Penulis:
Jakarta (19/05/2026) – Akselerasi adopsi teknologi Generative AI di kalangan pekerja terampil Indonesia mencapai 92%. Suatu angka capaian luar biasa, bahkan melampaui rata-rata global sebesar 75%.
Fenomena ini menjadi momentum krusial terhadap implementasi Peta Jalan AI Nasional. Oleh karenanya, perlu ada langkah konkret untuk mengawal kedaulatan digital agar pemanfaatan kecerdasan artifisial tidak hanya berorientasi pada efisiensi, melainkan menjadi pilar ketahanan nasional.
Salah satu langkah strategis itu terwujud dalam pelaksanaan forum bisnis President Club Series Vol. 2 bertajuk Strengthening National Resilience in the Era of Artificial Intelligence yang berlangsung pada Selasa (19/5) di President Lounge, Menara Batavia,, Jakarta Pusat. Agenda ini menjadi wadah dialog strategis lintas sektor sekaligus menandai kerja sama antara Badan Pengembangan SDM Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) dengan Yayasan Pendidikan Universitas Presiden melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Kesiapan manusia merupakan fondasi utama. Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa sendirian melakukan pemenuhan jutaan talenta digital di Indonesia, melainkan harus melibatkan kolaborasi aktif dengan dunia kampus, badan riset, hingga mitra teknologi global.
“Digital talent salah satu komponen yang sama pentingnya, sama strategisnya, dan bahkan menurut saya yang paling strategis dibandingkan dengan infrastruktur. Jadi mari kita kerjakan sama-sama, moga kita bisa menciptakan digital talent yang mumpuni dan kuat di masa depan,” ujar Nezar.
Mengutip riset dari MIT, hasil pemindaian (scan) otak menunjukkan bahwa individu yang berpikir secara mandiri memiliki kinerja otak yang sangat aktif dan bekerja secara optimal. Sebaliknya, mereka yang terlalu bergantung pada AI, seperti ChatGPT, menunjukkan tingkat aktivitas berpikir yang jauh lebih rendah atau kurang aktif
Menurut Kepala BPSDM Komdigi, Boni Pudjianto, hal ini mengingatkan kita bahwa penggunaan teknologi hanya untuk menyalin tanpa proses penalaran akan membuat manusia menghadapi risiko atrofi kognitif–kondisi kemampuan berpikir kritis yang melemah dan membeku karena otak jarang latihan. Kita harus memposisikan AI secara proporsional sebagai asisten (co-pilot), sementara otak manusia wajib tetap memegang kendali penuh di depan dan terus #tumbuh sebagai pilot utama.
“AI itu mendisrupsi kehidupan manusia. Tapi enggak boleh lupa, manusia harus tetap menjadi pemegang kendali,” ujar Boni.
“Di situ nilai manusia tetap berfungsi karena kita memiliki value yang sifatnya kebijaksanaan, etika, serta moral. Mesin itu hanya eksekusi sesuai dengan perintah kita,” tegas Boni.
Sebagai bentuk aksi nyata yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan industri, BPSDM Komdigi terus mendorong program AI Talent Factory di lingkungan pendidikan tinggi. Program praktikal tingkat lanjut ini mendidik mahasiswa tingkat akhir maupun pascasarjana untuk langsung menyelesaikan studi kasus riil (use cases) industri, seperti sistem kontrol robotik, pemrograman model AI, hingga optimasi IoT melalui sensor pintar.
Saat ini, implementasi ekosistem tersebut telah mulai berjalan bersama Universitas Brawijaya, ITS, UGM, dan sinergi itu bertambah bersama Universitas Presiden. Melalui keterlibatan kerja sama yang erat dan berkelanjutan ini, BPSDM Komdigi berharap implementasi Peta Jalan AI Nasional dapat berjalan optimal guna mencetak para AI specialist mumpuni yang siap menjaga kedaulatan digital menuju visi Indonesia Emas 2045. (Publikasi BPSDM Komdigi/RNS/RAF)
0.00 MB 0 kali
Penulis:
Jakarta (02/04/2026) – PP Tunas merupakan upaya dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mewujudkan ruang digital yang aman bagi anak. Oleh karenanya, perlu ada sosialiasi secara masif untuk mendorong penguatan implementasi PP Tunas ini dengan turut melibatkan partisipasi aktif masyarakat dari berbagai kalangan, seperti komunitas.
Salah satu upaya itu terwujud dalam pelaksanaan Tunas Hangout pada Kamis (2/4) di Kantor Pusat Kementerian Komdigi, Jakarta. Agenda ini merupakan inisiasi dari Staf Khusus Menteri Komdigi Bidang Kepemudaan dan Startup, Alfreno Kautsar Ramadhan, sebagai langkah strategis membangun kesadaran publik sekaligus mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam implementasi kebijakan.
