Kegiatan dihadiri oleh INOVASI yaitu Jovanni Enralin Silalahi beserta dengan tim, Co-Founder dan Ketua Komunitas Matahati, Dani Heru Dwi Hartanto, Plt. Kasubbag Umum BLSDM Komdigi Surabaya, Maulia Jayantina Islami, Penyusun Bahan Publikasi BLSDM Komdigi Surabaya, Kriswinanto, serta 18 peserta yang mewakili 7 Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis).
Kegiatan diawali dengan sesi Refleksi Komunitas Belajar Komunikasi (KBK) sebagai ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program yang selama ini berfokus pada penguatan storytelling, berbagi praktik baik, serta peningkatan kesadaran mengenai pentingnya komunikasi yang inklusif dan berorientasi pada dampak. Refleksi ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi capaian sekaligus tantangan dalam implementasi KBK.
Selanjutnya, peserta mengikuti sesi Identifikasi Kebutuhan Kompetensi Prioritas Kapasitas Komunikasi OPDis. Melalui diskusi kelompok, peserta memetakan berbagai kebutuhan penguatan kompetensi, mulai dari kemampuan komunikasi digital, produksi konten, pemanfaatan media sosial, hingga strategi penyampaian pesan yang efektif dalam mendukung kegiatan organisasi masing-masing.
Pada sesi berikutnya, BLSDM Komdigi Surabaya memberikan tanggapan terhadap berbagai kebutuhan kompetensi yang telah diidentifikasi. Diskusi dilanjutkan dengan sesi Co-Design Pelatihan Komunikasi Digital, di mana seluruh peserta bersama fasilitator menyusun rancangan awal pelatihan yang mencakup materi, metode pembelajaran, serta luaran yang diharapkan sesuai kebutuhan OPDis.
Selama kegiatan berlangsung, peserta secara aktif berbagi pengalaman mengenai praktik komunikasi yang telah dijalankan, tantangan yang dihadapi dalam mengelola media digital, serta berbagai kebutuhan untuk meningkatkan performa organisasi. Pendekatan partisipatif tersebut menghasilkan berbagai masukan yang menjadi dasar dalam merancang program pelatihan yang lebih aplikatif, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Melalui kegiatan ini diharapkan tersusun ringkasan pembelajaran dan refleksi pelaksanaan Komunitas Belajar Komunikasi (KBK), peta kebutuhan pelatihan komunikasi digital bagi OPDis, serta draft desain pelatihan komunikasi digital yang meliputi materi, metode pembelajaran, dan luaran program. Hasil tersebut akan menjadi landasan dalam menghadirkan program pengembangan kapasitas yang lebih terarah dan berdampak.
Kolaborasi antara BLSDM Komdigi Surabaya, INOVASI, Komunitas Matahati, dan Organisasi Penyandang Disabilitas diharapkan dapat memperkuat ekosistem komunikasi digital yang inklusif. Melalui sinergi ini, OPDis diharapkan semakin mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan informasi, memperkuat advokasi, serta meningkatkan partisipasi dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (YA)
Label
pelatihan, disabilitas, digital, inklusif, komunikasi, inovasi, refleksi