Sidoarjo, 23 Juni 2026 — Kemampuan berpikir kreatif dan inovatif menjadi salah satu kompetensi penting dalam menghadapi tantangan di era digital yang terus berkembang. Untuk mendukung penguatan keterampilan tersebut, BLSDM Komdigi Surabaya menyelenggarakan Pelatihan Digital Talent Collaborative Ecosystem (DTCE) Pertemuan 7 yang berlangsung di Laboratorium Komputer BLSDM Komdigi Surabaya pada Selasa (23/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 56 peserta, yang terdiri dari 19 peserta laki-laki dan 37 peserta perempuan. Pelatihan dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menghasilkan ide-ide baru, memecahkan permasalahan secara kreatif, serta mengembangkan solusi yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan organisasi maupun lingkungan kerja.

Materi pelatihan disampaikan oleh pengajar dari RTIK Jawa Timur, yaitu Eko Sugiono, Abdul Hamid, dan Rita. Melalui pendekatan interaktif dan partisipatif, peserta diajak memahami penerapan metode SCAMPER, salah satu teknik berpikir kreatif yang banyak digunakan untuk mengembangkan ide dan menciptakan inovasi melalui eksplorasi berbagai sudut pandang.

Metode SCAMPER terdiri atas tujuh tahapan, yaitu Substitute (Mengganti), Combine (Menggabungkan), Adapt (Menyesuaikan), Modify (Memodifikasi), Put to Another Use (Menggunakan untuk Tujuan Lain), Eliminate (Menghilangkan), dan Reverse/Rearrange (Membalik atau Menyusun Ulang). Melalui tahapan tersebut, peserta belajar mengevaluasi suatu ide atau permasalahan secara lebih sistematis guna menemukan alternatif solusi yang lebih efektif dan bernilai tambah.

Selain memperoleh pemahaman teoritis, peserta juga mengikuti sesi praktik dan diskusi kelompok dengan menerapkan metode SCAMPER pada berbagai studi kasus. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi dalam tim, serta menyusun solusi kreatif yang dapat diterapkan pada berbagai situasi dan tantangan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Diskusi yang aktif, sesi tanya jawab, serta presentasi hasil kerja kelompok menunjukkan tingginya minat peserta dalam memahami dan menerapkan metode SCAMPER sebagai bagian dari proses inovasi. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik juga membantu peserta memahami penerapan metode tersebut secara lebih nyata dan aplikatif.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan keterampilan berpikir kreatif dan inovatif dalam aktivitas sehari-hari maupun lingkungan kerja. Penguasaan metode SCAMPER diharapkan dapat mendorong lahirnya berbagai gagasan baru, memperkuat budaya inovasi, serta memberikan kontribusi positif dalam mendukung pengembangan organisasi dan ekosistem digital yang kolaboratif. (MB/YA)

Label
digital marketing, digital, dtce, scamper