Kontribusi Generasi Muda Perluas dan Percepat Adopsi Nilai-nilai dalam PP Tunas
Atas arahan Menteri Komdigi, Alfreno merancang forum ini sebagai ruang dialog interaktif yang memungkinkan pertukaran gagasan antara pemerintah dengan komunitas. Dengan harapan bahwa generasi muda tidak hanya memahami substansi kebijakan, namun juga mampu berperan sebagai agen perubahan dalam mewujudkan penggunaan teknologi yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Selain itu, Alfreno juga berharap bahwa generasi muda dapat berkontribusi dalam memperkuat literasi digital di berbagai lingkungan, baik di keluarga, pendidikan, maupun komunitas. Ia menilai peran itu merupakan peran strategis untuk memperluas jangkauan sosialisasi serta mempercepat adopsi nilai-nilai terkandung dalam PP Tunas.
“Kita merasa bahwa mengamankan anak di ruang digital juga alignment-nya itu ke visi-misi setiap komunitas. Mau itu kekerasan seksual, mau itu konten-konten berbahaya, mau itu judi online sekalipun, perlindungan data pribadi, kesehatan jiwa, semua, kan, punya aktivitasnya masing-masing di dalam komunitas,” demikian ujar Alfreno.
Change Maker dan Tujuh Risiko Utama
Dalam acara ini Alfreno juga menyampaikan harapannya agar komunitas yang hadir pada bisa menjadi change maker, terutama ketika mensosialisasikan PP Tunas. “Ada kurang lebih 30 orang yang hari ini ada, kalianlah menjadi change maker, menjadi penyambung lidahnya Kemkomdigi maupun Pemerintah untuk anak muda dalam hal mensosialisasikan PP Tunas,” harap Alfreno.
Alfreno juga menyampaikan tujuh faktor risiko yang menjadi perhatian utama dalam PP Tunas. “Yang pertama itu content risk, yang kedua contact risk, yang ketiga commercial risk. Privacy risk, behavioral risk, psychological risk, sama physiological risk,” ungkap Alfreno.
PP Tunas Sebagai Kebijakan Strategis
PP Tunas hadir sebagai kebijakan strategis yang mempertemukan dua kepentingan utama dalam ekosistem digital. Di satu sisi, terdapat aspirasi anak muda yang menginginkan platform digital lebih bertanggung jawab melalui pendekatan safety by design. Di sisi lain, para profesional dan pelaku industri mesti menerapkan standar global guna menjaga kepercayaan publik terhadap layanan digital.
Dan kegiatan ini menjadi penegas pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan implementasi kebijakan. Melalui sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku industri kita berharap dapat tercipta ekosistem digital yang inklusif serta responsif terhadap kebutuhan perlindungan anak.
Sebagai bagian dari entitas Kementerian Komdigi, BPSDM Komdigi terus berharap akan terus tumbuh inisiatif kolaboratif dari berbagai komunitas. Dengan keterlibatan yang berkelanjutan, harapannya implementasi PP Tunas dapat berjalan optimal dan berdampak nyata menciptakan ruang digital yang aman, sehat, serta mendukung masa depan generasi Indonesia. (Publikasi BPSDM Komdigi/JLA/RAF)
0.00 MB 0 kali
Penulis:
Jakarta (01/04/2026) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melantik ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan publik digital dan integritas aparatur. Prosesi pengambilan sumpah/janji PNS serta pengangkatan dalam jabatan fungsional bagi CPNS formasi Tahun Anggaran 2024 berlangsung pada Rabu (1/4) secara hybrid di Gedung Utama Kementerian Komdigi serta melalui Zoom Meeting dari satuan kerja masing-masing. Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Kementerian Komdigi untuk memperkuat kapasitas aparatur dalam mendukung transformasi digital nasional serta meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi.
Komdigi Perkuat Kapasitas Aparatur Digital
Kementerian Komdigi terus memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu pilar utama transformasi digital nasional. Melalui pengangkatan PNS baru ini, kementerian menambah tenaga profesional di berbagai bidang jabatan fungsional seperti Analis Kebijakan, Pranata Komputer, Manggala Informatika, hingga Fasilitator Pemerintahan.
Kepada para aparatur tersebut tersemat harapan mampu memperkuat berbagai program strategis kementerian. Program-program, seperti pengembangan infrastruktur digital, pengawasan ruang digital, hingga penguatan ekosistem teknologi dan komunikasi publik.
BPSDM Komdigi Perkuat Ekosistem Pengembangan SDM Digital
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) turut menerima tambahan aparatur baru yang akan mendukung berbagai program pengembangan talenta digital nasional. Melalui kehadiran PNS baru ini, BPSDM Komdigi akan semakin memperkuat program pengembangan kompetensi aparatur, peningkatan literasi digital masyarakat, serta pengembangan ekosistem talenta digital di Indonesia.
