Audiensi dihadiri oleh Bupati Blitar, Rijanto; Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti; Plt. Kepala BLSDM Komdigi Surabaya, Bagus Winarko; Kepala Kantor Wilayah Kerja IV BAKTI Surabaya, Taruna Perdana Adi; serta Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Blitar, Hamzah Fathoni. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kompetensi digital masyarakat sekaligus mempercepat transformasi digital di Kabupaten Blitar.
Dalam pemaparannya, Bagus Winarko memperkenalkan berbagai program Digital Talent Scholarship (DTS) yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital, mulai dari Digital Leadership Academy (DLA), Keterampilan Digital Dasar (KDD), Talenta Digital, hingga Government Transformation Academy (GTA). Ia juga menjelaskan bahwa pelatihan Keterampilan Digital Dasar bagi pelaku UMKM dapat dilaksanakan secara luring maupun daring agar lebih mudah menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan daerah.
Selain itu, Bagus Winarko turut memperkenalkan platform Diploy, yaitu platform yang mempertemukan alumni program Digital Talent Scholarship dengan dunia industri sehingga perusahaan dapat menemukan talenta digital yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja. Kehadiran platform tersebut diharapkan dapat memperluas peluang kerja bagi para peserta pelatihan sekaligus mendukung pengembangan ekosistem talenta digital di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Taruna Perdana Adi memaparkan peran BAKTI Komdigi dalam mendukung pemerataan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah yang masih mengalami keterbatasan akses internet. Ia juga menjelaskan program Internet Mandiri Desa yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu upaya memperluas akses konektivitas digital di daerah.
Menanggapi paparan tersebut, Bupati Blitar, Rijanto, menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai program yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital melalui BLSDM Komdigi Surabaya dan BAKTI. Menurutnya, perkembangan global menuntut pemerintah daerah untuk terus beradaptasi dengan transformasi digital dalam berbagai sektor.
"Tuntutan global membuat kita mau tidak mau harus masuk ke dunia digital. Harapan kami ada kesinambungan dan sinergi antara BLSDM Komdigi, Pemerintah Kabupaten Blitar, RTIK, maupun perguruan tinggi untuk bersama-sama membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Potensi ekonomi daerah kita sangat besar, namun membutuhkan dukungan peningkatan kompetensi, khususnya di bidang pemasaran digital. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut karena merupakan bagian dari program strategis nasional," ujar Rijanto.
Rijanto juga mengusulkan agar pengembangan kompetensi digital dapat diperluas hingga tingkat kecamatan dengan menghadirkan desa-desa percontohan yang mampu menjadi pusat pembelajaran bagi wilayah sekitarnya. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat transformasi digital sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti, menekankan pentingnya percepatan transformasi digital di lingkungan pemerintahan, khususnya melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence). Menurutnya, penerapan AI oleh perangkat daerah akan sangat membantu meningkatkan efektivitas kerja, transparansi, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara BLSDM Komdigi Surabaya, BAKTI Komdigi, Pemerintah Kabupaten Blitar, RTIK, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam memperluas akses pengembangan kompetensi digital. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan talenta digital yang unggul, memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis teknologi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan di era transformasi digital. (YA)
Label
pelatihan, audiensi, sosialisasi, sinergi, talenta digital, digital expertise