responden yang merupakan penerima manfaat langsung dari program pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) dan program pengembangan SDM digital lainnya di wilayah kerja BLSDM Komdigi Yogyakarta. Demografi responden terurai secara berimbang sebagai berikut:
- Cakupan Domisili: Terdistribusi dari 3 wilayah utama, yaitu D.I. Yogyakarta sebanyak 260 responden (43,3%), Jawa Tengah sebanyak 244 responden (40,7%), dan Bali sebanyak 96 responden (16,0%).
- Komposisi Gender: Proporsi responden sangat seimbang dengan partisipasi Laki-laki sebanyak 304 orang (50,7%) dan Perempuan sebanyak 296 orang (49,3%).
- Tingkat Pendidikan: Didominasi oleh kelompok berpendidikan tinggi, dengan lulusan Sarjana (S1) mencatatkan angka tertinggi sebesar 52,0% (312 orang), Pascasarjana S2/S3 sebesar 20,8% (125 orang), Diploma D1-D4 sebesar 14,8% (89 orang), dan SMA/SMK/Sederajat sebesar 12,3% (74 orang).
- Latar Belakang Pekerjaan: Mayoritas responden berasal dari kalangan aparatur pemerintahan dan publik, mencakup PNS/TNI/POLRI (63,7%), PPPK/Honorer (22,7%), Pelajar/Mahasiswa (3,8%), Guru/Dosen (3,2%), Ibu Rumah Tangga (2,2%), Wiraswasta (1,5%), serta sektor swasta dan lainnya.
Rincian Capaian Indeks Persepsi Kualitas Pelayanan (IPKP)
Penilaian IPKP diukur komprehensif mencakup 8 unsur pelayanan publik sesuai dengan kriteria yang diatur dalam Permen PANRB Nomor 4 Tahun 2025. Hasil evaluasi per unsur disajikan pada tabel berikut:
| No | Unsur Pelayanan | Nilai Konversi (25–100) | Kategori Mutu |
| 1 | Informasi Pelayanan | 83,04 | Baik |
| 2 | Persyaratan Pelayanan | 85,50 | Baik |
| 3 | Prosedur Pelayanan | 81,21 | Baik |
| 4 | Jangka Waktu Pelayanan | 84,04 | Baik |
| 5 | Biaya / Tarif Pelayanan | 90,52 | Sangat Baik |
| 6 | Sarana dan Prasarana | 80,04 | Baik |
| 7 | Petugas Pelayanan | 82,17 | Baik |
| 8 | Layanan Konsultasi & Pengaduan | 82,58 | Baik |
Capaian tertinggi diraih oleh unsur Biaya/Tarif Pelayanan dengan skor 90,52 (Sangat Baik). Hal ini membuktikan komitmen mutlak BLSDM Komdigi Yogyakarta dalam memberikan pelayanan pelatihan secara gratis (Rp0,-) dengan transparansi penuh tanpa biaya tersembunyi. Adapun unsur Sarana/Prasarana (80,04) dan Prosedur Pelayanan (81,21) menjadi area fokus utama yang akan diakselerasi perbaikannya pada periode mendatang.
Rincian Capaian Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK)
Sejalan dengan tata kelola pemerintahan yang bersih (Clean Governance), hasil pengukuran Indeks Persepsi Anti Korupsi (IPAK) mencapai nilai rata-rata 3,87 dari skala 4,00 atau setara 96,75 (Sangat Baik). Rincian indikator penilaian meliputi:
| No | Unsur Anti Korupsi | Skor IPAK (1-4) | Nilai Konversi | Kategori |
| 1 | Pencegahan Manipulasi Peraturan | 3,86 | 97 | Sangat Baik |
| 2 | Pencegahan Penyalahgunaan Tugas | 3,96 | 99 | Sangat Baik |
| 3 | Pencegahan Penjualan Pengaruh | 3,93 | 98 | Sangat Baik |
| 4 | Pencegahan Praktik Percarloan | 3,88 | 97 | Sangat Baik |
| 5 | Bebas Pungutan Liar (Pungli) | 3,97 | 99 | Sangat Baik |
| 6 | Pelayanan Adil & Non-Diskriminatif | 3,95 | 99 | Sangat Baik |
| 7 | Transparansi Informasi & Promosi | 3,53 | 88 | Baik |
Langkah Perbaikan & Komitmen Tindak Lanjut
Menanggapi hasil survei tersebut, Plt. Kepala BLSDM Komdigi Yogyakarta, Dr. Anton Susanto, SE., MTI, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh responden dan masyarakat yang telah memberikan masukan objektif. Sebagai bentuk akuntabilitas, BLSDM Komdigi Yogyakarta menetapkan 5 langkah strategis tindak lanjut:
- Optimalisasi Sarana & Prasarana: Melakukan audit berkala dan peremajaan fasilitas fisik ruang tunggu serta perangkat pendukung pelatihan digital agar ramah pengguna dan inklusif bagi penyandang disabilitas.
- Penyederhanaan Prosedur Layanan: Merekas alur birokrasi pendaftaran pelatihan melalui efisiensi Sistem Operasional Prosedur (SOP) berbasis digital tanpa mengabaikan aspek regulasi.
- Penguatan Kapasitas SDM: Melaksanakan program peningkatan kemampuan Service Excellence bagi seluruh petugas front office dan customer service untuk memastikan layanan yang lebih responsif dan solutif.
- Integrasi Sistem Informasi: Mengakselerasi keterbukaan informasi dengan memperbarui kanal media sosial dan website secara real-time serta menerapkan time-tracking penyelesaian dokumen.
- Pemeliharaan Integritas: Mempertahankan prinsip Zero Gratuity, transparansi penuh, dan konsistensi maklumat pelayanan tanpa dipungut biaya.
Melalui komitmen perbaikan terstruktur ini, BLSDM Komdigi Yogyakarta optimis dapat terus meningkatkan mutu pelayanan publik serta mencetak sumber daya manusia digital yang unggul, kompeten, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Label
blsdm komdigi yogyakarta, ipkp, ipak, indeks kepuasan masyarakat