Para pegawai tersebut akan bertugas pada berbagai unit kerja di lingkungan BPSDM Komdigi, baik di pusat maupun di unit pelaksana teknis yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Berikut jumlah pegawai yang dilantik di lingkungan BPSDM Komdigi:
| Satuan Kerja | Jumlah PNS yang dilantik |
| Sekretariat Badan Pengembangan SDM Komunikasi dan Digital | 4 |
| Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) | 31 |
| Pusat Pengembangan Talenta Digital | 6 |
| Pusat Pengembangan Literasi Digital | 11 |
| Pusat Pengembangan Ekosistem SDM Komunikasi dan Digital | 4 |
| Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital | 1 |
| Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Yogyakarta | 5 |
| Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Surabaya | 6 |
| Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Manado | 1 |
| Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Jakarta | 1 |
| Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Banjarmasin | 4 |
| Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Bandung | 8 |
| Balai Pelatiahan Talenta Komunikasi dan Digital | 7 |
| Balai Besar Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Medan | 5 |
| Balai Besar Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Makassar | 10 |
Selamat atas pelantikannya sebagai PNS! Semoga berkah, tetap amanah, dan selamat bekerja! (Publikasi BPSDM Komdigi/L/RAF)
0.00 MB 0 kali
Penulis:
Jakarta (13/03/2026) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Sarasehan dan Taklimat pada Jumat (13/3) sore di Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat budaya integritas dan profesionalisme di lingkungan Kementerian Komdigi. Jajaran pimpinan serta ASN Kementerian Komdigi menghadiri acara ini, termasuk dari unit pelaksana teknis yang mengikuti secara daring.
Mengangkat tema Terhubung Dalam Silaturahmi, Tumbuh Dalam Iman, Terjaga Dalam Ketaqwaan, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi bagi seluruh sivitas Kementerian Komdigi di bulan Ramadan. Tema ini merefleksikan semangat untuk tidak hanya memperkuat profesionalisme kerja, tetapi juga menjaga nilai-nilai spiritual dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
Silaturahmi dan Pengabdian Menjelang Hari Kemenangan
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Komdigi, Meutya Hafid menyampaikan pesan kepada seluruh sivitas Kementerian Komdigi agar tetap menjaga semangat pengabdian kepada bangsa, meski berada di momen menjelang Idulfitri. Menurutnya, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan kembali makna kerja dan pengabdian, sekaligus menjaga kebersamaan di lingkungan kementerian.
“Kita sudah sampai menuju kurang lebih tujuh hari kepada in shaa Allah hari kemenangan bagi kita semua. Dengan juga melakukan banyak hal, dengan tetap mengabdi, tetap memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Meutya.
Ia juga menyinggung sejumlah agenda penting yang tengah Kementerian Komdigi hadapi, salah satunya terkait implementasi PP Tunas yang menjadi salah satu fokus kebijakan kementerian dalam waktu dekat. “Kita ada program besar menuju tanggal 28 (Maret 2026), yaitu implementasi PP Tunas yang menunda anak masuk ke media sosial. Saya mohon untuk yang tanggal 28 (Maret 2026) ini kita kawal bersama,” tambahnya.
Meneguhkan Nilai T3: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Komdigi, Ismail menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengingat kembali nilai dasar yang kementerian usung, yakni T3: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Ia menjelaskan bahwa makna T3 tidak hanya berkaitan dengan pembangunan ekosistem digital, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan spiritual, terutama di bulan Ramadan.
“Terhubung kita maknai dalam rangka silaturahmi dan semangat persaudaraan. Tumbuh kita inginkan adanya keseimbangan antara kreativitas, kesejahteraan ekonomi, dengan keimanan dan ketakwaan. Dan terjaga adalah wujud dari upaya menjadikan kita insan yang bertakwa,” jelas Ismail.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas di lingkungan kementerian, terutama dengan terus mengingatkan bahwa pencegahan terhadap penyimpangan harus menjadi komitmen bersama seluruh pegawai. Melalui kegiatan seperti ini, Komdigi ingin memastikan bahwa transformasi digital yang kementerian terus dorong tidak hanya menghasilkan kemajuan teknologi, tetapi juga beriringan dengan pembentukan sumber daya manusia yang berintegritas, profesional, dan memiliki nilai spiritual yang kuat. (Publikasi BPSDM Komdigi/RNS/RAF)
0.00 MB 0 kali
Penulis:
Jakarta (13/03/2026) – Dalam rangka memastikan kesiapan layanan telekomunikasi yang optimal selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H/2026 M, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyelenggarakan Apel Bersama Posko Pemantauan Kualitas Layanan Telekomunikasi dan Spektrum Frekuensi Radio pada Jumat (13/3). Bertempat di halaman Lobi Gedung Utama Komdigi, Jakarta Pusat, kegiatan berlangsung mulai pukul 8:30 WIB dengan sejumlah rangkaian pembukaan acara, termasuk laporan dari Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto serta arahan dari Menteri Komdigi, Meutya Hafid. Dalam arahannya, Meutya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas jaringan dan kualitas layanan, terutama pada masa lonjakan trafik komunikasi yang signifikan selama Ramadan dan Idulfitri.
