Gambar: AITF Batch 2 UGM

Yogyakarta, - Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) menyelenggarakan Workshop 1 Program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) batch 2 di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung pada 2-3 Oktober 2026 yang dilaksanakan di Gedung Perpustakaan Pusat Lantai 2

Penguatan Ekosistem Talenta Digital

Dalam rangka memperkuat pengembangan ekosistem talenta digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital c.q. Pusat Pengembangan Talenta Digital melaksanakan Program AI Talent Factory (AITF) guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang kecerdasan buatan. Program ini dirancang sebagai wadah pembelajaran dan kolaborasi yang mendorong peserta untuk mengembangkan solusi AI yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan industri serta sektor publik. Sebagai bagian dari rangkaian program tersebut, diselenggarakan Workshop 1 AI Talent Factory (AITF) Batch 2 yang difokuskan pada penguatan fondasi pemahaman peserta terhadap konsep dasar kecerdasan artifisial, pengenalan use case dari Biro Perencanaan, serta penyusunan rencana pengembangan use case berupa AI-Driven Review System untuk Evaluasi Dokumen Program Kerja.

Sambutan dan Kolaborasi Strategis

Workshop 1 AITF batch 2 dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Dr. Gunawan Hutagalung S.T., M.T. (Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital), Bapak Haryukresno Widhiputranto B.Eng., M.P.P. (Ketua Tim Kerja Bidang Regulasi Sandbox, Inovasi, dan Teknologi Baru, Direktorat Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru), Dr. Anton Susanto S.E., M.Si (Kepala Balai Pelatihan SDM Komunikasi dan Digital Yogyakarta), Anny Triana (Ketua Tim PMO AITF Batch 2 UGM dan Ketua Tim Materi dan Kajian Strategis Pelatihan), Badar Agung Nugroho (Ketua Tim Solusi AI dan Platform Data), Maldini Maulana Ibrahim S.T (Biro Perencanaan), Puji Wulandari S.Kom (Biro Perencanaan), Dr. Muhammad Fakhrurrifqi, S.Kom., M.Cs. (PIC AITF Batch 2 UGM), Dedi Eko Yunanto Priyadi, S.T. (Ketua Tim Kerja System Engineer Biro Transformasi Digital UGM), Tim Tutor Teknis UGM, Tim PMO AITF Batch 2 UGM, dan Peserta Program AITF Batch 2

Peta Jalan AI Nasional dan Tata Kelola AI Terpercaya

Untuk mendukung ekosistem ini secara komprehensif, Pemerintah tengah menyiapkan Peta Jalan AI Nasional yang mencakup isu strategis seperti perluasan akses infrastruktur, penghubung riset dan pengembangan, dukungan layanan publik dan swasta, mobilisasi investasi, serta etika dan regulasi. Pemerintah juga akan menetapkan 10 bidang prioritas penggunaan AI serta program super cepat (fast-track) untuk mengakselerasi adopsi teknologi.

Dalam pengembangannya, kepercayaan (trust) menjadi "mata uang" utama. Operasionalisasi kerangka etika nasiona diterjemahkan ke dalam praktik teknis yang mencakup prinsip keadilan, inklusivitas, transparansi, perlindungan data pribadi, hingga efisiensi energi. Pemerintah juga menyiapkan instrumen pengujian sistem, mekanisme sandbox regulatori, audit berkelanjutan untuk layanan publik berisiko tinggi, serta penerapan prinsip human-in-the-loop pada pengambilan keputusan kritis.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Tantangan Infrastruktur

Keberhasilan ekosistem AI tidak lepas dari sinergi kokoh antara pemerintah (BPSDM Komdigi) akademisi (UGM, UB, Politeknik Negeri Padang), serta raksasa industri teknologi (NVIDIA, Indosat, Google)

Meski demikian, penguatan infrastruktur komputasi masih menghadapi tantangan teknis di lapangan. Salah satunya adalah UGM yang telah menerima hibah mesin komputasi AI dari NVIDIA dan Indosat, namun saat ini tengah memformulasikan solusi atas keterbatasan pasokan daya listrik operasional guna memastikan fasilitas dapat beroperasi secara maksimal.

Implementasi Teknis: Sistem Review Dokumen Perencanaan (TOR/RAB)

Sebagai bentuk kontribusi nyata, peserta AITF Batch 2 di UGM merancang sistem berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk membantu reviu dokumen Term of Reference (TOR) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) di Biro Perencanaan. Sistem pintar ini dibuat untuk mengatasi kendala yang sering terjadi pada proses reviu manual, seperti proses yang memakan waktu lama, hasil yang kurang konsisten, hingga risiko penilaian yang subjektif.

Sistem ini menghubungkan kerja antara Satuan Kerja pengusul, verifikator di Biro Perencanaan, dan Pengelola Sistem. Meskipun didukung oleh teknologi AI, proses pengambilan keputusan tetap melibatkan peran manusia (human-in-the-loop) agar hasil analisis tetap akurat dan terawasi. Sistem ini juga dilengkapi fitur riwayat revisi sehingga seluruh perubahan dokumen dapat terpantau dengan jelas.

Pengembangan sistem ini mengandalkan pembagian peran yang saling melengkapi. Tim 1 bertugas membaca dan memeriksa kerapian format dokumen PDF secara otomatis, sementara Tim 2 berfokus menganalisis isi serta kesesuaian aturan dokumen menggunakan teknologi model bahasa cerdas (LLM) agar selaras dengan regulasi yang berlaku. Melalui kolaborasi dan inovasi ini, proses reviu dokumen perencanaan diharapkan dapat berlangsung jauh lebih cepat, rapi, transparan, serta tepat sasaran.

Melalui inovasi ini, proses reviu dokumen perencanaan diharapkan menjadi jauh lebih cepat, rapi, transparan, dan tepat sasaran.

Komitmen Ke Depan

Melalui keberlanjutan program AITF Batch 2 di UGM, pemerintah bersama akademisi dan mitra industri berkomitmen penuh untuk mendorong percepatan integrasi teknologi AI, penyelesaian kendala infrastruktur komputasi, serta pemantapan regulasi dan etika AI yang terpercaya.

Dengan sinergi ini, AITF Batch 2 diharapkan dapat mencetak talenta-talenta digital unggulan yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi berbasis AI yang adaptif, aman, dan berdampak nyata dalam mendukung akselerasi transformasi digital nasional.


Label
blsdm komdigi yogyakarta, ugm, aitf 2026, ai talent factory, kecerdasan artifisial