Gambar: Screenshot 2025 12 29 at 08 38 51

Yogyakarta, 4 Desember 2025 – Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Kominfo Yogyakarta sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Talenta Digdaya: Innovate, Transform, Lead 2025. Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan ini adalah Talkshow “ASN Cerdas Digital: Kolaborasi AI dan Kearifan Lokal untuk Pelayanan Publik yang Humanis”, yang dihadirkan sebagai bagian dari program Kompetisi AI for Local Creative Content in Public Services.

Acara yang berlangsung di Hotel Sahid Raya & Convention Center Yogyakarta ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, mulai dari perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital, praktisi AI dari industri, hingga akademisi. Talkshow ini bertujuan memperkuat pemahaman ASN terkait pemanfaatan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengembangan pelayanan publik yang adaptif, efektif, dan tetap berakar pada nilai budaya serta kearifan lokal di berbagai daerah.

Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta, Dr. Anton Susanto, S.E., M.TI., menjelaskan bahwa Talenta Digdaya merupakan wadah strategis bagi talenta digital Indonesia untuk mengembangkan kreativitas, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan inovasi yang relevan bagi pelayanan publik. Anton menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang mendorong peserta untuk memadukan teknologi dengan nilai-nilai lokal yang menjadi kekuatan daerah.“Talenta Digdaya kami hadirkan untuk mendorong lahirnya inovasi layanan publik berbasis teknologi yang tetap berpijak pada karakter dan kebutuhan lokal.” Ia menambahkan bahwa pengembangan talenta digital merupakan bagian penting dari transformasi digital nasional. “Kami berharap Talenta Digdaya terus menjadi ekosistem yang menumbuhkan talenta-talenta baru yang mampu menciptakan solusi digital yang berdampak, relevan, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.”

Talkshow ini sekaligus menjadi pengantar menuju acara Awarding Talenta Digdaya, di mana para peserta kompetisi AI for Local Creative Content in Public Services menerima apresiasi atas karya-karya inovatif yang telah dihasilkan. Tahun ini kompetisi berhasil menjaring 125 karya inovasi dari 177 ASN, baik individu maupun kelompok, yang berasal dari 13 provinsi/kota/kabupaten di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Bali. Capaian tersebut menunjukkan antusiasme tinggi sekaligus meningkatnya kesiapan ASN untuk mengadopsi dan mengembangkan teknologi kecerdasan buatan dalam pelayanan publik.

Sebagai bagian dari kegiatan ini, talkshow menghadirkan empat narasumber yang membawakan paparan bertema transformasi digital dan peran AI di berbagai sektor. Narasumber pertama merupakan founder dari AI Nusantara - Gustav Anandita.

Gustav menyampaikan pentingnya memahami karakter kecerdasan buatan sebelum menggunakannya dalam produksi konten. Membahas konten Nusantara dan visualisasi sejarah berbasis AI, Gustav Anandhita menekankan pentingnya ketepatan instruksi dan strategi kreatif dalam penggunaan AI.

“AI tidak akan mengerti apa yang kita inginkan jika tidak diajarkan. Detail sangat menentukan kualitas output; dari data, konteks, hingga gaya. Karena apa pun yang dilempar ke publik bisa dianggap serius, kehati-hatian dalam memproduksi konten menjadi hal yang mutlak.” ujar Gustav. Ia juga menambahkan bahwa strategi komunikasi digital saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih visual dan relevan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari ekosistem pengembangan kompetensi yang dibangun melalui Government Transformation Academy (GTA) yang merupakan program pengembangan SDM yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi ASN, TNI, dan Polri dalam mendukung percepatan transformasi digital di Kementerian/Lembaga/Daerah (K/L/D). Kegiatan ini juga tidak terlepas dari upaya berkelanjutan BPSDMP Kominfo Yogyakarta dalam mengembangkan kompetensi talenta digital, sekaligus memperluas dampak pemanfaatan teknologi di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, BPSDMP Kominfo Yogyakarta berharap dapat terus memperkuat ekosistem talenta digital Indonesia serta mendorong lahirnya inovasi-inovasi berbasis AI yang tetap berlandaskan nilai budaya dan kebutuhan masyarakat lokal. Kolaborasi antara teknologi modern dan kearifan lokal menjadi kunci agar transformasi digital tetap humanis, inklusif, dan berpihak pada kepentingan publik (PPRP Team)