Momentum apel ini juga menjadi simbol mulainya operasional Posko Pemantauan Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026, dengan pelepasan petugas Satgas dan aktivasi alarm secara simbolis. Para petugas yang terlibat akan bertugas memantau kualitas jaringan telekomunikasi serta spektrum frekuensi radio di berbagai titik strategis di seluruh Indonesia.
Peran BPSDM Komdigi
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi turut mengambil peran strategis dalam mendukung kesiapan sumber daya manusia yang terlibat dalam pelaksanaan Posko Siaga RAFI 2026. Keterlibatan ini menjadi bagian dari komitmen BPSDM Komdigi dalam memastikan bahwa seluruh personel yang bertugas memiliki kompetensi, responsivitas, dan kesiapsiagaan tinggi dalam menjaga kualitas layanan telekomunikasi nasional.
BPSDM Komdigi memandang bahwa kesiapan teknis harus seiring dengan kesiapan kapasitas SDM. Oleh karena itu, berbagai program pelatihan dan pembekalan telah berjalan sebelumnya guna memastikan petugas mampu menghadapi potensi gangguan layanan secara cepat dan tepat.
Tumbuh dan Produktif Selama Berlebaran
Lebih dari itu, kesiapan infrastruktur dan kualitas jaringan yang terjaga juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Selama masa mudik dan libur Lebaran di kampung halaman, masyarakat tetap dapat memanfaatkan konektivitas digital untuk kegiatan produktif, termasuk mengikuti pelatihan dan pembelajaran daring. Hal ini menjadi peluang penting untuk terus mengembangkan kompetensi diri di tengah waktu luang bersama keluarga.
Kolaborasi antara Kementerian Komdigi dan operator seluler dalam menjaga kualitas layanan memungkinkan akses Internet tetap stabil, bahkan di daerah tujuan mudik. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya terhubung untuk komunikasi, tetapi juga tetap dapat meningkatkan keterampilan melalui berbagai platform pelatihan online yang tersedia.
BPSDM Komdigi mendorong masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini sebagai bagian dari upaya pengembangan diri secara berkelanjutan. Transformasi digital tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kesiapan dan kemauan masyarakat untuk terus belajar dan beradaptasi.
Usai pelaksanaan apel, Menteri Komdigi bersama jajaran terkait melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Posko Pemantauan di Stasiun Gambir. Hadir pula para influencer dan direksi operator seluler pada kegiatan ini sebagai bentuk transparansi sekaligus edukasi publik terkait upaya pemerintah dalam menjaga kualitas layanan telekomunikasi.
Komitmen BPSDM Komdigi
Melalui kegiatan ini, BPSDM Komdigi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas SDM digital yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dalam mendukung transformasi digital nasional. Sekaligus memastikan masyarakat tetap tumbuh produktif dan terhubung di momen penting, seperti Ramadan dan Idulfitri. (Publikasi BPSDM Komdigi/JLA/RAF)
0.00 MB 0 kali
Penulis:
Jakarta (27/02/2026) — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) –melalui Direktorat Jenderal Ekosistem Digital– resmi meluncurkan Digital Addiction Response Assistant (DARA) pada Jumat (27/2) di Jakarta. Peluncuran DARA ini menjadi langkah penting dan relevan dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pada lingkup keluarga di era digital.
Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kesiapan manusia yang menggunakannya. Untuk itulah DARA hadir sebagai bagian dari penguatan implementasi Indonesia Game Rating System (IGRS). Badan Pengembangan SDM Komdigi memandang inisiatif ini juga merupakan bagian dari pembangunan ekosistem digital yang sehat, melalui literasi dan pendampingan SDM keluarga yang lebih aplikatif.
Literasi Digital Tidak Berhenti pada Klasifikasi
Gim digital telah menjadi bagian dari keseharian anak dan remaja. Selain mendorong kreativitas dan kemampuan berpikir strategis, industri gim juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital nasional. Namun demikian, tetap ada sejumlah tantangan di baliknya.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa dalam sampel tertentu, sekitar 33% hingga 39% siswa SMA di Indonesia berada pada kategori kecanduan gim tingkat sedang hingga berat. Angka ini menjadi pengingat bahwa edukasi tidak cukup berhenti pada pemilihan konten yang sesuai usia, tetapi harus disertai pendampingan yang berkelanjutan.
