

SIAK, 4 Desember 2025 – Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BBPSDMP) Kominfo Medan, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Siak, sukses menyelenggarakan pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) dengan tema "Pemasaran Digital Dasar". Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 3-4 Desember 2025, di Perpustakaan Umum Kabupaten Siak ini diikuti oleh 65 pelaku serta calon pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Siak, Bapak Romy Lesmana Darmawan, AP., M.Si., yang mewakili Bupati Siak. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan bukti nyata sinergi antara pusat dan daerah dalam membentuk generasi yang tangguh di era digital. Hal ini selaras dengan visi nasional Asta Cita untuk memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan berdaya saing.
"UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita, namun masih banyak yang belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal," ujar Ecy Novemirata, perwakilan Dekranasda Kabupaten Siak dalam keynote speech-nya. Ia menambahkan bahwa digitalisasi dapat membantu UMKM memperluas pasar tanpa batas geografis dan meningkatkan omzet hingga 2-3 kali lipat.


Selama pelatihan, para peserta dibagi ke dalam dua kelas intensif yang dipandu oleh instruktur ahli, Marzuki Halim dan Deddy Pranata. Materi yang disampaikan meliputi: Dasar Kewirausahaan Digital-Mengubah pola pikir tradisional menuju ekosistem digital, Pemasaran Digital Dasar-Pengenalan konsep dan praktik pemasaran melalui media daring untuk meningkatkan penjualan, Optimalisasi Teknologi-Pemanfaatan infrastruktur digital seperti WiFi publik yang kini tengah digencarkan oleh Pemkab Siak.
Kepala BBPSDMP Kominfo Medan, yang diwakili oleh Ibu Meilinia Diakonia Ginting, menyampaikan bahwa program DEA merupakan bagian dari Digital Talent Scholarship (DTS) yang dirancang untuk mendorong UMKM "naik kelas". "Kami berharap ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di kelas, tetapi diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Siak secara berkelanjutan," tuturnya.
Kabupaten Siak sendiri menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung ekosistem digital. Tercatat Indeks SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) Kabupaten Siak melonjak signifikan dari predikat "Baik" (3,01) di tahun 2023 menjadi "Sangat Baik" (3,54) pada tahun 2024. Melalui inisiatif seperti marketplace lokal "Siaku" dan perluasan akses WiFi gratis, pemerintah daerah terus berupaya menurunkan hambatan konektivitas bagi pelaku usaha lokal.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan besar agar para alumni pelatihan DEA dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif di wilayah masing-masing, menjadikan produk khas Siak semakin eksis di kancah nasional maupun internasional.
Label
dea