Gambar: DSC09379

Jakarta (14/01/2026) - Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid meminta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas 2026, mulai dari literasi digital, talenta digital, hingga penguatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN). Meutya menyampaikan permintaan dalam pertemuan awal tahun di Jakarta pada Rabu (14/1), sebagai penguatan dukungan BPSDM Komdigi terhadap agenda transformasi digital nasional dan program prioritas pemerintah.

Pada kesempatan itu, BPSDM Komdigi memaparkan capaian kinerja 2025, rencana target 2026, serta sejumlah inisiatif strategis, seperti penguatan literasi digital berbasis komunitas, pelatihan talenta AI, dan program peningkatan kompetensi ASN agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial. Kepala BPSDM Komdigi, Boni Pudjianto menyampaikan telah menuntaskan pelaksanaan program 2025 dengan realisasi anggaran 95,6 persen.

Berbagai program yang berlangsung sepanjang 2025 tidak hanya menghasilkan output, namun juga memberi dampak (outcome) yang signifikan. “Kalau secara anggaran yang paling umum adalah 95,6%. Kami bersyukur berkontribusi pencapaian yang cukup signifikan,” ujar Boni.

Untuk 2026, jajaran BPSDM Komdigi akan memberikan dukungan lebih kuat terhadap program prioritas pemerintah. Program-program, seperti penguatan kebijakan perlindungan anak di ruang digital melalui PP TUNAS, serta dukungan pada program-program lintas sektor yang membutuhkan penguatan SDM dan ekosistem digital.

Meutya: 2026 Harus Lebih Cepat, Lebih Kolaboratif, dan Terukur

Meutya menilai capaian kinerja 2025 berjalan cukup baik meskipun menghadapi sejumlah keterbatasan. Ia mengapresiasi paparan rencana 2026 yang menurutnya lebih optimistis, lebih bervariasi, dan sudah terlihat jelas target serta bentuk kegiatannya.

“Capaian kerja tahun 2025 saya rasa kita bisa bilang cukup baik dengan segala keterbatasan,” kata Meutya. “Kelihatan jauh lebih optimis, jauh lebih bervariasi, sudah jelas targetnya apa, bentuk kegiatannya apa,” tambah Meutya.

Meutya menekankan pentingnya memastikan program benar-benar terlaksana, bukan berhenti di rencana. Ia juga meminta agar sekat antar satuan kerja semakin cair sehingga kolaborasi lintas unit menjadi budaya kerja untuk mengejar target 2026.

Lima Fokus 2026: Literasi Digital, Ekosistem, ASN, Talenta, dan Tata Kelola Program

Jajaran BPSDM Komdigi memaparkan lima fokus kerja pada 2026, yakni literasi digital, ekosistem digital, aparatur pemerintah, talenta digital, serta pengelolaan program dan administrasi. Penajaman fokus ini bertujuan agar intervensi BPSDM Komdigi lebih terarah sesuai kebutuhan masyarakat dan pemerintah.

Pada bagian ini, Boni juga menegaskan komitmen untuk mem-backup atau melaksanakan program-program yang menjadi arahan Menteri Komdigi, termasuk penguatan program perlindungan anak di ruang digital yang pada 2026 akan lebih fokus. Selain penguatan arah program, Boni juga menyampaikan kesiapan menyusun kebutuhan dukungan dari aspek perencanaan dan finansial agar target 2026 dapat berjalan konsisten, termasuk penguatan kemitraan lintas pemangku kepentingan.

100 Pandu Literasi Digital

Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital, Rizki Ameliah –yang kerap dipanggil Kiki– memaparkan target 2026 berupa 100 Pandu Literasi Digital, untuk memperluas dampak literasi digital hingga 5.000 orang. Sasaran program mencakup anak, perempuan, orang tua, pelaku UMKM, lansia, serta penyandang disabilitas.

Untuk mendukung pelaksanaan, timnya akan memperkuat jejaring mitra dengan lebih dari 200 pihak, meliputi kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, mitra provider, platform digital, mitra swasta, media digital, hingga komunitas. Timnya juga akan menyiapkan penguatan materi melalui pembagian 100 modul/buku saku yang dapat pandu gunakan dalam kegiatan di lapangan.

“Kami memiliki untuk tahun 2026 ini outputnya 100 pandu literasi digital. Jangkauannya 5.000 orang terliterasi digital,” ujar Kiki.

CABE Digital

Kiki juga menyampaikan penguatan materi literasi digital melalui modul CABE, yang merupakan singkatan dari Cakap Berdigital, Aman Berdigital, Budaya Berdigital, dan Etika Berdigital. Materi ini untuk membantu masyarakat memahami ruang digital secara lebih aman dan produktif.

Selain itu, timnya telah menyiapkan buku saku dalam 10 bahasa untuk memperluas jangkauan sosialisasi. Ia juga menyampaikan rencana penambahan lebih dari 80 materi modul/buku saku, merespons permintaan dari daerah yang membutuhkan materi terjemahan agar para pandu literasi digital bisa menerapkannya langsung di lapangan. Aktivasi penguatan materi tersebut akan berlangsung melalui berbagai kegiatan, seperti digital literacy camp, pojok literasi digital, praktik verifikasi informasi, pelatihan pembuatan konten (termasuk menggunakan aplikasi seperti CapCut), kolaborasi seni lokal (misalnya wayang), hingga kompetisi dan penghargaan literasi digital.