IGRS sebelumnya telah hadir sebagai panduan klasifikasi usia dan konten gim. Melalui DARA, pendekatan tersebut menjadi pendampingan yang lebih komprehensif bagi keluarga.
DARA sebagai Instrumen Pendampingan
Dalam perspektif pengembangan SDM digital, DARA merupakan instrumen preventif dan responsif. Fitur ini menyediakan:
Pendekatan ini penting agar orang tua tidak hanya mengetahui kategori usia gim, tetapi juga memiliki strategi konkret dalam mendampingi anak di ruang digital. Menteri Komdigi, Meutya Hafid dalam sambutannya menegaskan keseimbangan antara dukungan terhadap industri dan perlindungan anak.
“Games membantu kita menjadi lebih kreatif dan industri ini tetap kami dukung sebagai bagian dari ekosistem digital nasional. Namun, di saat yang sama, pemerintah harus hadir melindungi anak-anak dari dampak negatif seperti adiksi. Peluncuran DARA adalah langkah konkret untuk merespons persoalan tersebut sekaligus membuka ruang bagi inovasi anak muda lainnya dalam isu kesehatan mental,” ujar Meutya.
Pernyataan tersebut memperjelas bahwa penguatan industri dan perlindungan generasi muda bukan dua hal yang bertentangan, melainkan harus berjalan beriringan. Tema ‘Bermain Lebih Sehat, Tumbuh Lebih Hebat. Bersama Dampingi Anak di Dunia Gim. Main Aman, Anak Nyaman’, sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan digital keluarga sebagai fondasi pembangunan SDM di era transformasi digital.
Dari sudut pandang pengembangan SDM bidang komdigi, DARA merupakan langkah strategis yang tidak hanya menjawab isu adiksi gim, tetapi juga memperkuat peran orang tua sebagai pendamping utama anak di ruang digital. Transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila inovasi teknologi diimbangi dengan penguatan kapasitas manusia yang menggunakannya. (Publikasi BPSDM Komdigi/RNS/RAF)
0.00 MB 0 kali
Penulis:
Jakarta (25/02/2026) – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) Kementerian Komdigi meresmikan kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe, melalui penandatanganan Nota Kesepakatan. Penandatanganan ini berlangsung di Kantor Kementerian Komdigi pada Rabu (25/2) siang.
Penandatanganan Nota Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi peningkatan kapasitas SDM bidang komdigi di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pelaksanaan program mencakup pengembangan kompetensi bagi aparatur pemerintah, mahasiswa, serta masyarakat umum.
Capaian Tahun 2025, 195 Peserta di Kepulauan Sangihe
Kepala BPSDM Komdigi, Boni Pudjianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Nota Kesepakatan ini merupakan yang pertama antara BPSDM Komdigi melalui Balai Pelatihan SDM Komdigi Manado dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Namun demikian, sinergi program sebelumnya telah terjalin dengan baik.
Pada tahun 2025, berbagai program pelatihan Digital Talent Scholarship telah berjalan di wilayah Kepulauan Sangihe dengan total capaian 195 peserta dan 184 peserta onboarding yang tersebar pada sejumlah akademi, yaitu Digital Entrepreneurship Academy (DEA), Government Transformation Academy (GTA), dan Thematic Academy (TA). Capaian ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem talenta digital di daerah.
41,29 Skor Rata-rata IMDI Pemkab Kepulauan Sangihe 2023–2025
Dalam konteks penguatan transformasi digital daerah, hasil pengukuran Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) menunjukkan bahwa nilai rata-rata IMDI Pemkab Kepulauan Sangihe periode 2023–2025 tercatat sebesar 41,29 dengan kategori cukup (moderate). Hal ini menandakan bahwa fondasi transformasi digital telah mulai terbentuk, namun masih memerlukan penguatan yang lebih sistematis dan terstruktur.
Secara rinci, pilar Infrastruktur dan Ekosistem Digital berada pada angka 48,11; Literasi Digital sebesar 56,54; Pemberdayaan Digital sebesar 24,26; serta Pekerjaan Digital sebesar 37,68. Pilar Keterampilan Digital mencapai nilai tertinggi pada tahun 2024 dengan skor 66,89. Namun demikian, pada tahun 2025 tercatat adanya penurunan nilai pada seluruh pilar dari tahun sebelumnya.
Data IMDI tersebut menjadi dasar penting dalam merancang intervensi program yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam memperkuat aspek pemberdayaan digital dan penciptaan peluang kerja berbasis digital yang masih memerlukan akselerasi.
Langkah Konkret Peningkatan Kualitas SDM Digital
Melalui Nota Kesepakatan ini, ke depannya kolaborasi antara BPSDM Komdigi dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas SDM digital secara menyeluruh. Melalui upaya ini harapannya mampu mendorong peningkatan nilai IMDI Kabupaten Kepulauan Sangihe secara signifikan pada tahun-tahun mendatang.
