"Program Pelatihan Teknis ini merupakan jawaban dari perkembangan digital, bahwa ASN harus mempersiapkan diri untuk mengikuti perubahan skill atau keahlian yang ada, dan otomatisasi akan meningkat secara proporsional di lingkungan pemerintahan," jelas Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komdigi, Noor Iza, saat membuka pelatihan Artificial Intelligence (AI) Terapan yang disiarkan secara langsung di YouTube PusPA Komdigi.
Pernyataan tersebut menjadi penanda dibukanya pelatihan berdurasi 10 JP yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Aparatur Komdigi (PusPA Komdigi) secara daring (online) berbasis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada 29–30 September 2026. Sebanyak 138 (seratus tiga puluh delapan) Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai instansi pemerintah pusat dan daerah mengikuti pelatihan ini.
Kelas Khusus Hasil Kolaborasi dengan Pemprov Jabar
Dari total peserta, sebanyak 76 (tujuh puluh enam) ASN merupakan kelas khusus hasil kolaborasi strategis antara PusPA Komdigi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang terbagi dalam 3 (tiga) kelas. Sementara, 62 (enam puluh dua) ASN dari berbagai instansi lainnya terbagi dalam 3 (tiga) kelas umum, sehingga total pembelajaran terbagi menjadi 6 (enam) kelas.
Program Pelatihan Teknis ini menghadirkan 2 (dua) fokus kompetensi utama yang relevan dengan kebutuhan birokrasi masa kini, yakni AI Terapan untuk Manajemen Media Kehumasan Pemerintah serta AI Terapan untuk Administrasi Pimpinan dan Kesekretariatan.
Komitmen Pemprov Jabar: AI Sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti ASN
Langkah modernisasi ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jabar yang diwakili oleh Kepala Biro Umum, Sekarwati, menekankan pentingnya responsivitas birokrasi terhadap perkembangan teknologi digital.
"Dalam era yang serba cepat, pemerintah—khususnya Pemprov Jabar—harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. AI adalah alat bantu, bukan pengganti tanggung jawab ASN," jelas Sekarwati membacakan arahan Sekda Pemprov Jabar.
PusPA Komdigi berharap seluruh alumni peserta dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di unit kerja masing-masing, memanfaatkan teknologi AI secara bijak untuk mempercepat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik secara nasional.
Label
artificial intelligence, layanan publik, puspakomdigi, ai terapan