Sidoarjo, 29 Oktober 2026 — Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BLSDM Komdigi) Surabaya bersama Tim INOVASI melaksanakan kegiatan Participatory Action Research (PAR) atau riset partisipatif Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis) di Kabupaten Sidoarjo pada 26–28 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas organisasi penyandang disabilitas sebagai agen perubahan dan penghasil pengetahuan dalam mendorong terwujudnya pendidikan yang inklusif.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Ridho Prasetyo; Kepala BLSDM Komdigi Surabaya, Bagus Winarko; serta Provincial Manager INOVASI Jawa Timur, Adri Budi. Turut hadir OPD Partnership Specialist INOVASI Jakarta, Berti Malingara, yang mendukung pelaksanaan kolaborasi dalam penguatan kapasitas organisasi penyandang disabilitas.
Melalui pendekatan PAR, peserta terlibat secara aktif dalam mengkaji pelaksanaan pendidikan inklusif di lingkungan sekolah. Kajian ini diarahkan untuk mengidentifikasi praktik baik yang telah berjalan, berbagai hambatan yang dihadapi, serta peluang pengembangan pendidikan inklusif. Hasil kajian tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk merumuskan rekomendasi perbaikan bersama para pemangku kepentingan.
Rangkaian kegiatan tidak hanya dilaksanakan di Aula BLSDM Komdigi Surabaya, tetapi juga mencakup praktik lapangan di SD Permisan, Kecamatan Jabon, dan MI Darul Mutaqin, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Melalui kunjungan tersebut, peserta berkesempatan mengamati kondisi sekolah secara langsung serta menggali pengalaman dan perspektif terkait penerapan pendidikan inklusif. Praktik lapangan menjadi bagian penting dalam menghubungkan pembahasan selama kegiatan dengan kondisi nyata di lingkungan pendidikan.
Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari empat organisasi penyandang disabilitas, yaitu Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sidoarjo sebanyak dua orang, PPCM sebanyak dua orang, Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Sidoarjo sebanyak dua orang dengan dukungan dua pendamping, serta Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) Sidoarjo sebanyak dua orang dengan dukungan dua juru bahasa isyarat. Keterlibatan pendamping dan juru bahasa isyarat tersebut turut mendukung aksesibilitas dan partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung.
Pelaksanaan riset partisipatif ini menempatkan organisasi penyandang disabilitas sebagai pihak yang memiliki peran aktif dalam menghasilkan pengetahuan berdasarkan pengalaman dan perspektif mereka. Dengan keterlibatan langsung dalam proses pengkajian, organisasi diharapkan dapat menyampaikan kebutuhan, mengidentifikasi persoalan, serta menyusun rekomendasi yang relevan bagi pengembangan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan responsif terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik.
Kolaborasi antara BLSDM Komdigi Surabaya, Tim INOVASI, organisasi penyandang disabilitas, dan pemangku kepentingan pendidikan menjadi ruang untuk memperkuat pertukaran pengetahuan serta membangun pemahaman bersama mengenai pendidikan inklusif. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung penyusunan rekomendasi yang berangkat dari kondisi lapangan dan pengalaman para pihak yang terlibat.
Melalui kegiatan Participatory Action Research ini, BLSDM Komdigi Surabaya terus mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kolaborasi lintas organisasi dalam mendorong pemanfaatan pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Hasil riset partisipatif diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pemangku kepentingan dalam mengembangkan praktik pendidikan yang lebih inklusif, setara, dan mampu mengakomodasi kebutuhan seluruh peserta didik. (FS/YA)
Label
inovasi, opdis, riset, pendidikan inklusif