1.000 Kelas UMKM Go Online

Pada 2026, Pusat Pengembangan Literasi Digital (Pusbang Literasi Digital) menargetkan 1.000 kelas untuk UMKM agar go online sekaligus mengurus perizinan usaha, seperti NIB (Nomor Induk Berusaha), sertifikasi halal, hingga BPOM. Program ini untuk mendorong kemandirian ekonomi digital dan meningkatkan daya saing pelaku usaha.

Tim Pusbang Literasi Digital juga merencanakan deklarasi bersama 100 sekolah, mencakup sekolah negeri, swasta, perguruan tinggi, hingga sekolah luar biasa. Fokus menyasar pada anak, perempuan, dan penyandang disabilitas agar program lebih inklusif. Di tingkat komunitas, BPSDM menyiapkan komitmen dengan RT/RW untuk perlindungan di ruang digital, khususnya pencegahan judi online.

Untuk percepatan di awal tahun, telah menjadwalkan tiga agenda kolaborasi pada Januari 2026 bersama platform digital. Pertama, kolaborasi dengan TikTok pada 20 Januari untuk implementasi PP TUNAS dengan tagar #SalingJagaTunasBangsa, menyasar perempuan dan ibu, melibatkan sekitar 200 orang tua, psikolog, dan influencer untuk edukasi serta praktik parental control.

Kedua, kegiatan bersama Telkomsel pada 21 Januari di Cimahi, menyasar anak-anak dengan fokus edukasi penggunaan media sosial secara bijak dan penguatan kesiapan anak di ruang digital. Ketiga, kegiatan bersama GoTo pada 22 Januari di Jakarta bertema Judi Pasti Rugi, menyasar sekitar 200 peserta dan komunitas untuk penguatan keamanan digital. Di awal Februari, juga merencanakan distribusi buku saku 10 Bahasa serta penguatan jejaring pandu agar kampanye sosialisasi implementasi PP TUNAS bisa langsung berjalan di daerah.

Perluasan AI Talent Factory

Pada kesempatannya Kepala Pusbang Talenta Digital, Said Mirza Pahlevi memaparkan dua fokus 2026. Pertama, learning journey (program pelatihan mandiri) untuk mencetak talenta AI dan talenta digital umum, berbasis textbook terkustomisasi, video interaktif, dan kuis, dengan skema dari basic hingga advanced karena diselenggarakan secara online.

Target program ini adalah menghasilkan sekitar 30.000 talenta digital pada 2026. Program tersebut rencananya rilis pada 23 Januari, dengan melibatkan perangkat daerah, komunitas, dan perguruan tinggi.

Kedua, Tim Pusbang Talenta Digital melanjutkan penguatan program AI Talent Factory sebagai inisiatif pengembangan talenta kecerdasan artifisial (AI) yang lebih lanjut sekaligus pemanfaatan model AI untuk mendukung ruang digital yang aman. Pada 2026, penguatan ini fokus pada pengembangan kemampuan deteksi konten berisiko, termasuk judi online dan perluasan fitur untuk mendukung perlindungan anak dari paparan konten yang berbahaya.

ASN Digital Optimal

Kepala Pusbang Aparatur Komdigi, Noor Iza memaparkan fokus kerja pada pengembangan aparatur, pelatihan, sertifikasi, serta akreditasi bidang komunikasi, informasi, dan digital. Pada 2025, pelatihan yang berjalan terus berkembang, termasuk adanya permintaan pelatihan lanjutan untuk ASN baru.

Pada 2026, program akan mengarah untuk mendukung target ASN Digital Optimal dengan sasaran besar. Noor menyebut kebutuhan pelatihan mencapai sekitar 1,3 juta ASN pada 2026, dengan prioritas jabatan fungsional di sektor kesehatan dan guru.

“Tahun 2026 ini, untuk mencapai ASN Digital Optimal, kebutuhan pelatihannya sangat besar. Sekitar 1,3 juta ASN perlu kita dorong untuk mengikuti pelatihan,” Noor. Selain itu, ia menyampaikan rencana adanya dukungan kebijakan lintas instansi melalui rencana surat edaran bersama KemenPANRB, Komdigi, BKN, dan LAN.

Perkuat Ekosistem Platform Digital

Kepala Pusbang Ekosistem SDM Digital, Nusirwan menyampaikan penguatan platform Digital Talent yang telah 1,1 juta pengguna manfaatkan. Integrasi dengan berbagai instansi pemerintah dan mitra swasta, serta jejaring global tech pun terus berlangsung untuk mendukung pelatihan pengembangan SDM.

Nusirwan menyebut adanya kemitraan perusahaan yang luas, termasuk ratusan mitra dan peluang serapan kerja, dengan laporan bahwa ratusan alumni telah terserap. Penguatan standar kompetensi juga terus berjalan untuk mendukung kebutuhan kompetensi digital, termasuk untuk ASN.

Pada bagian tata kelola dan keamanan, Nusirwan menyampaikan bahwa BPSDM Komdigi, khususnya di Pusbang Ekosistem SDM Digital, merupakan salah satu instansi pemerintah yang telah memperoleh sertifikasi ISO 27001 untuk manajemen keamanan informasi dan perlindungan data pribadi, yang akan terus memperkuat pemanfaatannya untuk kerjasama konten dan pengelolaan kanal informasi. (Publikasi BPSDM Komdigi/K/U/L/RAF)


Label
koordinasi, awal, tahun, meutya, bpsdm, komdigi, percepat, program, 2026, perkuat, kolaborasi, lintas unit