Blitar, 5 Februari 2026 — Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BLSDM Komdigi) Surabaya turut hadir dalam kegiatan Sosialisasi Pengembangan Talenta Digital di Wilayah Blitar Raya yang berlangsung di Ruang Auditorium SMKN 1 Blitar pada Kamis (5/2). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Blitar, Indiyah Nurhayati; Plt. Kepala BLSDM Komdigi Surabaya, Bagus Winarko; para Kepala Sekolah SMA dan SMK se-Kabupaten/Kota Blitar; serta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam pengembangan kompetensi digital di sektor pendidikan.
Acara diawali dengan arahan dan sambutan dari Indiyah Nurhayati yang menekankan pentingnya pengembangan talenta digital sebagai bagian dari peningkatan kompetensi pendidikan di era transformasi teknologi. Ia menyampaikan bahwa peningkatan keterampilan digital tidak hanya dibutuhkan oleh peserta didik, tetapi juga tenaga pendidik agar mampu mengikuti perkembangan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
“Program pengembangan talenta digital sangat diperlukan untuk mendukung peningkatan kompetensi di dunia pendidikan. Tidak hanya siswa, guru juga perlu mendapatkan pelatihan terkait teknologi digital, khususnya di bidang kecerdasan buatan, agar memahami etika penggunaannya serta mampu menularkan pemahaman tersebut kepada peserta didik,” ujar Indiyah.
Selanjutnya, Plt. Kepala BLSDM Komdigi Surabaya, Bagus Winarko, menyampaikan sambutan sekaligus paparan mengenai program Digital Talent Scholarship (DTS) yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa DTS merupakan program pelatihan yang terbuka dan dapat diakses secara gratis oleh berbagai kalangan masyarakat.
“Komdigi memiliki program pelatihan Digital Talent Scholarship yang dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari siswa sekolah dasar hingga masyarakat umum. Salah satu fokusnya adalah pengembangan talenta digital bagi siswa dan guru SMA/SMK di Jawa Timur sebagai bagian dari peningkatan kesiapan menghadapi kebutuhan industri digital,” tutur Bagus.
Paparan berikutnya disampaikan oleh PIC Vocational Blended Learning (VBL) BLSDM Komdigi Surabaya, Yesaya Anggia Hamonangan Simanihuruk, yang menjelaskan secara rinci mengenai program Pengembangan Talenta Digital. Ia memaparkan bahwa terdapat dua skema utama dalam program ini, yakni Vocational Blended Learning (VBL) dan Digital Expertise (DEX). VBL ditujukan bagi siswa vokasi (SMK), sedangkan DEX diperuntukkan bagi siswa non-vokasi (SMA), guru, pekerja, hingga masyarakat umum. Untuk peserta non-vokasi tersedia program Future Talent Track Digital Expertise (F-DEX) bagi siswa serta Professional Digital Expertise (P-DEX) bagi guru.
Ia juga menjelaskan bahwa tema pelatihan telah diselaraskan dengan kebutuhan industri digital saat ini. Pada program VBL, tema yang ditawarkan meliputi Junior Graphic Designer, Assistant Web Developer, Assistant Computer Network Technician, dan Assistant Network Administrator. Sementara pada program DEX tersedia pilihan seperti Junior Graphic Designer, Assistant Web Developer, Cyber Security, Artificial Intelligence, dan Cloud Computing.
“VBL menggunakan sistem learning path yang berjenjang sehingga peserta menyelesaikan tahapan pelatihan secara bertahap, sedangkan DEX menggunakan konsep learning journey yang komprehensif dan terdiri dari beberapa learning path yang saling terintegrasi,” jelas Yesaya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan wilayah Blitar Raya dapat berperan aktif dalam mencetak talenta digital yang kompeten dan berdaya saing, sekaligus meningkatkan kapasitas pemanfaatan teknologi digital di lingkungan pendidikan. BLSDM Komdigi Surabaya berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan pemangku kepentingan daerah dalam mendukung percepatan transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan. (YA)
Label
sosialisasi, jawa timur, talenta digital, vbl, dex, pendidikan