BPSDM Komdigi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Kepulauan Sangihe beserta jajaran, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta seluruh pihak yang mendukung terlaksananya kerja sama ini. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini menjadi harapan untuk dapat memperkuat pengembangan talenta digital nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dan mendukung implementasi Asta Cita Presiden. Kolaborasi ini menjadi bukti komitmen bersama dalam membangun transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan, demi peningkatan daya saing daerah dan kesejahteraan masyarakat. (Publikasi BPSDM Komdigi/JLA/RAF)
0.00 MB 0 kali
Penulis:
Jakarta (10/02/2026) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian Komdigi) menunjukkan dukungan penuhnya –melalui kehadiran Kepala BPSDM Komdigi– pada penyelenggaraan Hari Keamanan Berinternet 2026: Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI yang berlangsung di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), di Gedung Kemenko PMK pada Selasa (10/2). Penyelenggaraan kegiatan ini bekerja sama dengan Google Indonesia dan YouTube.
Peringatan Safer Internet Day 2026 ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kesadaran publik mengenai keamanan digital, etika pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kecakapan masyarakat dalam menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial (AI). Kementerian Komdigi memandang bahwa transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan harus beriringan dengan penguatan literasi digital, perlindungan anak di ruang siber, serta tata kelola teknologi yang bertanggung jawab. Ruang digital saat ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan keluarga, pendidikan, dan interaksi sosial masyarakat.
Penguatan Literasi dan Perlindungan Anak di Ruang Digital
Dalam konteks percepatan adopsi teknologi dan AI, Komdigi menegaskan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya anak dan remaja, dari berbagai risiko di ruang siber. Tantangan seperti perundungan siber, eksploitasi dan kekerasan seksual daring, paparan konten berbahaya, penyalahgunaan data pribadi, hingga penyebaran konten manipulatif berbasis AI memerlukan respons kolaboratif lintas sektor.
Komdigi secara konsisten mendorong peningkatan literasi digital masyarakat agar tidak hanya cakap dalam menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran etis, kemampuan berpikir kritis, serta tanggung jawab dalam berinteraksi di ruang digital. Tema Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI sejalan dengan agenda Kementerian Komdigi dalam membangun masyarakat digital yang berdaya, produktif, dan berkarakter, serta memastikan bahwa pemanfaatan AI harus aman dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.
Kolaborasi Pemerintah dan Platform Digital
Komdigi mengapresiasi kolaborasi Kemenko PMK dengan Google Indonesia dan YouTube dalam menghadirkan berbagai inisiatif strategis, termasuk:
Local Champion Program dan aktivasi kreator, untuk memperluas jangkauan edukasi literasi digital melalui konten yang positif dan edukatif;
Gerakan Ramadhan Ramah Anak dan Gerakan Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga, guna memperkuat interaksi keluarga di tengah derasnya arus digitalisasi;
Peluncuran platform Massive Open Online Course (MOOC) Bijak Cerdas serta asesmen mandiri Cek Kesehatan Digital, sebagai sarana pembelajaran dan refleksi kebiasaan digital masyarakat.
Menurut Kementerian Komdigi, penguatan kolaborasi antara pemerintah dan penyelenggara platform digital merupakan langkah penting dalam menciptakan standar keamanan digital, memperluas edukasi literasi digital dan AI, serta membangun ekosistem digital yang aman, inklusif, dan terpercaya.
Komitmen Mewujudkan Ruang Digital yang Aman dan Berintegritas
Sebagai kementerian yang bertanggung jawab dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang komunikasi dan digital, Kementerian Komdigi terus mendorong penguatan regulasi, pengawasan, serta edukasi publik untuk memastikan ruang digital Indonesia tetap sehat dan berintegritas. Partisipasi dalam peringatan Safer Internet Day 2026 ini mempertegas komitmen Komdigi untuk:
1. Meningkatkan kecakapan digital masyarakat lintas usia;
2. Memperkuat perlindungan anak dan keluarga di ruang siber;
3. Mendorong pemanfaatan teknologi dan AI yang etis, aman, dan bertanggung jawab; dan
4. Menguatkan sinergi lintas kementerian/lembaga, sektor swasta, dan komunitas.
Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, Kementerian Komdigi optimis Indonesia dapat membangun ekosistem digital yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga kokoh dalam nilai, etika, dan perlindungan terhadap generasi masa depan. Kegiatan Hari Keamanan Berinternet 2026 juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Kemenko PMK untuk menjangkau masyarakat secara luas dan mendorong partisipasi publik dalam gerakan nasional Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI. (Publikasi BPSDM Komdigi/JLA/RAF)
0.00 MB 0 kali
Penulis:
Jakarta (06/02/2025) – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) terus berupaya perkuat ekosistem digital nasional melalui kolaborasi strategis dengan Canva. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Jumat (6/2) di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta menjadi simbol peresmian kerja sama ini.
Kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas talenta digital Indonesia melalui penguatan literasi, kompetensi komunikasi digital, serta pemanfaatan teknologi secara produktif. Hal ini merupakan bentuk formalisasi atas kolaborasi strategis bersama untuk membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Desain Digital, Pilar Baru Ekonomi UMKM
Menteri Komdigi, Meutya Hafid menyoroti perkembangan pesat konten visual dunia. Meutya menyampaikan bahwa setelah tahun 2025, terdapat 1 miliar desain baru yang lahir dari platform Canva saja.
Menurutnya, keterampilan kreatif kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan harian. "Kebutuhan terhadap keterampilan kreatif desain digital menjadi kebutuhan sehari-hari untuk mendukung teman-teman UMKM, baik itu mulai untuk mendesainnya, membesarkannya, hingga menjual produknya," ujar Meutya.
Akses Terbuka dan Gratis di LMS BPSDM Komdigi
Menindaklanjuti kerja sama ini, Kepala BPSDM Komdigi, Boni Pudjianto, menegaskan bahwa kolaborasi ini akan langsung menjadi bagian dalam program pengembangan kapasitas SDM digital nasional. Boni menjelaskan bahwa materi pelatihan Canva akan segera masuk ke dalam sistem Learning Management System (LMS) BPSDM Komdigi agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara lebih produktif. "Kami akan detailkan kerja sama ini melalui modul-modul pelatihan Canva di LMS kami. Program ini terbuka untuk siapa saja, tidak berbayar atau gratis," ungkap Boni.
Boni juga mengajak masyarakat untuk aktif meningkatkan skill melalui portal resmi BPSDM Komdigi. "Silakan kunjungi portal kami di Digitalent dan ikuti pelatihan-pelatihan Canva yang tersedia. Selamat berlatih," ajak Boni.
Semoga sinergi ini menjadi landasan awal kerja sama jangka panjang dalam mendukung agenda transformasi digital nasional. Dengan menyediakan alat dan pelatihan yang tepat, BPSDM Komdigi dan Canva berkomitmen untuk mencetak talenta digital yang siap bersaing dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (Publikasi BPSDM Komdigi/RNS/RAF)
0.00 MB 0 kali
Penulis:
Jakarta (05/02/2026) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian Komdigi), melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komunikasi dan Digital, secara resmi menerima kunjungan kerja dari Authority for Info-communications Technology Industry (AITI) Brunei Darussalam pada Kamis (5/2) di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Ali Murtopo, Gedung Utama Kementerian Komdigi ini bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral serta menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan kapasitas talenta digital di kawasan ASEAN.
Sinergi Talenta Digital untuk Visi Masa Depan
Kepala BPSDM Komdigi, Boni Pudjianto, menyambut hangat Deputi Chief Executive, Development Division, AITI, Julianah Binti Hj Ali Ahmad beserta delegasi yang hadir. Turut hadir dalam delegasi tersebut Hajah Farihah Binti Haji Md Said (Acting Assistant Chief Executive, Industry Development), Umi Kalshum Binti Suhaimi (Manager, Digital Capacity Development, Industry Development), serta Pengiran Khairi Bin Pengiran Haji Metussin (Managing Director Mindtrex Academy Sdn Bhd).
Dalam sambutannya, Boni menekankan pentingnya pengembangan SDM digital sebagai kunci untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, "Kita harus berinvestasi secara serius dan konsisten pada talenta digital untuk merespons transformasi teknologi yang kian pesat," pungkas Boni.
Langkah Konkret dan Kerja Sama Lintas Negara
AITI Brunei Darussalam menyatakan ketertarikannya untuk mendalami program pengembangan talenta digital di Indonesia guna memperluas wawasan industri bagi talenta mereka. Saat ini, Brunei telah memiliki program Tech Explore yang mengirimkan lulusan ICT untuk magang selama 6 bulan di Indonesia guna mendapatkan pengalaman kerja nyata, khususnya di bidang teknologi baru seperti AI.
