Sidoarjo, 11 Agustus 2026 — Penguatan kompetensi digital menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendorong transformasi pemerintahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Hal tersebut menjadi fokus dalam kunjungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur ke BLSDM Komdigi Surabaya yang berlangsung pada Selasa (11/8/2026) di Ruang Aula BLSDM Komdigi Surabaya.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh Asri Yulianti, Pranata Komputer Ahli Madya, Emil Amalia Fauzi, Statistisi Ahli Muda, beserta tim dari Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur. Rombongan diterima oleh Plt. Kepala BLSDM Komdigi Surabaya, Bagus Winarko, Plt. Kasubbag Umum BLSDM Komdigi Surabaya, Maulia Jayantina Islami, beserta jajaran tim BLSDM Komdigi Surabaya.
Pertemuan ini menjadi bagian dari penjajakan kerja sama dalam bidang pengembangan sumber daya manusia digital di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur. Pihak Kanwil Kemenag menyampaikan bahwa kebutuhan peningkatan kompetensi digital bagi ASN di lingkungan Kemenag cukup tinggi, sehingga keberadaan program pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk mendukung pengembangan kompetensi tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Maulia Jayantina Islami memaparkan program Sinergi Penguatan SDM Digital yang dapat dikolaborasikan untuk menjawab kebutuhan pengembangan kompetensi ASN. Dalam paparan tersebut dijelaskan bahwa BLSDM Komdigi Surabaya memiliki berbagai program pelatihan yang mencakup penguatan kompetensi digital dasar hingga kompetensi digital untuk ASN dan talenta digital. Program DTS sendiri mencakup berbagai segmen, antara lain Government Transformation Academy (GTA) untuk peningkatan kompetensi ASN dalam pemanfaatan TIK guna mendukung transformasi digital dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kebutuhan tersebut menjadi semakin relevan seiring dengan upaya Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia menuju pemerintahan digital. Dalam diskusi, disampaikan bahwa kompetensi digital tidak hanya dibutuhkan oleh ASN yang baru bergabung, tetapi juga perlu terus diperbarui bagi aparatur yang telah lama bekerja, termasuk para pranata komputer.
“Teman-teman Prakom yang baru maupun yang lama belum tentu memahami perkembangan seperti ini. Karena itu, kami berusaha untuk tetap on the track menuju pemerintahan digital,” ujar Asri Yulianti.
Upaya tersebut juga sejalan dengan arahan pimpinan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur untuk membangun Kanwil Kemenag Jatim Digital. Peningkatan kompetensi teknologi informasi ASN dipandang sebagai salah satu langkah awal yang perlu dilakukan, sekaligus untuk memperbarui kinerja dan membuka pola pikir aparatur terhadap perkembangan teknologi.
Selain peningkatan keterampilan teknis, diskusi juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir dalam pemanfaatan teknologi. Kemajuan teknologi diharapkan tidak hanya menghasilkan semakin banyak aplikasi yang berdiri sendiri, tetapi mendorong terciptanya sistem yang lebih terintegrasi sehingga mampu mendukung efektivitas kerja dan pelayanan pemerintahan.
Menanggapi kebutuhan tersebut, BLSDM Komdigi Surabaya menyambut baik peluang kolaborasi bersama Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur. Sinergi dapat diarahkan pada penyelenggaraan berbagai pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan ASN, baik melalui program yang tersedia maupun melalui pemetaan kebutuhan kompetensi digital secara lebih spesifik.
Melalui pertemuan ini, BLSDM Komdigi Surabaya dan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur diharapkan dapat membangun kerja sama yang berkelanjutan dalam pengembangan kompetensi digital ASN. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan aparatur dalam menghadapi transformasi pemerintahan digital sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi yang lebih terintegrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (YA)
Label
audiensi, sinergi, jatim, kolaborasi, kunjungan, kerja sama, digital, kemenag