Pertemuan ini menghasilkan beberapa rencana tindak lanjut (action items), termasuk penjajakan MoU antar kementerian, diskusi mengenai implementasi Startup Visa dan visa khusus talenta, serta kolaborasi dalam program 1000 Startup Digital. Harapannya sinergi ini dapat menjadi jembatan kokoh bagi kedua negara untuk menciptakan ekosistem digital yang tangguh dan inklusif di regional. (Publikasi BPSDM Komdigi/RNS/RAF)
0.00 MB 0 kali
Penulis:
Jakarta (04/02/2026) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian Komdigi) bersama Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) memperkuat sinergi dalam membangun sistem digital terpadu guna memastikan penyaluran bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi tepat sasaran. Keduanya meresmikan sinergi dan kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) antara Kementerian Komdigi dan BP Taskin pada Rabu (4/2) di Jakarta. Penandatanganan NK ini juga sebagai langkah strategis pemerintah dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung percepatan pengentasan kemiskinan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Melalui pengembangan sistem digital terintegrasi, pemerintah berupaya memastikan kelompok masyarakat miskin benar-benar menerima bantuan sosial. Selain itu, dengan sistem ini dapat mampu membuka akses usaha dan meningkatkan peluang pendapatan bagi kelompok rentan, sehingga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Peran Kementerian Komdigi
Dalam kerja sama ini, Kementerian Komdigi memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi digital yang berdampak langsung bagi masyarakat. Peran tersebut meliputi:
Upaya ini sejalan dengan komitmen Kementerian Komdigi dalam membangun ekosistem digital nasional yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Inisiatif BP Taskin dalam Percepatan Pengentasan Kemiskinan
Sementara itu, BP Taskin mendorong percepatan pengentasan kemiskinan melalui berbagai inisiatif strategis, di antaranya:
Harapan dari sinergi antara Kementerian Komdigi dan BP Taskin ini adalah mampu menciptakan sistem yang adaptif, akurat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat miskin dan kelompok rentan.
Bagian dari Program Berdampak Langsung
Menteri Komdigi, Meutya Hafid menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari perhatian Presiden terhadap program-program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. “Ini merupakan salah satu perhatian Bapak Presiden. Kita akan pilih prioritas kerja sama dalam program-program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Meutya.
Dengan kolaborasi ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kebijakan berbasis data dan teknologi digital guna mempercepat pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif. (Publikasi BPSDM Komdigi/JLA/RAF)
0.00 MB 0 kali
Penulis:
Jakarta (05/02/2026) – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) perkuat komitmennya dalam mencetak talenta digital unggul melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kota Jambi. Penandatanganan Nota Kesepakatan (NK) yang berlangsung di Gedung Utama Kementerian Komdigi, Jakarta pada Kamis (5/2) menjadi momen peresmian sinergi keduanya.
Kepala BPSDM Komdigi, Boni Pudjianto bersama Walikota Jambi, H. Maulana menandatangani langsung NK ini. Kerja sama ini merupakan bentuk implementasi berbagai program pengembangan kapasitas SDM digital, khususnya melalui program unggulan Digital Talent Scholarship (DTS) yang menjadi fokus utama BPSDM Komdigi.
Antusiasme Talenta di Kota Jambi
Meskipun ini merupakan kesepakatan formal pertama antara kedua belah pihak melalui Balai Besar Pelatihan SDM Komunikasi dan Digital (BBlSDM Komdigi) Medan, kolaborasi pengembangan SDM di wilayah Jambi sebenarnya telah berjalan dengan capaian yang signifikan. Antusiasme talenta lokal tersebut tersebar dalam berbagai skema pelatihan yang inklusif. Transformasi digital di Jambi telah menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi melalui Digital Entrepreneurship Academy (DEA), peningkatan kompetensi birokrasi di Government Transformation Academy (GTA), hingga penyiapan tenaga kerja siap pakai dan pelatihan tematik melalui Vocational School Graduate Academy (VSGA) serta Thematic Academy (TA).
Visi Menuju Indonesia Emas 2045
Boni menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah awal untuk memperkuat ekosistem SDM di era transformasi digital. "Kami berharap kolaborasi ini menandai langkah awal pengembangan talenta digital antara dua pihak, yang akan memperkuat ekosistem sumber daya manusia Indonesia di era transformasi digital. Dengan menggabungkan sumber daya masing-masing, kita berkomitmen membangun program pelatihan inovatif yang inklusif dan berorientasi masa depan," tegas Boni.
Lebih lanjut, ia berharap sinergi ini tidak hanya bermanfaat bagi instansi yang terlibat, namun juga memberikan kontribusi nyata dalam mencapai target Indonesia Emas 2045. Ruang lingkup kerja sama ini nantinya mencakup literasi digital, pelatihan kepemimpinan digital, hingga pertukaran data dan informasi yang beretika, aman, serta bertanggung jawab. (Publikasi BPSDM Komdigi/RNS/RAF)
0.00 MB 0 kali
Jakarta (19/05/2026) – Akselerasi adopsi teknologi Generative AI di kalangan pekerja te...
Jakarta (02/04/2026) – PP Tunas merupakan upaya dari
Jakarta (01/04/2026) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdig
Jakarta (13/03/2026) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar Sarasehan...